Faktanusa.com, Balikpapan — Ketua I Bidang Organisasi KONI Balikpapan, Andi Welly, menyatakan menolak pengunduran diri Malvin Ardento dari jabatan Bendahara Umum KONI Balikpapan.

Sikap tersebut disampaikan Andi Welly setelah Malvin menyatakan mundur dalam Rapat Kerja Kota (Rakerkot) KONI Balikpapan yang digelar di Hotel Grand Tiga Mustika, Sabtu (8/8/2026).

Pengunduran diri Malvin mencuat setelah salah satu perwakilan cabang olahraga mempertanyakan persoalan rangkap jabatan dalam struktur kepengurusan KONI Balikpapan.

Pertanyaan tersebut mengacu pada AD/ART KONI Pasal 29 yang mengatur larangan rangkap jabatan bagi Ketua Umum, Sekretaris, dan Bendahara KONI pada setiap tingkatan dengan jabatan pada organisasi keolahragaan lainnya.

Malvin diketahui saat ini juga menjabat sebagai Ketua Pengurus Provinsi Indonesia Cycling Federation (ICF) Kalimantan Timur periode 2026–2030.

Setelah persoalan tersebut disampaikan dalam forum Rakerkot, Malvin memilih mengundurkan diri dari posisi Bendahara Umum KONI Balikpapan.

Malvin menyampaikan keputusan itu diambil agar dirinya dapat lebih fokus menjalankan tanggung jawab dan mengembangkan olahraga sepeda di Kalimantan Timur.

Namun, keputusan tersebut langsung mendapat penolakan dari Andi Welly. Ia menilai keberadaan Malvin masih dibutuhkan dalam kepengurusan KONI Balikpapan, terutama karena organisasi tengah menghadapi sejumlah agenda strategis olahraga.

Salah satunya adalah persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Timur yang akan digelar di Kabupaten Paser.

“Secara organisasi, saya menyampaikan penolakan atas pengunduran diri Malvin Ardento. Kami masih membutuhkan beliau. Pengalaman, kemampuan, dan kontribusinya masih sangat penting bagi KONI Balikpapan,” kata Andi Welly.

Menurutnya, penolakan tersebut bukan semata-mata upaya untuk mempertahankan seseorang dalam sebuah jabatan. Sikap itu lebih didasarkan pada kebutuhan organisasi terhadap sumber daya manusia yang dinilai masih memiliki kontribusi penting.

“Ini bukan persoalan mempertahankan jabatan seseorang. Ini tentang kepentingan organisasi. Kalau masih dibutuhkan dan masih mampu menjalankan amanah, tentu kami berharap Malvin Ardento tetap bersama-sama membangun KONI Balikpapan,” ujarnya.

Andi Welly mengatakan, KONI Balikpapan saat ini membutuhkan soliditas seluruh jajaran pengurus untuk memastikan program organisasi berjalan sesuai dengan rencana.

Terlebih, persiapan menghadapi Porprov Kaltim di Kabupaten Paser membutuhkan koordinasi yang kuat antara pengurus KONI, cabang olahraga, atlet, dan seluruh pihak terkait.

Di sisi lain, Sekretaris Umum KONI Balikpapan, H. Syarifuddin, juga menyampaikan pandangan serupa. Ia menilai kontribusi Malvin selama ini masih dibutuhkan, khususnya dalam mendukung kelancaran administrasi dan pengelolaan organisasi.

Menurutnya, keputusan pengunduran diri merupakan hak yang dapat disampaikan dalam forum organisasi. Namun, ia berharap Malvin mempertimbangkan kembali keputusan tersebut dengan melihat kebutuhan KONI Balikpapan saat ini.

“Pada prinsipnya, kami menghargai setiap keputusan yang diambil dalam forum organisasi. Tetapi kami juga berharap Malvin mempertimbangkan kembali pengunduran dirinya. KONI Balikpapan masih membutuhkan tenaga, pikiran, dan pengalaman beliau,” kata H. Syarifuddin.

Ia menegaskan, persoalan rangkap jabatan tetap harus diselesaikan dengan mengacu pada ketentuan AD/ART KONI. Namun, penyelesaiannya diharapkan dilakukan melalui mekanisme organisasi yang tepat sehingga tidak mengganggu jalannya program kerja.

“Kita harus melihat kepentingan organisasi secara utuh. Ketentuan organisasi tetap menjadi pedoman, tetapi penyelesaiannya harus dilakukan melalui mekanisme yang tepat agar tidak mengganggu roda organisasi dan program yang sedang berjalan,” ujarnya.

Andi Welly juga menegaskan bahwa KONI Balikpapan tidak mengabaikan aturan mengenai rangkap jabatan. Ketentuan yang tertuang dalam AD/ART tetap menjadi dasar dalam menentukan langkah organisasi.

Menurutnya, persoalan tersebut dapat dibahas dan diselesaikan secara organisatoris tanpa harus mengorbankan kebutuhan organisasi yang tengah menjalankan berbagai agenda penting.

“Dalam kondisi KONI yang sedang menghadapi agenda-agenda penting, kita membutuhkan soliditas, bukan kekosongan. Karena itu, saya berharap Malvin Ardento mempertimbangkan kembali keputusannya dan tetap bersama-sama menyelesaikan amanah organisasi,” tegasnya.

Ia berharap dinamika yang muncul dalam Rakerkot tidak berkembang menjadi persoalan yang mengganggu kinerja KONI Balikpapan. Menurutnya, setiap perbedaan pandangan seharusnya menjadi bagian dari proses organisasi untuk mencari solusi terbaik.

Apalagi, tahapan persiapan menuju Porprov Kaltim di Kabupaten Paser terus berjalan. KONI Balikpapan dituntut memastikan pembinaan atlet, kesiapan cabang olahraga, administrasi, hingga kebutuhan teknis lainnya dapat berjalan secara maksimal.

“Jabatan itu bisa diselesaikan melalui mekanisme organisasi. Yang tidak boleh terganggu adalah keberlangsungan kerja KONI Balikpapan dan persiapan atlet menuju Porprov,” pungkas Andi Welly.

Dengan demikian, keputusan akhir terkait pengunduran diri Malvin Ardento masih menunggu proses dan mekanisme organisasi KONI Balikpapan. Dinamika tersebut diharapkan dapat diselesaikan secara internal dengan tetap mengedepankan aturan organisasi serta kepentingan pembinaan olahraga dan prestasi atlet Balikpapan. (SS/**)

Loading