
SAMARINDA-Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kalimantan Timur bersama Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim, Panitia Besar (PB) Porprov, serta perwakilan tuan rumah Kabupaten Paser menyepakati langkah percepatan finalisasi cabang olahraga (cabor) dan nomor pertandingan yang akan dipertandingkan pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov).
Kesepakatan tersebut mengemuka dalam rapat koordinasi yang membahas rasionalisasi anggaran, jumlah cabang olahraga, serta kesiapan penyelenggaraan Porprov.
Salah satu keputusan penting dalam rapat ialah Panitia Besar Porprov Kaltim akan segera mengirimkan surat kepada seluruh Technical Delegate (TD) untuk meminta rincian usulan anggaran dari masing-masing cabang olahraga. Seluruh usulan tersebut selanjutnya akan diverifikasi bersama oleh PB Porprov, Dispora Kaltim, dan KONI Kaltim.
Verifikasi dilakukan untuk memastikan setiap kebutuhan anggaran benar-benar sesuai dengan kebutuhan riil di lapangan, sekaligus mencari peluang efisiensi tanpa mengurangi kualitas penyelenggaraan.
“Kita ingin semua usulan diverifikasi bersama. Mana yang memang menjadi kebutuhan utama, mana yang masih bisa dirasionalisasi. Setelah itu baru kita mengambil keputusan,” Kata Ketua Umum KONI Kaltim H Anderiy setelah rapat via zoom bersama panitia PB Porprov Kaltim dan Dispora Kaltim, Jumat (31/7) kemarin.
Pembahasan juga disepakati target waktu penyelesaian proses tersebut. Surat kepada seluruh Technical Delegate akan diterbitkan secepatnya dengan batas pengumpulan usulan anggaran beberapa hari setelahnya. Selanjutnya, tim gabungan akan melakukan verifikasi hingga menghasilkan keputusan final mengenai cabang olahraga yang akan dipertandingkan.
“Harapannya, surat usulan anggaran dari TD dari sudah kita terima Selasa dan Rabu, Jadi Kami kami akan lakukan verifikasi bersama Dispora dan Paniti PB Porprov,”tambahnya.
Selain membahas anggaran, ditambahkan oleh Plt Kadispora Kaltim, Rasman Rading, rapat kemarin juga menyoroti pentingnya konsistensi dalam penentuan nomor pertandingan. Beberapa peserta mengusulkan agar jumlah nomor pertandingan disesuaikan dengan nomor yang dipertandingkan pada Pekan Olahraga Nasional (PON), sehingga kebutuhan anggaran dapat lebih efisien.
Pengurangan nomor pertandingan dinilai akan berdampak pada berkurangnya kebutuhan perangkat pertandingan, medali, perlengkapan, hingga biaya operasional lainnya. Anggaran hasil efisiensi tersebut diharapkan dapat dialihkan untuk mendukung kebutuhan penyelenggaraan di Kabupaten Paser sebagai tuan rumah.
Meski demikian, semangat utama seluruh peserta rapat tetap mengarah pada upaya mempertahankan sebanyak mungkin cabang olahraga agar dapat dipertandingkan.
Perwakilan tuan rumah menyampaikan harapan agar setelah proses verifikasi dan rasionalisasi anggaran masih terdapat ruang untuk menambah jumlah cabang olahraga yang semula direncanakan.
“Kami berharap proses verifikasi ini menjadi dasar pengambilan keputusan. Kalau memang setelah dirasionalisasi masih ada ruang, tentu kami berharap ada penambahan cabang olahraga yang bisa dipertandingkan,” Kata Rasman.
Di sisi lain, Dispora Kaltim menegaskan bahwa anggaran sebesar Rp20 miliar yang telah disiapkan merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi dan difokuskan pada pembiayaan perangkat pertandingan, seperti honor wasit dan juri, technical delegate, konsumsi, akomodasi, serta transportasi.
Sementara itu, kebutuhan operasional lain diharapkan dapat dioptimalkan melalui efisiensi, pemanfaatan fasilitas yang telah tersedia, maupun dukungan dari masing-masing cabang olahraga dan tuan rumah.
Seluruh pihak sepakat bahwa komunikasi, transparansi, serta verifikasi anggaran menjadi kunci agar keputusan mengenai cabang olahraga dan nomor pertandingan Porprov dapat segera difinalisasi tanpa mengabaikan kemampuan anggaran yang tersedia.(*)
![]()



