
Faktanusa.com, KUTAI KARTANEGARA – Pembaruan data menjadi perhatian Pemerintah Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), dalam memperkuat upaya pencegahan stunting. Kecamatan berencana mengoordinasikan tiga puskesmas yang berada di wilayahnya untuk mendapatkan gambaran terbaru mengenai kondisi di lapangan sekaligus mengevaluasi langkah penanganan yang telah berjalan.
Camat Loa Janan, Hery Rusnadi, mengatakan pertemuan tersebut akan melibatkan Puskesmas Loa Duri, Puskesmas Loa Janan, dan Puskesmas Batuah. Jadwal rapat masih disusun dan bakal segera ditetapkan untuk memperoleh data terbaru di Kecamatan Loa Janan.
“Kami akan menjadwalkan pertemuan dengan tiga puskesmas untuk membahas perkembangan penanganan stunting. Dari koordinasi itu, kami ingin mengetahui kondisi terkini dan langkah apa saja yang perlu diperkuat,” ujarnya, Jumat (16/10/2026)
Menurut Hery, informasi terbaru diperlukan agar perencanaan program tidak hanya mengacu pada kegiatan yang sudah dilaksanakan. Data dari masing-masing puskesmas diharapkan membantu mengidentifikasi kebutuhan pelayanan, kelompok yang memerlukan perhatian, serta kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan program.
Ia menilai, evaluasi berkala juga penting untuk memastikan upaya pencegahan berjalan sesuai kebutuhan masyarakat. Dengan mengetahui perkembangan di setiap wilayah kerja puskesmas, pihak terkait dapat menentukan tindak lanjut secara lebih terarah.
“Program yang berjalan perlu terus dievaluasi. Kami harus mengetahui apa yang sudah dilakukan, bagaimana perkembangannya, dan bagian mana yang masih perlu diperbaiki agar upaya pencegahan lebih efektif,” katanya.
Selain melalui layanan puskesmas, pencegahan stunting di Loa Janan turut dilakukan lewat kegiatan posyandu di desa-desa. Posyandu menjadi sarana pemantauan pertumbuhan balita sekaligus tempat orang tua memperoleh informasi mengenai kesehatan ibu dan anak.
Hery menekankan pentingnya menghubungkan pemantauan di posyandu dengan layanan kesehatan agar anak yang membutuhkan pemeriksaan atau penanganan lanjutan dapat memperoleh tindak lanjut yang sesuai.
“Peran kader, pemerintah desa, tenaga kesehatan, dan keluarga pun diperlukan untuk mendukung keberlanjutan upaya intervensi stunting,” jelas Hery
Ia berharap koordinasi dengan tiga puskesmas dapat memperkuat sinergi lintas sektor sekaligus menjadi dasar dalam menentukan prioritas program berikutnya. Namun, angka terbaru stunting di Kecamatan Loa Janan belum dapat disampaikan karena masih memerlukan pembaruan dan konfirmasi data dari pihak terkait.
“Yang ingin kami capai adalah upaya pencegahan stunting yang lebih terarah. Karena itu, data harus terus diperbarui dan koordinasi antarpihak diperkuat supaya langkah yang diambil benar-benar sesuai dengan kondisi masyarakat,” pungkasnya. (Adv)
![]()

