
Faktanusa.com, Balikpapan — Dinas Kesehatan Kota Balikpapan menggelar gerakan Posyandu serentak sekaligus pemberian Vitamin A bagi bayi dan balita pada Sabtu, 8 Agustus 2026. Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan cakupan pelayanan kesehatan bayi dan balita sekaligus memastikan tumbuh kembang anak terpantau secara optimal.
Pelaksanaan kegiatan dipusatkan di sejumlah Posyandu yang tersebar di wilayah Kota Balikpapan. Salah satunya berlangsung di Posyandu wilayah RT 01, Kelurahan Mekar Sari, Kecamatan Balikpapan Tengah, yang berada dalam wilayah kerja Puskesmas Mekar Sari.
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, drg. Musafira Akil Ali, M.Kes, beserta jajaran. Hadir pula Kepala Puskesmas Mekar Sari, drg. Lily Anggraini, bersama jajaran serta kader Posyandu dari RT 01, RT 02, RT 03, dan RT 04 Mekar Sari.
Ketua Posyandu Mekar Berseri 01, Elda Nirwanalia, mengatakan kegiatan Posyandu serentak menjadi momentum penting untuk mengajak orang tua lebih aktif membawa anak ke Posyandu. Menurutnya, pelayanan Posyandu bukan hanya sebatas penimbangan, tetapi juga menjadi sarana pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak secara berkala.
“Kami mengajak seluruh orang tua, khususnya yang memiliki bayi dan balita, untuk memanfaatkan pelayanan Posyandu secara rutin. Melalui kegiatan ini, tumbuh kembang anak bisa dipantau dan apabila ditemukan masalah sejak dini, dapat segera ditindaklanjuti bersama petugas kesehatan,” ujar Elda.

Ia menambahkan, keterlibatan kader dan dukungan masyarakat menjadi bagian penting agar seluruh sasaran Posyandu dapat terlayani.
Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, drg. Musafira Akil Ali, M.Kes, menjelaskan gerakan Posyandu serentak digelar untuk meningkatkan capaian D/S, yakni persentase balita yang datang dan ditimbang di Posyandu dibandingkan dengan jumlah seluruh balita yang ada di wilayah tersebut.
Menurutnya, peningkatan cakupan D/S sangat penting karena pada tahun 2026 akan dilakukan survei gizi nasional yang salah satunya akan memberikan gambaran mengenai kondisi status gizi dan stunting di daerah.
“Gerakan serentak Posyandu dan pemberian Vitamin A ini kita lakukan untuk meningkatkan capaian D/S Posyandu. Tahun ini akan dilakukan Survei Status Gizi Indonesia yang nantinya turut menentukan gambaran status gizi dan angka stunting di Kota Balikpapan,” jelas Musafira.
Ia mengungkapkan, cakupan D/S di Balikpapan saat ini masih berada di kisaran 50 persen. Artinya, masih terdapat sekitar separuh bayi dan balita yang belum terdeteksi melalui pengukuran dan penimbangan rutin di Posyandu.
Kondisi tersebut dinilai menjadi tantangan karena data hasil penimbangan di Posyandu menjadi salah satu dasar penting bagi pemerintah dalam memetakan kondisi gizi masyarakat.

“Kalau D/S kita masih rendah, data yang kita miliki belum menggambarkan keseluruhan bayi dan balita di Balikpapan. Karena itu kita berharap melalui gerakan ini capaiannya bisa meningkat, minimal 90 persen,” katanya.
Musafira menegaskan, data yang diperoleh melalui pelayanan Posyandu akan membantu pemerintah menentukan kebijakan dan langkah tindak lanjut apabila ditemukan anak dengan status gizi buruk, gizi kurang maupun indikasi stunting.
Selain meningkatkan cakupan penimbangan, pemberian Vitamin A menjadi bagian penting dari kegiatan Posyandu serentak yang dilaksanakan pada Agustus. Pemberian Vitamin A ditujukan untuk membantu memenuhi kebutuhan vitamin anak sekaligus mencegah gangguan kesehatan akibat kekurangan vitamin A.
Kepala Puskesmas Mekar Sari, drg. Lily Anggraini, mengatakan seluruh Posyandu di Kelurahan Mekar Sari turut melaksanakan kegiatan tersebut. Berdasarkan pendataan, terdapat sekitar 19 Posyandu yang melakukan pelayanan secara serentak.
“Pada 8 Agustus ini seluruh Posyandu di Kelurahan Mekar Sari mengadakan kegiatan Posyandu yang dirangkai dengan pemberian Vitamin A. Ada sekitar 19 Posyandu yang hari ini melaksanakan kegiatan tersebut,” ungkap Lily.
Ia berharap seluruh bayi dan balita di wilayah Kelurahan Mekar Sari mendapatkan Vitamin A sekaligus mengikuti penimbangan dan pemantauan pertumbuhan.
Menurutnya, pemberian Vitamin A penting dilakukan untuk membantu mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat kekurangan vitamin A, termasuk gangguan penglihatan.

“Harapan saya seluruh bayi dan balita mendapatkan Vitamin A, sekaligus meningkatkan capaian D/S di Posyandu. Target kami tentu 100 persen,” tegasnya.
Untuk menjangkau anak yang belum hadir pada pelayanan Posyandu serentak, pihak Puskesmas bersama kader masih memberikan kesempatan melalui kegiatan sweeping hingga 13 Agustus 2026.
Upaya tersebut dilakukan agar tidak ada bayi maupun balita yang terlewat dari pemberian Vitamin A dan pemantauan pertumbuhan.
Lily mengatakan kader Posyandu juga melakukan inovasi dengan mendatangi langsung rumah warga melalui program “ketok timbang”. Cara tersebut dilakukan untuk menjangkau orang tua yang tidak sempat membawa anaknya ke Posyandu.
“Bagi yang mungkin tidak sempat mengantar anaknya ke Posyandu, rekan-rekan kader memiliki inovasi dengan ketok timbang. Jadi, kami datang ke rumah untuk melakukan penimbangan,” ujarnya.
Di sisi lain, Musafira berharap dukungan masyarakat terhadap keberadaan Posyandu terus diperkuat. Menurutnya, kader merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat dan memiliki peran penting dalam mendukung program pemerintah, termasuk upaya menurunkan angka stunting.
Ia juga menyoroti pentingnya peningkatan kompetensi kader Posyandu. Sebab, masih terdapat kader yang belum memperoleh pelatihan maupun kader baru akibat adanya pergantian personel.
Dinas Kesehatan, lanjutnya, sebenarnya telah mengalokasikan anggaran untuk pelatihan kader. Namun, kondisi efisiensi keuangan daerah membuat pelaksanaan pelatihan perlu disesuaikan.
“Kita berharap ke depan kompetensi kader terus ditingkatkan. Masih banyak kader yang belum memperoleh pelatihan, sementara ada juga kader yang sudah dilatih tetapi kemudian terjadi pergantian. Tahun ini sebenarnya sudah dianggarkan pelatihan kader, tetapi karena kondisi keuangan daerah dan efisiensi, kemungkinan pelaksanaannya disesuaikan, termasuk kemungkinan dilakukan secara daring,” pungkasnya.
Selain pelayanan bagi bayi dan balita, kegiatan Posyandu serentak di Kelurahan Mekar Sari juga dirangkai dengan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat, berupa pengecekan tekanan darah (tensi) dan pemeriksaan darah.
Layanan tersebut mendapat perhatian dari warga yang hadir. Pemeriksaan dilakukan sebagai bagian dari upaya deteksi dini kondisi kesehatan masyarakat, sehingga warga dapat mengetahui kondisi kesehatannya dan memperoleh informasi awal apabila ditemukan hasil pemeriksaan yang perlu ditindaklanjuti.
Dengan adanya layanan tersebut, kegiatan Posyandu tidak hanya menjadi tempat pemantauan tumbuh kembang bayi dan balita, tetapi juga menjadi ruang pelayanan kesehatan masyarakat secara lebih luas. Kader bersama petugas kesehatan turut mengajak warga memanfaatkan fasilitas pemeriksaan yang tersedia secara gratis.
Rangkaian pelayanan ini sekaligus memperlihatkan peran Posyandu sebagai layanan kesehatan berbasis masyarakat yang semakin diperluas, tidak hanya berfokus pada penimbangan balita, tetapi juga mendukung upaya promotif dan preventif bagi masyarakat di tingkat lingkungan.
Penulis : Shinta Setyana
![]()


