
Faktanusa.com, Balikpapan – Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Kalimantan Timur kembali menghadirkan terobosan dalam membangun institusi kepolisian yang semakin inklusif. Melalui Program Mitra Inklusi Reserse Bhayangkara, Ditresnarkoba Polda Kaltim secara resmi merekrut dua penyandang disabilitas teman tuli sebagai Pegawai Harian Lepas (PHL), Senin (6/7/2026).
Kedua PHL tersebut adalah Muhammad Dendy dan Illiyin Nur. Perekrutan ini menjadi bagian dari implementasi budaya kerja baru yang digagas Direktur Reserse Narkoba Polda Kaltim, Kombes Pol. Romylus Tamtelahitu, dengan mengedepankan nilai kesetaraan, kolaborasi, dan pemberdayaan masyarakat.
Pada pekan pertama, keduanya akan menjalani masa orientasi di lingkungan Staf Renmin dan Staf Binops Ditresnarkoba Polda Kaltim dengan pendampingan personel Renmin. Setelah itu, mereka akan bertugas langsung di bawah koordinasi Direktur Reserse Narkoba untuk mendukung pelaksanaan berbagai program dan inovasi yang dikembangkan satuan tersebut.
Program tersebut mengusung slogan “Merangkul Semua, Melindungi Bersama” sebagai wujud komitmen menghadirkan pelayanan kepolisian yang ramah bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas.
Direktur Reserse Narkoba Polda Kaltim, Kombes Pol. Romylus Tamtelahitu, mengatakan bahwa kehadiran penyandang disabilitas di lingkungan kerja kepolisian bukan sekadar bentuk kepedulian sosial, melainkan bagian dari strategi membangun kemitraan yang lebih luas dengan masyarakat.
“Kami ingin membuktikan bahwa setiap warga negara memiliki kesempatan yang sama untuk berkontribusi. Penyandang disabilitas bukan objek yang harus dikasihani, tetapi memiliki kemampuan, potensi, dan semangat yang dapat menjadi kekuatan dalam mendukung tugas-tugas kepolisian. Melalui Program Mitra Inklusi Reserse Bhayangkara, kami ingin membangun budaya kerja yang menghargai keberagaman dan membuka ruang partisipasi bagi semua,” ujar Kombes Pol. Romylus Tamtelahitu.
Menurutnya, program tersebut juga merupakan bagian dari transformasi pelayanan publik yang selaras dengan semangat Polri Presisi. Pendekatan yang dilakukan tidak hanya berorientasi pada penegakan hukum, tetapi juga membangun hubungan yang lebih humanis dengan masyarakat.
Selain memberikan kesempatan bekerja bagi penyandang disabilitas, Program Mitra Inklusi Reserse Bhayangkara juga dirancang sebagai wadah kolaborasi dalam berbagai kegiatan pencegahan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.
Melalui program ini, para mitra akan memperoleh pembekalan mengenai bahaya narkoba, literasi hukum, hingga mekanisme pelaporan apabila menemukan indikasi penyalahgunaan narkotika di lingkungan sekitar. Mereka juga akan dilibatkan dalam berbagai kegiatan sosialisasi di sekolah, kampus, komunitas, maupun ruang publik.
Tidak hanya itu, Ditresnarkoba Polda Kaltim juga berencana mengembangkan berbagai media edukasi yang lebih mudah diakses oleh penyandang disabilitas, seperti materi berbahasa isyarat, media audio, huruf Braille, serta konten digital yang ramah disabilitas.
Romylus menegaskan, keterlibatan penyandang disabilitas diharapkan mampu memperluas jangkauan penyampaian pesan-pesan pencegahan narkoba kepada masyarakat yang selama ini belum sepenuhnya terakomodasi.
“Pencegahan narkoba merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu kami ingin melibatkan seluruh elemen masyarakat tanpa terkecuali. Teman-teman penyandang disabilitas memiliki jaringan komunitas yang kuat. Kehadiran mereka akan memperluas penyebaran informasi sekaligus menjadi inspirasi bahwa semua orang dapat mengambil bagian dalam menjaga generasi bangsa dari ancaman narkoba,” katanya.
Ke depan, Ditresnarkoba Polda Kaltim juga akan membentuk komunitas Mitra Inklusi Reserse Bhayangkara sebagai wadah komunikasi antara kepolisian dan organisasi penyandang disabilitas. Forum tersebut diharapkan menjadi ruang dialog untuk menyerap aspirasi, mengevaluasi pelayanan kepolisian, sekaligus merancang berbagai kegiatan kolaboratif.
Program ini juga akan melibatkan para mitra dalam kampanye Hari Anti Narkotika Internasional (HANI), kegiatan sosial kemasyarakatan, serta berbagai program edukasi lainnya sesuai kapasitas dan kompetensi yang dimiliki masing-masing peserta.
Melalui langkah tersebut, Ditresnarkoba Polda Kaltim berharap dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri sekaligus menunjukkan bahwa pelayanan publik yang berkualitas harus mampu menjangkau seluruh warga tanpa diskriminasi.
Inisiatif ini menjadi salah satu inovasi Ditresnarkoba Polda Kaltim dalam membangun institusi yang semakin profesional, modern, inklusif, dan humanis. Dengan membuka kesempatan yang setara bagi penyandang disabilitas untuk berkarya di lingkungan kepolisian, Program Mitra Inklusi Reserse Bhayangkara diharapkan menjadi contoh bahwa keberagaman merupakan kekuatan dalam mewujudkan keamanan, ketertiban, dan pemberantasan narkoba di Kalimantan Timur.
Penulis : Shinta Setyana
![]()



