Faktanusa.com, KUTAI KARTANEGARA – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB) Kutai Kartanegara (Kukar) memperkuat edukasi kesehatan dan persoalan sosial di kalangan remaja melalui Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R). Program ini memanfaatkan peran teman sebaya untuk membantu menyampaikan informasi sekaligus membuka ruang komunikasi bagi remaja yang menghadapi persoalan.

Sekretaris DP2KB Kukar, Sri Lindawati, mengatakan remaja berusia 10–24 tahun yang belum menikah menjadi sasaran program tersebut. PIK-R dikembangkan di lingkungan sekolah maupun masyarakat dengan melibatkan remaja sebagai bagian dari upaya memperluas jangkauan pembinaan.

“Isinya program ini adalah remaja, untuk jadi konselor bagi teman sebayanya,” ungkapnya, Sabtu (17/10/2026).

Menurut Sri, komunikasi dengan teman seusia dapat menjadi alternatif bagi remaja yang belum nyaman menyampaikan persoalan pribadinya kepada orang dewasa. Kondisi tersebut membuat keberadaan konselor sebaya penting untuk mendekatkan akses informasi dan membantu remaja menemukan arahan yang tepat.

“Anak-anak remaja ini kadang-kadang, walaupun ada guru BK di masing-masing sekolah, biasanya ada faktor keengganan, malu, dan sebagainya untuk menyampaikan permasalahannya,” ujarnya.

Untuk menjalankan peran tersebut, pengurus PIK-R yang terpilih akan mendapatkan pembekalan dan pembinaan. Mereka dipersiapkan agar mampu menjadi penghubung informasi di lingkungan pergaulan sekaligus membantu mengarahkan teman yang membutuhkan pendampingan lebih lanjut.

Sri menjelaskan, materi edukasi yang disampaikan melalui PIK-R meliputi pencegahan penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya (NAPZA), seks bebas, serta pernikahan dini.

“Berbagai isu itu menjadi bagian dari pembinaan agar remaja memiliki pemahaman yang memadai dalam menghadapi persoalan selama masa pertumbuhan,” jelasnya.

Sri menegaskan, keterlibatan remaja diharapkan membuat penyampaian edukasi lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari. Informasi yang diterima melalui pembinaan dapat diteruskan kepada teman sebaya sehingga manfaat program tidak terbatas pada kegiatan sosialisasi formal.

“Siapa nanti yang terpilih menjadi pengurus PIK-R di sekolah kita berikan pembekalan, dilakukan pembinaan untuk dia nanti secara masif, secara intens menyampaikan, menyuarakan, menjadi perpanjangan kita,” pungkasnya.

Melalui penguatan PIK-R, DP2KB Kukar berharap remaja memiliki akses informasi yang lebih mudah serta lingkungan pergaulan yang mendukung perilaku sehat. Pendekatan teman sebaya juga diharapkan membantu mendorong remaja lebih terbuka dalam mencari informasi dan bantuan ketika menghadapi persoalan. (Adv)

Loading