
Faktanusa.com, Balikpapan – Operasi Sarang Narkoba yang digelar Polda Kalimantan Timur selama tiga hari berturut-turut di kawasan Gunung Bugis, Kelurahan Baru Ulu, Kecamatan Balikpapan Barat, mendapat dukungan dari pemerintah setempat dan wakil rakyat. Mereka berharap operasi berkelanjutan tersebut mampu memberikan rasa aman kepada masyarakat sekaligus mendorong terwujudnya lingkungan bebas narkoba.
Operasi yang kembali dilaksanakan pada Jumat (16/10/2026) malam itu menjadi perhatian karena kawasan Gunung Bugis selama bertahun-tahun kerap dikaitkan dengan persoalan narkotika. Kehadiran aparat kepolisian bersama unsur pemerintah dan masyarakat diharapkan menjadi langkah nyata untuk memperbaiki kondisi lingkungan, terutama demi melindungi generasi muda dari bahaya penyalahgunaan narkoba.
Camat Balikpapan Barat, Erwin, menyampaikan apresiasi atas langkah Polda Kaltim yang kembali menggelar operasi di kawasan tersebut. Menurutnya, upaya penindakan yang disertai koordinasi dengan pemerintah setempat penting untuk memberikan kenyamanan bagi masyarakat.
“Kami memberikan apresiasi buat Balikpapan, khususnya di Kecamatan Balikpapan Barat, di Kelurahan Baru Ulu, RT 10 ini. Tentunya dengan adanya kegiatan ini dapat memberikan kenyamanan buat warga sendiri, khususnya di Kelurahan Baru Ulu,” ujar Erwin saat ditemui di lokasi.
Ia mengatakan, kawasan Gunung Bugis selama ini sering mendapat sebutan sebagai kampung narkoba. Kondisi tersebut menjadi perhatian bersama sehingga dibutuhkan langkah konkret untuk mencegah aktivitas yang berkaitan dengan penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkotika.
Erwin menegaskan, pemerintah kecamatan akan terus berkoordinasi dengan kepolisian dan pihak kelurahan dalam mendukung upaya menjaga keamanan lingkungan. Menurutnya, sinergi antarlembaga diperlukan agar masyarakat dapat merasakan dampak positif dari kegiatan yang dilakukan aparat.
“Sering disampaikan bahwa Kelurahan Baru Ulu, khususnya RT 10, ini disebut kampung narkoba atau daerah Gunung Bugis. Tentunya kami terus berkoordinasi dengan kepolisian, dan kelurahan juga dapat memberikan rasa nyaman buat warga,” katanya.
Ia berharap upaya tersebut tidak berhenti pada kegiatan operasi, tetapi diikuti langkah berkelanjutan untuk membangun lingkungan yang aman dan kondusif. Dengan koordinasi yang kuat, pemerintah setempat dapat mendukung pencegahan serta meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai bahaya narkotika.
Dukungan juga disampaikan Lurah Baru Ulu, Abas. Ia mengucapkan terima kasih kepada Kapolda Kaltim beserta jajaran kepolisian yang telah melaksanakan operasi pemberantasan narkoba di wilayahnya.
Menurut Abas, langkah penindakan langsung seperti yang dilakukan selama beberapa hari terakhir merupakan hal yang telah lama diharapkan masyarakat. Selama ini, pemerintah kelurahan turut berupaya memberikan sosialisasi mengenai bahaya narkoba, tetapi penanganan persoalan tersebut membutuhkan dukungan aparat penegak hukum.
“Pertama-tama kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Kapolda Kalimantan Timur yang telah melaksanakan kegiatan razia atau operasi dalam hal pemberantasan narkoba di wilayah Kelurahan Baru Ulu,” ujar Abas.
Ia menyebut masyarakat Kelurahan Baru Ulu mengharapkan adanya tindakan nyata untuk menangani persoalan narkotika di kawasan Gunung Bugis. Menurutnya, operasi yang dilaksanakan Polda Kaltim menjadi bentuk keseriusan dalam merespons harapan masyarakat.
“Hal ini yang diharapkan oleh masyarakat sebelum-sebelumnya. Masyarakat Kelurahan Baru Ulu sangat mengharapkan tindakan seperti ini,” katanya.
Abas menjelaskan, pemerintah kelurahan selama ini menjalankan peran melalui sosialisasi kepada masyarakat mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba. Namun, upaya pencegahan tersebut perlu berjalan bersama penegakan hukum agar persoalan narkotika dapat ditangani secara lebih menyeluruh.
Ia berharap operasi kepolisian dapat terus berlanjut sesuai kebutuhan dan hasil evaluasi di lapangan. Dengan begitu, upaya pemberantasan narkoba tidak hanya menjadi kegiatan sesaat, tetapi bagian dari langkah berkesinambungan untuk menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat.
“Mudah-mudahan hal ini bisa berlanjut sehingga dapat mewujudkan wilayah Kelurahan Baru Ulu, khususnya Balikpapan Barat dan Kota Balikpapan secara menyeluruh, menjadi kondusif dan insyaallah zero narkoba,” ucapnya.
Abas juga menegaskan kesiapan pemerintah kelurahan untuk berkoordinasi dengan kepolisian. Pihaknya akan mengikuti arahan lebih lanjut terkait langkah yang perlu dilakukan untuk mendukung penanganan persoalan narkotika di wilayah tersebut.
“Yang jelas kami tidak memberi ruang kepada hal-hal, terutama yang menyangkut masalah narkoba,” tegasnya.
Sementara itu, Anggota DPRD Kota Balikpapan dari Komisi I, Hj. Muliati, turut memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan Operasi Sarang Narkoba di Gunung Bugis. Ia menilai kerja sama antara kepolisian, pemerintah setempat, dan masyarakat merupakan langkah penting dalam menghadapi persoalan narkotika yang telah lama menjadi perhatian.
Sebagai wakil rakyat, Muliati berharap operasi yang telah dilaksanakan selama tiga hari berturut-turut tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Gunung Bugis dan wilayah sekitarnya.
“Alhamdulillah, dengan adanya razia sarang narkoba ini dari Polda Kalimantan Timur, saya sebagai wakil rakyat merasa bersyukur dan memberikan apresiasi yang sebesar-besarnya dengan kerja sama ini,” ujar Muliati.
Ia mengakui kawasan Gunung Bugis telah lama dikenal masyarakat dalam kaitannya dengan persoalan narkotika. Karena itu, ia berharap operasi berulang tersebut menjadi momentum untuk memperkuat upaya pencegahan dan menciptakan lingkungan yang lebih aman.
Menurut Muliati, salah satu hal yang perlu menjadi perhatian bersama adalah perlindungan anak-anak dan generasi muda agar tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba. Lingkungan yang sehat dan aman dinilai penting untuk mendukung tumbuh kembang anak serta masa depan generasi penerus.
“Gunung Bugis sudah terkenal dari beberapa tahun yang lalu. Mudah-mudahan dengan seperti ini, yang ketiga kalinya, bisa memberikan manfaat bagi Gunung Bugis dan sekitarnya, terkhusus di Kecamatan Balikpapan Barat, di Kelurahan Baru Ulu, supaya anak-anak di bawah umur tidak terkena narkoba,” katanya.
Muliati berharap sinergi antara aparat kepolisian, pemerintah, DPRD, dan masyarakat dapat terus diperkuat. Menurutnya, penanganan narkotika memerlukan komitmen bersama, baik melalui penegakan hukum maupun pencegahan sejak dini di lingkungan keluarga dan masyarakat.
Operasi Sarang Narkoba di Gunung Bugis merupakan bagian dari upaya Polda Kaltim menekan peredaran dan penyalahgunaan narkotika. Dalam operasi hari ketiga pada Jumat malam, Direktur Reserse Narkoba Polda Kaltim Kombes Pol Romylus Tamtelahitu menyampaikan bahwa petugas mengamankan 31 orang untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Dari jumlah tersebut, 17 orang dinyatakan positif berdasarkan hasil tes urine.
Romylus juga menyatakan bahwa petugas tidak menemukan barang bukti narkotika saat melakukan penyisiran. Karena itu, penanganan terhadap orang-orang yang diamankan ditentukan berdasarkan hasil pemeriksaan dan prosedur yang berlaku.
Dukungan camat, lurah, dan anggota DPRD diharapkan dapat memperkuat upaya kepolisian dalam membangun lingkungan yang aman. Selain penindakan, sosialisasi, pengawasan lingkungan, dan keberanian masyarakat untuk melaporkan dugaan aktivitas narkotika juga menjadi bagian penting dalam pencegahan.
Bagi pemerintah setempat, harapan mewujudkan kawasan bebas narkoba membutuhkan kerja sama yang konsisten. Operasi kepolisian diharapkan menjadi momentum untuk menghapus stigma negatif terhadap kawasan Gunung Bugis sekaligus membuka ruang bagi masyarakat untuk bersama-sama memperbaiki kondisi lingkungan.
Dengan koordinasi yang berkelanjutan antara kepolisian, pemerintah kecamatan, kelurahan, DPRD, dan masyarakat, upaya menciptakan Balikpapan yang aman serta terbebas dari ancaman narkotika diharapkan dapat berjalan lebih efektif. Perlindungan anak dan generasi muda pun menjadi salah satu tujuan penting dari upaya bersama tersebut.
Penulis : Shinta Setyana
![]()

