Faktanusa.com, Balikpapan – Prajurit Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-Malaysia dari Yonkav 13/Satya Lembuswana dan Yonarmed 4/Parahyangan resmi menyelesaikan tugas operasi pengamanan perbatasan darat tahun 2026.

Berakhirnya masa penugasan tersebut ditandai dengan upacara pelepasan Satgas Pamtas yang dipimpin Kepala Staf Kodam (Kasdam) VI/Mulawarman, Brigjen TNI Andy Setyawan, di Balikpapan, Senin (5/10/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Kasdam menyampaikan apresiasi kepada seluruh prajurit yang telah menjalankan tugas selama kurang lebih satu tahun di wilayah terdepan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Andy mengatakan tugas pengamanan perbatasan merupakan tanggung jawab besar karena prajurit berhadapan langsung dengan garis kedaulatan negara. Karena itu, pengalaman selama berada di wilayah perbatasan harus menjadi bekal untuk meningkatkan profesionalisme dan kesiapsiagaan prajurit.

“Terima kasih atas dedikasi dan pelaksanaan tugas operasi pengamanan perbatasan darat RI-Malaysia yang telah dilaksanakan secara profesional, sehingga berjalan dengan baik, aman, dan lancar,” ujar Andy.

Menurutnya, selama melaksanakan tugas, prajurit telah menunjukkan sikap profesional dengan tetap berpegang teguh pada Sapta Marga, Sumpah Prajurit, serta Delapan Wajib TNI. Selain itu, prajurit juga dituntut menghormati norma sosial dan kearifan masyarakat yang berada di wilayah perbatasan.

Andy menilai keberhasilan penugasan tidak hanya diukur dari aspek keamanan, tetapi juga dari kemampuan prajurit menjaga hubungan baik dengan masyarakat setempat.

Salah satu capaian yang diapresiasi adalah tidak adanya pelanggaran hukum maupun Hak Asasi Manusia (HAM) yang dilakukan personel selama menjalankan tugas.

Menurut Andy, kondisi tersebut menunjukkan bahwa prajurit mampu menjalankan tugas pengamanan sekaligus menjaga kehormatan institusi TNI di tengah masyarakat.

“Keberadaan kalian sebagai pasukan pengamanan perbatasan merupakan efek tangkal bagi pihak mana pun yang ingin merongrong kedaulatan dan keutuhan wilayah NKRI,” tegasnya.

Setelah menyelesaikan tugas operasi, Andy menginstruksikan seluruh prajurit segera melaksanakan konsolidasi dan menyesuaikan diri kembali dengan lingkungan satuan atau homebase.

Ia menekankan agar disiplin dan tata tertib keprajuritan tetap menjadi prioritas dalam setiap pelaksanaan tugas setelah kembali ke satuan.

Selain personel, perhatian juga diberikan terhadap kesiapan materiil yang digunakan selama operasi. Kasdam meminta seluruh perlengkapan dan peralatan operasi diinventarisasi secara menyeluruh serta dipertanggungjawabkan sesuai ketentuan.

“Laksanakan kegiatan pemeliharaan cegah sebelum penggudangan agar peralatan tersebut tetap siap digunakan dalam penugasan di masa mendatang,” perintahnya.

Khusus bagi personel Yonarmed 4/Parahyangan yang masih harus menempuh perjalanan laut menuju satuan induk, Andy mengingatkan agar faktor keselamatan menjadi perhatian utama.

Ia meminta seluruh unsur yang terlibat dalam pergeseran pasukan atau serpas memastikan keselamatan personel sekaligus keamanan materiil selama perjalanan.

Andy menegaskan, selesainya tugas operasi bukan berarti pengalaman yang diperoleh selama berada di perbatasan berhenti begitu saja. Pengalaman tersebut harus menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki kemampuan individu maupun satuan.

Ia berharap berbagai dinamika yang dihadapi selama bertugas dapat menjadi pembelajaran dalam menghadapi tantangan penugasan berikutnya.

“Jadikan pengalaman selama di daerah penugasan sebagai bahan evaluasi bagi peningkatan profesionalisme keprajuritan maupun pengembangan satuan dalam menghadapi tugas-tugas di masa depan,” pungkasnya.

Pendam VI/Mlw.

Loading