Faktanusa.com, KUTAI KARTANEGARA – Dana Rp10 miliar untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) disiapkan dengan ruang pemanfaatan yang cukup luas. Anggaran bantuan dari pusat itu dapat digunakan untuk mendukung kebutuhan penanganan, rehabilitasi hingga pemenuhan infrastruktur yang diperlukan di lapangan.

Sekretaris Daerah Kabupaten Kukar, Sunggono, mengatakan skema pemanfaatan dana tersebut bersifat open menu. Artinya, kebutuhan yang dapat dibiayai disesuaikan dengan kebutuhan penanganan karhutla dan usulan dari OPD terkait.

“Peruntukannya itu sebenarnya di situ open menu. Open menu itu maksudnya mulai dari penanganan, rehabilitasi, termasuk misalnya untuk pemenuhan kebutuhan infrastruktur yang dibutuhkan,” kata Sunggono, Sabtu (26/9/2026).

Menurutnya, fleksibilitas tersebut memungkinkan pemerintah daerah menyesuaikan penggunaan anggaran dengan kebutuhan nyata di lapangan. Sejumlah kebutuhan teknis penanganan karhutla dapat menjadi bagian dari pemanfaatan dana tersebut.

Ia mencontohkan kebutuhan peralatan pemadaman hingga kendaraan pendukung. Selain itu, anggaran juga dapat diarahkan untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar dan konsumsi selama pelaksanaan penanganan.

“Misalnya bisa saja beli selang, bisa saja beli mobil, bisa saja untuk beli kebutuhan bahan bakar dan lain-lain termasuk juga konsumsi,” ujarnya.

Sunggono menambahkan, rencana penggunaan dana tersebut sebelumnya telah diusulkan oleh OPD yang menangani karhutla, di antaranya Damkarmatan, BPBD dan Dinas Sosial.

Usulan dari masing-masing OPD tersebut telah melalui proses verifikasi. Pemkab Kukar selanjutnya menunggu pengesahan APBD Perubahan agar anggaran dapat segera direalisasikan.

Dengan skema pemanfaatan yang disesuaikan kebutuhan, dana tersebut diarahkan untuk mendukung berbagai aspek penanganan karhutla, mulai dari respons di lapangan hingga kebutuhan pendukung selama masa penanganan.

“Setelah pengesahan APBD Perubahan ini bisa langsung kita eksekusi untuk direalisasikan,” tutup Sunggono. (Adv)

Loading