
Faktanusa.com, Balikpapan, 31 Mei 2026 – Menghadapi masa peralihan dari musim hujan menuju musim kemarau di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara, PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (UID Kaltimra) mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya listrik akibat hujan lebat, petir, maupun genangan air. Himbauan terkait keselamatan ketenagalistrikan dapat meminimalkan risiko kecelakaan kelistrikan di tengah kondisi cuaca yang masih dinamis.
Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara saat ini memasuki fase transisi menuju musim kemarau yang umumnya ditandai dengan hujan yang turun secara tiba-tiba dengan intensitas sedang hingga lebat dalam durasi relatif singkat. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan genangan maupun banjir yang dapat meningkatkan risiko bahaya kelistrikan apabila instalasi listrik terendam air.
Genangan air yang masuk ke dalam rumah menimbulkan risiko bahaya listrik jika instalasi listrik terendam. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan mengambil langkah pencegahan untuk meminimalkan risiko yang dapat membahayakan keselamatan.
General Manager PLN UID Kaltimra, Muchamad Chaliq Fadli, menekankan bahwa keselamatan masyarakat merupakan prioritas utama PLN, terutama selama cuaca peralihan yang masih berpotensi mengalami curah hujan sedang ke tinggi hingga menyebabkan banjir atau genangan air.
“Keselamatan masyarakat merupakan prioritas utama PLN. Kami mengimbau pelanggan untuk segera mematikan listrik melalui Meter Circuit Breaker (MCB) pada kWh meter apabila rumah mulai tergenang air guna menghindari risiko sengatan listrik,” ujar Chaliq.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk tidak menyentuh peralatan dan instalasi listrik yang terendam air dan segera menghubungi PLN jika menemukan potensi bahaya listrik.
“Jika masyarakat menemukan bahaya listrik, dapat melapor melalui aplikasi PLN Mobile atau Contact Center PLN 123 agar segera ditangani,” sebut Chaliq.
Dalam hal seperti ini, PLN dapat menghentikan aliran listrik sementara di lokasi terdampak sebagai langkah mitigasi untuk menjaga keselamatan masyarakat.
PLN UID Kaltimra membagikan edukasi berupa tips yang dapat dilakukan masyarakat untuk mengantisipasi bahaya listrik saat hujan hingga banjir terjadi.
1. Periksa instalasi listrik secara berkala, seperti kabel, stop kontak hingga MCB dalam kondisi baik, tidak mengelupas, tidak longgar dan bebas dari lembab.
2. Matikan peralatan saat tidak digunakan dan apabila air mulai masuk ke dalam rumah, putuskan aliran listrik melalui MCB di kWh meter.
3. Cabut steker peralatan elektronik untuk menghindari kerusakan dan risiko korsleting.
4. Pindahkan peralatan elektronik ke lokasi yang lebih tinggi.
5. Jangan menyentuh instalasi listrik yang terendam air.
6. Pastikan instalasi listrik kering sebelum menyalakan listrik.
PLN UID Kaltimra tetap berkomitmen untuk menjaga sistem kelistrikan tetap andal dan juga memprioritaskan keselamatan masyarakat. Melalui kewaspadaan masyarakat dan langkah-langkah pencegahan yang tepat, masyarakat diharapkan bebas dari risiko bahaya kelistrikan apabila terjadi banjir.
Untuk informasi dan keluhan tentang layanan kelistrikan, masyarakat dapat menggunakan aplikasi PLN Mobile, menghubungi Contact Center PLN 123, atau mengunjungi kantor PLN terdekat.
Narahubung :
Darry Giovanno
Manager Komunikasi dan TJSL
PLN UID Kaltimra
giovanno.darry@pln.co.id
![]()



