
Faktanusa.com, KUTAI KARTANEGARA – Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) memiliki peluang mengembangkan industri berbasis potensi lokal melalui penguatan hilirisasi dan pengembangan kawasan industri hijau. Wilayah Muara Badak dan Marang Kayu menjadi bagian dari zona timur yang diarahkan untuk mendukung transformasi ekonomi daerah.
Kepala Bidang Perencanaan Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Bappeda Kukar, Antoni Kusbiantoro, mengatakan pengembangan kawasan tersebut merupakan bagian dari pemetaan zona ekonomi yang telah disiapkan pemerintah daerah.
Salah satu potensi yang menjadi perhatian ialah rumput laut. Komoditas tersebut dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan lebih lanjut melalui proses hilirisasi sehingga tidak hanya mengandalkan penjualan bahan mentah.
“Di zona timur itu kita ada industri hijau, di daerah Muara Badak dan Marang Kayu. Salah satunya yang kita tawarkan adalah bagaimana hilirisasi rumput laut,” kata Antoni, Selasa (20/10/2026)
Menurutnya, pengembangan hilirisasi dapat menjadi salah satu alternatif untuk memperluas kegiatan ekonomi di luar sektor yang selama ini mendominasi perekonomian daerah. Pengolahan komoditas di wilayah asal juga berpotensi membuka ruang bagi tumbuhnya kegiatan usaha baru yang melibatkan masyarakat dan pelaku industri.
Selain rumput laut, pasir kuarsa turut disebut sebagai potensi yang dapat dipertimbangkan dalam pengembangan ekonomi kawasan. Keberadaan beragam sumber daya tersebut membuka peluang untuk mengidentifikasi sektor industri yang sesuai dengan karakteristik wilayah.
“Pasir kuarsa juga punya potensi yang cukup baik dikembangkan di dua area itu,” jelas Antoni.
Meski demikian, pengembangan potensi lokal membutuhkan perencanaan yang matang, terutama dalam menentukan bentuk pengolahan, kebutuhan infrastruktur, serta peluang kerja sama dengan pihak yang berkepentingan.
Antoni menjelaskan, Pemkab Kukar berupaya menawarkan potensi wilayah kepada pemerintah provinsi agar dapat dipertimbangkan dalam agenda transformasi ekonomi Kalimantan Timur. Sinergi antarpemerintah diperlukan supaya pengembangan kawasan tidak hanya berhenti pada pemetaan, tetapi memiliki peluang untuk ditindaklanjuti.
“Kita ingin memberikan alternatif lokasi kepada provinsi untuk dilakukan sinergi terkait transformasi ekonomi,” ujarnya.
Pengembangan zona timur sebagai kawasan industri hijau diharapkan dapat memperkuat diversifikasi ekonomi Kukar. Melalui pemanfaatan potensi rumput laut dan sumber daya lainnya, wilayah Muara Badak dan Marang Kayu berpeluang mengambil peran dalam pengembangan industri berbasis potensi daerah.
Ke depan, pengembangan tersebut membutuhkan tindak lanjut melalui kajian dan koordinasi lintas sektor agar potensi yang telah diidentifikasi dapat diterjemahkan menjadi peluang ekonomi yang terukur dan berkelanjutan.
“Kita sedang mencoba, tentunya pengembangannya membutuhkan koordinasi lintas sektor, termasuk masukam dari provinsi,” pungkasnya. (Adv)
![]()

