
Faktanusa.com, Sangatta – Wakil Bupati Kutai Timur (Kutim), Mahyunadi, mengingatkan sektor perbankan agar tidak mengabaikan kepercayaan masyarakat dalam menjalankan kegiatan usaha. Menurutnya, kepercayaan merupakan fondasi utama yang menentukan keberlangsungan sebuah lembaga perbankan.
Ia menegaskan, reputasi lembaga keuangan saja tidak cukup untuk mempertahankan keyakinan masyarakat. Kepercayaan nasabah harus dibuktikan melalui pelayanan berkualitas, transparansi pengelolaan dana, serta kontribusi nyata dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.
“Bank bisa bertahan karena kepercayaan. Kalau kepercayaan hilang, bank bisa hancur,” tegas Mahyunadi. Senin (19/10/2026)
Pernyataan tersebut menjadi pengingat bahwa industri perbankan memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga amanah masyarakat. Sebab, dana yang dihimpun perbankan merupakan bagian penting dari aktivitas ekonomi yang membutuhkan pengelolaan secara profesional dan bertanggung jawab.
Menurut Mahyunadi, kepercayaan masyarakat juga menjadi modal utama bagi perbankan untuk menjalankan fungsi intermediasi, yakni menghimpun dana dari masyarakat dan menyalurkannya kembali dalam bentuk pembiayaan.
Ketika kepercayaan terjaga, masyarakat akan merasa aman menyimpan dana sekaligus lebih yakin memanfaatkan berbagai layanan perbankan untuk memenuhi kebutuhan ekonomi maupun mengembangkan usaha.
Sebaliknya, hilangnya kepercayaan dapat menimbulkan dampak serius terhadap keberlangsungan lembaga keuangan. Karena itu, setiap bank harus mampu menjaga integritas, meningkatkan profesionalisme, dan memastikan seluruh pelayanan berjalan sesuai ketentuan.
Mahyunadi menilai, kualitas pelayanan menjadi salah satu aspek penting dalam membangun hubungan jangka panjang antara perbankan dan nasabah. Kemudahan akses, kecepatan merespons kebutuhan, serta transparansi informasi harus menjadi perhatian lembaga keuangan.
“Karena itu, kepercayaan masyarakat harus dijaga dan dibuktikan melalui pelayanan yang baik serta dukungan nyata bagi ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Lebih jauh, ia mengingatkan bahwa keberadaan perbankan tidak semestinya hanya dilihat dari sisi keuntungan bisnis. Lembaga keuangan juga memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui pembiayaan sektor-sektor produktif.
Salah satu sektor yang membutuhkan perhatian adalah usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Menurutnya, pelaku UMKM memerlukan dukungan akses keuangan dan pembiayaan yang sesuai agar mampu meningkatkan kapasitas usaha, memperluas pemasaran, serta memperkuat daya saing.
Dukungan perbankan dapat menjadi salah satu instrumen untuk membantu pelaku usaha mengembangkan kegiatan ekonomi secara berkelanjutan. Namun, penyaluran pembiayaan juga perlu dilakukan secara bertanggung jawab dengan mempertimbangkan kemampuan dan kebutuhan masing-masing pelaku usaha.
Dalam konteks pembangunan Kutai Timur, Mahyunadi juga menyoroti pentingnya memperkuat peran sektor keuangan dalam mendorong diversifikasi ekonomi daerah.
Selama ini, aktivitas perekonomian Kutai Timur memiliki keterkaitan kuat dengan sektor pertambangan. Karena itu, pengembangan sektor usaha produktif di luar pertambangan perlu terus didorong agar struktur ekonomi daerah semakin beragam dan memiliki sumber pertumbuhan yang lebih luas.
Dalam upaya tersebut, perbankan diharapkan menjadi salah satu mitra strategis pemerintah daerah. Melalui pembiayaan, perluasan akses layanan keuangan, dan dukungan terhadap pengembangan usaha, lembaga perbankan dapat membantu membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
Sinergi antara pemerintah daerah, lembaga keuangan, dunia usaha, dan masyarakat dinilai penting untuk menciptakan ekosistem ekonomi yang lebih kuat. Kolaborasi tersebut juga diharapkan mampu memperluas kesempatan kerja dan meningkatkan kemandirian pelaku usaha lokal.
Mahyunadi berharap perbankan terus meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus menjaga integritas dalam setiap kegiatan operasionalnya. Kepercayaan masyarakat, menurutnya, harus menjadi komitmen yang diwujudkan melalui tindakan nyata, bukan sekadar slogan.
Dengan terjaganya kepercayaan nasabah dan semakin kuatnya dukungan pembiayaan terhadap sektor produktif, perbankan diharapkan mampu mengambil bagian lebih besar dalam pembangunan ekonomi Kutai Timur.
Pada akhirnya, pertumbuhan sektor perbankan tidak hanya diukur dari perkembangan bisnis dan keuntungan lembaga keuangan, tetapi juga dari sejauh mana keberadaannya memberikan manfaat bagi masyarakat serta mendorong perekonomian daerah yang inklusif dan berkelanjutan. (Adv/Kominfo)
![]()

