
Faktanusa.com, KUTAI KARTANEGARA – Keberadaan penyuluh pertanian menjadi salah satu unsur penting dalam mendorong kemajuan sektor pertanian di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Tidak hanya mendampingi petani dalam kegiatan budidaya, penyuluh juga berperan menjembatani kebutuhan petani dengan program dan kebijakan pemerintah daerah.
Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kukar, Mohammad Rifani, menjelaskan bahwa penyuluh memiliki posisi strategis karena berhubungan langsung dengan petani di wilayah kerja masing-masing. Kedekatan tersebut membuat mereka memahami kondisi kelompok tani, perkembangan usaha pertanian, hingga berbagai kendala yang dihadapi masyarakat.
“Penyuluh ini menjadi ujung tombak kami di lapangan. Mereka berkomunikasi langsung dengan petani, sehingga perkembangan kegiatan pertanian di masing-masing wilayah bisa lebih cepat diketahui,” ujar Rifani, Selasa (3/11/2026).
Peran penyuluh tidak sebatas menyampaikan informasi dari pemerintah kepada kelompok tani. Mereka juga mendampingi petani dalam menjalankan kegiatan pertanian, memberikan pemahaman mengenai teknik budidaya, serta membantu mengidentifikasi kebutuhan yang perlu mendapat perhatian Distanak.
Melalui pendampingan tersebut, pemerintah daerah dapat memperoleh gambaran lebih jelas mengenai kondisi pertanian di tingkat lapangan. Informasi dari penyuluh juga menjadi bahan untuk menentukan program yang sesuai dengan kebutuhan petani, mulai dari pengembangan budidaya hingga pemenuhan sarana dan prasarana.
“Tidak mungkin semua persoalan pertanian diketahui hanya dari kantor. Kami membutuhkan informasi dari penyuluh yang setiap hari berinteraksi dengan petani dan mengetahui langsung kondisi di wilayahnya,” jelasnya.
Rifani menilai komunikasi antara penyuluh dan kelompok tani harus terus diperkuat. Sebab, keberhasilan program pertanian tidak hanya ditentukan oleh kebijakan pemerintah, tetapi juga bagaimana program tersebut diterapkan dan memberikan manfaat bagi petani.
Penyuluh juga diharapkan mampu mendorong petani agar lebih aktif mengembangkan usaha taninya. Pendampingan yang berkelanjutan diperlukan supaya petani tidak hanya menjalankan kegiatan produksi secara rutin, tetapi juga memiliki pemahaman mengenai pengelolaan pertanian yang lebih baik.
“Petani perlu didampingi, mulai dari bagaimana mengelola kegiatan budidaya sampai menyampaikan kebutuhan mereka. Penyuluh menjadi penghubung agar komunikasi antara petani dan pemerintah bisa berjalan,” katanya.
Di sisi lain, keberadaan penyuluh membantu Distanak dalam memetakan potensi serta persoalan pertanian di berbagai kecamatan. Setiap wilayah memiliki karakteristik dan kebutuhan berbeda, sehingga informasi yang dihimpun dari lapangan diperlukan agar pembinaan tidak dilakukan dengan pendekatan yang seragam.
“Setiap wilayah tentu memiliki kondisi dan potensi masing-masing. Karena itu, penyuluh harus memahami wilayah binaannya sehingga pendampingan yang diberikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan petani,” tegas Rifani.
Distanak Kukar pun menempatkan penyuluh sebagai bagian penting dalam upaya memperkuat pembangunan pertanian daerah. Dengan koordinasi yang baik antara penyuluh, kelompok tani, dan pemerintah, berbagai program diharapkan dapat berjalan lebih efektif serta mendorong peningkatan kapasitas petani.
“Intinya, penyuluh harus terus hadir mendampingi petani. Mereka merupakan bagian penting dari pembangunan pertanian karena berhubungan langsung dengan masyarakat yang menjalankan kegiatan pertanian,” pungkasnya. (Adv)
![]()

