Faktanusa.com, BALIKPAPAN – Sebanyak 422 siswa SMP, SMA dan SMK Kartika V-1 Balikpapan mengikuti Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) Tahun Ajaran 2026/2027. Kegiatan ini menjadi salah satu sarana pembentukan karakter dan jiwa kepemimpinan generasi muda sejak bangku sekolah.

LDKS tersebut secara resmi dibuka oleh Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Krido Pramono, S.H., M.Si., dalam upacara yang berlangsung di Lapangan Upacara Makodam VI/Mulawarman, Jalan Jenderal Sudirman No. 17, Kelurahan Telaga Sari, Kecamatan Balikpapan Kota, Sabtu (26/9/2026).

Kegiatan mengusung tema “Membentuk Jiwa Kepemimpinan yang Berbudi Luhur, Disiplin, Cinta Tanah Air, Cerdas dan Terampil untuk Indonesia Maju”.

Dari total 422 peserta, sebanyak 349 merupakan siswa laki-laki dan 73 siswa perempuan. Mereka akan mengikuti rangkaian pembekalan dan pelatihan selama dua hari dengan materi yang diarahkan untuk membangun kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama serta wawasan kebangsaan.

Dalam amanatnya, Pangdam VI/Mulawarman menegaskan bahwa generasi muda memiliki posisi penting dalam menentukan masa depan bangsa. Siswa yang saat ini masih berada di bangku sekolah merupakan bagian dari generasi yang nantinya akan melanjutkan estafet pembangunan dan kepemimpinan Indonesia.

Karena itu, menurutnya, proses pendidikan tidak cukup hanya mengejar prestasi akademik. Generasi muda juga perlu memiliki karakter yang kuat, kedisiplinan, ketangguhan fisik dan mental, integritas, rasa tanggung jawab serta kemampuan bekerja sama dengan orang lain.

“Sebagai calon pemimpin bangsa, generasi muda perlu memiliki karakter kepemimpinan, tanggung jawab, integritas dan kemampuan bekerja sama,” ujar Pangdam.

Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Krido Pramono, S.H., M.Si

Ia menyampaikan, kepemimpinan bukan hanya berkaitan dengan kemampuan seseorang dalam memimpin orang lain. Lebih dari itu, kepemimpinan juga berkaitan dengan kemampuan mengendalikan diri, bertanggung jawab atas setiap tindakan, disiplin menjalankan kewajiban serta mampu mengambil keputusan dengan mempertimbangkan kepentingan bersama.

Nilai-nilai tersebut, lanjutnya, perlu dibangun sejak dini sehingga siswa memiliki bekal yang cukup ketika menghadapi berbagai tantangan di masa depan.

Menurut Pangdam, LDKS menjadi momentum yang tepat untuk menanamkan nilai-nilai tersebut melalui kegiatan yang bersifat edukatif sekaligus praktis.

Selama mengikuti kegiatan, para siswa mendapatkan berbagai pembekalan, mulai dari wawasan kebangsaan, kerja sama tim, Peraturan Baris-Berbaris (PBB), kedisiplinan, tanggung jawab hingga pengetahuan dan keterampilan yang mendukung kemampuan kepemimpinan.

Melalui kegiatan tersebut, siswa tidak hanya mendapatkan materi secara teori, tetapi juga dilatih untuk bekerja sama, mengikuti aturan, membangun komunikasi dan menyelesaikan berbagai kegiatan secara bersama-sama.

Pangdam berharap para peserta dapat memanfaatkan seluruh rangkaian LDKS dengan sungguh-sungguh. Menurutnya, kesempatan mengikuti pelatihan kepemimpinan di lingkungan pendidikan perlu digunakan untuk membangun kebiasaan positif yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Manfaatkan kegiatan LDKS selama dua hari ini dengan sebaik-baiknya untuk belajar menjadi pemimpin yang baik, berdisiplin dan memiliki dedikasi yang tinggi untuk mencapai hasil yang terbaik,” pesannya kepada para peserta.

Usai upacara pembukaan, Pangdam VI/Mulawarman melanjutkan kegiatan dengan memberikan pembekalan materi wawasan kebangsaan dan kepemimpinan kepada para siswa di Aula Makodam VI/Mulawarman.

Dalam kesempatan tersebut, Pangdam mendorong para siswa untuk memiliki cita-cita tinggi dan tidak membatasi diri dalam mengembangkan kemampuan.

Generasi muda, menurutnya, perlu terus memperluas wawasan, meningkatkan ilmu pengetahuan dan mengembangkan keterampilan agar mampu menghadapi perubahan yang semakin cepat.

Pangdam juga mengajak siswa untuk tidak hanya bercita-cita menjadi pengguna berbagai kemajuan yang dihasilkan bangsa, tetapi juga mempersiapkan diri agar kelak mampu menjadi pemilik, pengelola serta pengambil keputusan dalam mengelola kekayaan dan sumber daya alam Indonesia.

Pesan tersebut disampaikan sebagai bagian dari upaya mendorong generasi muda agar memiliki kepercayaan diri dan kemampuan untuk berperan lebih besar dalam pembangunan bangsa.

Di sisi lain, perkembangan teknologi informasi dan media sosial juga menjadi perhatian Pangdam dalam pembekalan tersebut.

Para siswa diingatkan agar tidak mudah menerima dan menyebarkan informasi yang belum diketahui kebenarannya. Arus informasi yang begitu cepat harus diimbangi dengan kemampuan menyaring informasi secara bijak.

“Jangan mudah terprovokasi, jangan mudah terpengaruh informasi yang belum jelas kebenarannya. Tetap fokus pada pendidikan, tingkatkan ilmu pengetahuan, bangun karakter dan persiapkan diri untuk menjadi generasi penerus bangsa,” tegasnya.

Pangdam juga menekankan pentingnya penerapan nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari. Para siswa diminta menjadikan Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai landasan dalam kehidupan bermasyarakat.

Menurutnya, keberagaman yang dimiliki Indonesia merupakan bagian dari kekayaan bangsa yang harus dijaga bersama.

Perbedaan suku, agama, budaya, bahasa maupun daerah asal tidak seharusnya menjadi alasan untuk memecah persatuan. Sebaliknya, keberagaman tersebut perlu disikapi dengan saling menghormati dan menghargai.

Nilai persatuan juga dapat dimulai dari lingkungan terdekat, termasuk sekolah. Siswa dapat membangun kebersamaan dengan menghormati teman, tidak melakukan perundungan, menghargai perbedaan pendapat dan membantu sesama.

Dalam pembekalan tersebut, Pangdam turut mengingatkan bahwa bela negara tidak selalu diwujudkan melalui profesi sebagai prajurit TNI.

Bagi generasi muda, bela negara dapat dilakukan melalui berbagai tindakan sederhana yang memberikan manfaat bagi lingkungan.

Belajar dengan sungguh-sungguh, menaati orang tua dan guru, menjaga nama baik sekolah, menghormati teman, menghargai perbedaan, membantu sesama serta membiasakan diri melakukan hal-hal positif merupakan bagian dari bentuk kontribusi generasi muda bagi bangsa.

“Jadilah generasi yang bermanfaat bagi bangsa dan negara. Tanamkan dalam diri kalian cinta tanah air, jaga persatuan, hormati perbedaan, rajin belajar dan terus berusaha meraih cita-cita,” pesan Pangdam.

Pangdam berharap nilai-nilai yang diperoleh selama LDKS tidak hanya diterapkan selama kegiatan berlangsung. Para siswa diharapkan membawa pengalaman tersebut ke lingkungan sekolah, keluarga dan masyarakat.

Kedisiplinan, misalnya, dapat diterapkan dengan menaati tata tertib sekolah dan menyelesaikan kewajiban tepat waktu. Sementara kemampuan bekerja sama dapat diterapkan melalui kegiatan belajar kelompok maupun aktivitas organisasi di sekolah.

Demikian pula dengan rasa tanggung jawab dan kepedulian terhadap sesama yang dapat diwujudkan melalui berbagai kegiatan positif di lingkungan masing-masing.

Pembukaan LDKS tersebut turut dihadiri Kasdam VI/Mulawarman Brigjen TNI Andy Setyawan, S.Sos., M.I.P., Irdam VI/Mulawarman Brigjen TNI Unang Sudargo, S.H., M.M., Kapok Sahli Pangdam VI/Mulawarman Brigjen TNI Deni Sukwara, S.E., M.Si., Asrendam VI/Mulawarman Kolonel Inf Sukur Hermanto, para Asisten Kasdam dan Pamen Sahli Pangdam VI/Mulawarman.

Turut hadir LO TNI AL, Dandim 0905/Balikpapan, Dandodikjur Rindam VI/Mulawarman, Ketua dan jajaran Persit KCK PD VI/Mulawarman, pengurus Yayasan Kartika Jaya Cabang V Mulawarman, para kepala sekolah, guru pendamping, pelatih, pengajar serta unsur pendukung kegiatan.

Kegiatan LDKS SMP, SMA dan SMK Kartika V-1 Balikpapan dilaksanakan selama dua hari dengan rangkaian pembekalan dan pelatihan yang dirancang untuk membentuk siswa berkarakter, disiplin, bertanggung jawab serta memiliki wawasan kebangsaan.

Melalui kegiatan tersebut, para siswa diharapkan mampu mengembangkan jiwa kepemimpinan sekaligus memiliki bekal untuk menghadapi tantangan pendidikan dan kehidupan di masa mendatang.

Pembentukan karakter sejak usia sekolah menjadi bagian penting agar generasi muda tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga mampu bekerja sama, menghormati perbedaan, menjaga persatuan dan memberikan kontribusi positif bagi keluarga, sekolah, masyarakat serta bangsa dan negara. (**)

Pendam VI/Mlw.

Loading