
Faktanusa.com, KUTAI KARTANEGARA – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menilai pembangunan daerah membutuhkan kesamaan arah antara pemerintah dan masyarakat. Perbedaan kepentingan maupun pandangan dinilai tetap dapat berjalan selama seluruh pihak memiliki ruang untuk mencari titik temu bagi kepentingan pembangunan daerah.
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri mengatakan pemerintah tidak dapat menjalankan pembangunan secara sendiri. Keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting untuk memastikan kebijakan yang dijalankan pemerintah memiliki dukungan dan dapat diterapkan secara bersama.
“Pembangunan ini tidak bisa hanya dilakukan oleh pemerintah. Keberhasilannya sangat bergantung pada bagaimana pemerintah dan masyarakat bisa berjalan bersama,” kata Aulia, Rabu (30/9/2026).
Menurutnya, tantangan pembangunan Kukar yang mencakup wilayah luas dan kebutuhan masyarakat yang beragam membutuhkan koordinasi yang kuat. Pemerintah, masyarakat, dunia usaha, serta unsur lainnya perlu memiliki komunikasi agar program yang dijalankan tidak berjalan sendiri-sendiri.
Aulia menekankan pentingnya kesatuan arah tersebut dalam menjalankan pembangunan. Ia menyebut perbedaan pandangan merupakan hal yang wajar, tetapi tidak boleh membuat tujuan pembangunan daerah kehilangan arah.
“Kalau kita ingin Kutai Kartanegara ini besar, kita harus kompak, harus satu irama,” ujarnya.
Kesamaan arah, menurut Aulia, bukan berarti seluruh pihak harus memiliki pandangan yang identik. Justru perbedaan dapat menjadi bagian dari proses mencari kebijakan yang lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
“Boleh kita berbeda, boleh kita punya pandangan masing-masing. Tetapi pada akhirnya kita harus duduk bersama dan mencari jalan yang terbaik untuk Kutai Kartanegara,” katanya.
Prinsip tersebut menjadi penting ketika pemerintah menghadapi berbagai keterbatasan dalam pembangunan, termasuk kemampuan fiskal. Dengan sumber daya yang harus dikelola secara selektif, koordinasi antarpihak dibutuhkan agar setiap program memiliki sasaran yang jelas dan tidak berjalan secara terpisah.
Bupati mengaitkan semangat perayaan HUT-244 Tenggarong dengan kebutuhan Kukar untuk membangun dengan semangat kebersamaan, sehingga pemerintah dan masyarakat memiliki posisi sebagai bagian dari proses pembangunan.
“Kalau kita satu langkah, satu irama dan saling menguatkan, maka pembangunan Kutai Kartanegara akan lebih mudah kita wujudkan,” pungkasnya. (Adv)
![]()

