
Faktanusa.com, Balikpapan – Semangat memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia terasa di lingkungan RT 4 Kelurahan Mekar Sari, Kecamatan Balikpapan Tengah. Ratusan warga mengikuti kegiatan jalan santai yang digelar sebagai momentum mempererat silaturahmi sekaligus membangun kebersamaan antarwarga, Minggu (30/8/2026).
Kegiatan tersebut dipusatkan di halaman rumah salah seorang warga, Adam, yang menjadi titik kumpul sebelum peserta memulai jalan santai dengan start jalan Sultan Alauddin, kemudian jalan Jend Ahmad Yani sampai ke Puskip putar balik dan finisj sampai ketempat semula, halaman adam.
Ketua RT 4 Mekar Sari, Anton Anggana, mengapresiasi antusiasme warga yang turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, jalan santai tidak hanya menjadi bagian dari perayaan kemerdekaan, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat rasa persaudaraan di lingkungan RT.

“Terima kasih kepada warga RT 4 yang telah ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini. Selain untuk memeriahkan HUT Kemerdekaan, kegiatan ini juga menjadi kesempatan untuk bersilaturahmi dan mempererat rasa persaudaraan seluruh warga,” ujar Anton.
Kegiatan tersebut juga dirangkai dengan sejumlah pelayanan kepada masyarakat. Salah satunya pendataan warga melalui program Perlindungan Sosial (Perlinsos) yang dihadirkan untuk membantu memastikan masyarakat yang memenuhi kriteria dapat terdata dalam program bantuan pemerintah.
Anton menjelaskan, petugas Perlinsos hadir untuk membantu masyarakat yang belum melakukan pendaftaran maupun pemutakhiran data. Ia mengingatkan warga agar mengikuti proses pendataan sesuai ketentuan yang telah ditetapkan.
“Intinya, program ini untuk mendata masyarakat yang memang membutuhkan bantuan pemerintah. Nanti link-nya akan dibagikan melalui WhatsApp Group RT dan pengisian dapat dilakukan dari rumah masing-masing,” jelasnya.

Dalam proses pendataan tersebut, warga diminta melengkapi sejumlah persyaratan, termasuk foto kondisi rumah, titik koordinat atau geotagging, serta identitas kepesertaan listrik sesuai data yang diminta dalam aplikasi.
Anton menjelaskan, sistem perlindungan sosial menggunakan pengelompokan desil untuk menentukan kondisi sosial ekonomi masyarakat. Kelompok desil 1 hingga 4 menjadi kelompok yang menjadi prioritas penerima bantuan, mulai dari kategori sangat miskin, miskin, hampir miskin hingga rentan miskin.
Sementara itu, warga juga mendapatkan pelayanan pemeriksaan kesehatan gratis yang disediakan Puskesmas Mekar Sari.
Dokter Puskesmas Mekar Sari, dr. Nisma, mengatakan pemeriksaan tersebut merupakan bagian dari upaya mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat. Warga yang mengikuti pemeriksaan diminta mengisi formulir dengan data sesuai identitas kependudukan.
“Bagi warga yang ingin melakukan pemeriksaan kesehatan, silakan melengkapi formulir dengan nama sesuai KTP dan tanggal lahir. Kalau nomor WhatsApp dicantumkan, hasil pemeriksaan nantinya dapat dikirim melalui WhatsApp,” kata Nisma.
Pemeriksaan kesehatan yang diberikan meliputi pengukuran tekanan darah, tinggi badan, berat badan, lingkar perut, pemeriksaan gula darah serta kolesterol.

Selain layanan kesehatan dan pendataan sosial, kegiatan tersebut juga diisi penyampaian informasi dari Kelurahan Mekar Sari. Kepala Seksi Ketenteraman, Ketertiban, dan Lingkungan Hidup (Kasi Trantib LH) Kelurahan Mekar Sari, Faresi, mengingatkan warga agar memastikan data kependudukan dan sosial mereka selalu diperbarui.
Ia juga menjelaskan bahwa data perlindungan sosial ke depan dapat berkaitan dengan berbagai program jaminan sosial lainnya. Karena itu, masyarakat diminta memastikan informasi yang tercatat sesuai dengan kondisi sebenarnya.
Faresi turut mengingatkan masyarakat mengenai pentingnya menjaga keamanan lingkungan di tengah kondisi cuaca yang cenderung panas dan kering.
Menurutnya, kondisi kekeringan dapat meningkatkan potensi terjadinya kebakaran, baik akibat aktivitas pembakaran maupun persoalan kelistrikan di rumah.
Ia meminta warga memastikan kondisi rumah benar-benar aman sebelum bepergian atau meninggalkan rumah dalam waktu lama.

“Sekarang kita masuk kondisi kekeringan, artinya hujan sudah jarang. Ini tentu berdampak terhadap meningkatnya bahaya kebakaran. Oleh karena itu, setiap meninggalkan rumah tolong dipastikan kondisinya aman, terutama yang berkaitan dengan api dan listrik,” pesan Faresi.
Warga juga diingatkan tidak membiarkan peralatan listrik menyala tanpa pengawasan. Salah satunya kebiasaan meninggalkan pengisi daya telepon seluler tetap terhubung dengan sumber listrik meskipun perangkat sudah tidak digunakan.
“Terutama masalah charger handphone. Jangan dibiarkan terus tercucuk ketika handphone sudah tidak ada. Sebelum meninggalkan rumah, pastikan listrik dan sumber api benar-benar dalam kondisi aman,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Faresi juga menyampaikan rencana kegiatan jalan sehat tingkat Kelurahan Mekar Sari yang dijadwalkan berlangsung pada 13 September 2026. Kegiatan tersebut akan menyediakan berbagai hadiah menarik, termasuk dua unit sepeda motor.
Warga yang ingin mengikuti kegiatan dapat memperoleh kupon melalui RT masing-masing dengan harga Rp5.000 per lembar.
Sementara jalan santai di RT 4 Mekar Sari juga berlangsung meriah dengan pembagian ratusan hadiah doorprize. Panitia menyiapkan berbagai hadiah untuk warga, mulai dari kompor gas, kipas angin, blender, mixer, setrika, sembako hingga berbagai hadiah menarik lainnya.
Antusiasme warga semakin terasa karena seluruh peserta memiliki kesempatan mendapatkan hadiah yang telah disiapkan panitia.

Kegiatan tersebut menjadi gambaran bagaimana peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di tingkat lingkungan dapat dikemas tidak sekadar sebagai kegiatan hiburan. Jalan santai menjadi sarana memperkuat silaturahmi, sementara layanan kesehatan dan pendataan sosial memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Di tengah kondisi cuaca yang semakin kering, pesan mengenai kewaspadaan terhadap kebakaran juga menjadi perhatian penting. Masyarakat diharapkan tidak hanya merayakan momentum kemerdekaan dengan penuh kegembiraan, tetapi juga semakin peduli terhadap keselamatan lingkungan dan keluarga.
Semangat kebersamaan yang terbangun melalui kegiatan tersebut diharapkan terus terjaga, tidak hanya saat perayaan kemerdekaan, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan RT 4 Kelurahan Mekar Sari.
Penulis : Shinta Setyana
![]()

