
SAMARINDA – Deru mesin dan adu keterampilan mengendalikan mobil mewarnai gelaran KALTIMKHANA 2026 Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Slalom Kalimantan Timur di Apron Eks Bandara Temindung, Samarinda, Sabtu (1/8/2026). Ajang yang diinisiasi Astha Motorsport bersama 368 Motorsport ini menjadi momentum pembinaan atlet sekaligus memperkuat eksistensi olahraga slalom di Kalimantan Timur.
Kejuaraan tersebut diikuti 53 peserta dari berbagai daerah, sementara 49 starter tercatat dalam daftar start resmi dan turun di lintasan. Para peserta berasal dari Samarinda, Balikpapan, Bontang, Berau hingga Semarang.
Salah satu peserta yang mencuri perhatian adalah Wakapolda Kalimantan Timur Brigjen Pol. Adrianto Jossy Kusumo. Kehadiran jenderal bintang satu itu di lintasan slalom menjadi daya tarik tersendiri sekaligus menunjukkan dukungan jajaran Polda Kaltim terhadap perkembangan olahraga otomotif di daerah.
Ketua Panitia Pelaksana, Rony Ifransyah mengatakan, KALTIMKHANA menjadi wadah bagi para pembalap daerah untuk mengasah kemampuan sekaligus mempersiapkan diri menuju kejuaraan tingkat nasional.
“Peserta yang mendaftar sebanyak 53 orang. Beberapa di antaranya merupakan pembalap yang sudah berpengalaman mengikuti kejuaraan nasional,” ujarnya.
Nama KALTIMKHANA sendiri mengadopsi semangat kejuaraan slalom nasional Autokhana. Event ini merupakan hasil kolaborasi Astha Motorsport dengan 368 Motorsport yang selama ini aktif mendukung perkembangan olahraga otomotif melalui berbagai kejuaraan rally, sprint rally, hingga slalom.
Pada kejuaraan ini dipertandingkan enam kelas utama, yakni A1 (7 starter), A2 (7 starter), A3 (13 starter), A4 (3 starter), B (5 starter), dan F (13 starter). Selain itu juga terdapat kelas Master yang diikuti para peslalom senior.
Panitia turut memperebutkan Kejuaraan Umum Group A, Kejuaraan Umum Group F, Kejuaraan Kelas, Kejuaraan Tim, Kejuaraan Wanita, serta Kejuaraan Komunitas yang untuk pertama kalinya digelar. Kategori komunitas dibuka khusus bagi komunitas mobil di Kalimantan Timur tanpa dipungut biaya pendaftaran sebagai upaya memperluas partisipasi masyarakat dalam olahraga otomotif.
Kejuaraan ini juga diramaikan kehadiran sejumlah pembalap wanita yang turut bersaing di berbagai kelas. Kehadiran para srikandi lintasan tersebut menjadi warna tersendiri dalam KALTIMKHANA 2026 sekaligus menunjukkan bahwa olahraga slalom semakin diminati kaum perempuan di Kalimantan Timur.
Sesuai regulasi, seluruh kendaraan peserta diwajibkan menggunakan ban produksi dalam negeri GT Radial. Peserta umum dikenakan biaya pendaftaran sebesar Rp500 ribu per kelas dan memperoleh voucher pembelian ban GT Radial senilai Rp100 ribu.
Sementara itu, Ketua Astha Motor Club, Didda Satria, yang akrab disapa Dimas, mengatakan penyelenggaraan Kejurprov tahun ini menghadapi tantangan ketersediaan lintasan.
“Biasanya dalam satu tahun kami bisa menggelar tiga seri Kejurprov. Namun tahun ini baru bisa terlaksana satu seri karena kendala tempat penyelenggaraan,” katanya.
Menurut Dimas, keberlangsungan kejuaraan daerah sangat penting untuk menjaga regenerasi pembalap sekaligus meningkatkan jam terbang atlet sebelum tampil di level nasional. Karena itu, pihaknya berharap dukungan seluruh pemangku kepentingan agar penyelenggaraan Kejurprov Slalom di Kalimantan Timur dapat kembali digelar secara rutin.
Selain menjadi ajang perebutan prestasi, KALTIMKHANA 2026 juga menjadi ruang silaturahmi bagi komunitas otomotif serta bukti bahwa olahraga slalom di Kalimantan Timur terus berkembang dan mampu menarik minat berbagai kalangan, mulai dari pembalap muda, komunitas otomotif, pembalap wanita, hingga pejabat daerah. (fnd)
![]()



