Faktanusa.com, Balikpapan – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Balikpapan kembali menggelar Festival Nontunai Nusantara Running (FENTURUN) 2026 sebagai bagian dari rangkaian Festival Nontunai Nusantara (FENTURA) Series 2026. Ajang yang akan berlangsung pada 26 Juli 2026 di Pantai Kilang Mandiri Balikpapan ini tidak hanya menjadi kegiatan olahraga, tetapi juga sarana memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan digital, mendorong pertumbuhan UMKM, serta mengampanyekan gaya hidup berkelanjutan.

Mengusung tema “Step for the Run, Step for the Future”, FENTURUN 2026 diproyeksikan melibatkan 3.500 peserta yang akan mengikuti kategori lari 5 kilometer, 10 kilometer, dan Half Marathon (21 kilometer).

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan, Robi Ariadi, melalui keterangan resminya menyampaikan bahwa FENTURUN merupakan bentuk komitmen Bank Indonesia dalam memperkuat kolaborasi bersama pemerintah daerah, industri sistem pembayaran, pelaku usaha, dan berbagai pemangku kepentingan untuk mempercepat transformasi ekonomi digital di wilayah kerja KPwBI Balikpapan.

“FENTURUN tidak hanya menjadi ajang olahraga tahunan, tetapi juga wadah kolaborasi untuk memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan digital, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif, produktif, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Menurutnya, sejak pertama kali digelar pada 2024, FENTURUN terus berkembang menjadi salah satu agenda unggulan yang memadukan olahraga, promosi potensi daerah, penguatan UMKM, peningkatan literasi digital, hingga kampanye pelestarian lingkungan.

Pada penyelenggaraan tahun ini, sebanyak 16 UMKM kuliner unggulan akan dilibatkan untuk mempromosikan produk lokal kepada ribuan peserta. Seluruh transaksi selama kegiatan dilakukan menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sebagai implementasi nyata sistem pembayaran digital.

Selain menghadirkan pengalaman transaksi digital, peserta juga dapat memanfaatkan berbagai layanan publik yang disediakan di lokasi kegiatan, seperti layanan pemeriksaan kesehatan gratis dari Dinas Kesehatan, aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, pendaftaran Perlindungan Sosial (Perlinsos) digital melalui Dinas Sosial, hingga layanan pembayaran pajak dan retribusi daerah.

Rangkaian kegiatan juga akan dimeriahkan dengan pertunjukan seni dari Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kota Balikpapan dalam program Pesona Balikpapan 2026, serta berbagai kompetisi yang bertujuan meningkatkan literasi masyarakat terhadap pembayaran digital.

Sebagai bagian dari kampanye keberlanjutan, FENTURUN 2026 menghadirkan inovasi berupa medali finisher berbahan Limbah Racik Uang Kertas (LRUK) hasil pengolahan limbah uang kertas yang sudah tidak layak edar. Selain itu, panitia juga menyediakan reusable bottle dan paper cup di seluruh titik water station untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai selama kegiatan berlangsung.

Bank Indonesia menilai langkah tersebut merupakan implementasi konsep ekonomi sirkular yang sejalan dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan.

Sementara itu, perkembangan penggunaan QRIS di wilayah kerja KPwBI Balikpapan terus menunjukkan tren yang positif. Hingga Mei 2026, jumlah transaksi QRIS tercatat mencapai 39,28 juta transaksi, meningkat 93,72 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Dari sisi nominal transaksi, nilai pembayaran melalui QRIS mencapai Rp4,26 triliun, atau tumbuh 60,01 persen secara tahunan (year on year/yoy).

“Capaian tersebut menunjukkan semakin luasnya adopsi pembayaran digital oleh masyarakat, pelaku usaha, maupun pemerintah daerah sehingga fondasi ekosistem ekonomi digital di Balikpapan, Penajam Paser Utara, dan Paser semakin kuat,” jelas Robi.

Pertumbuhan tersebut, lanjutnya, tidak terlepas dari berbagai program kolaboratif yang dijalankan bersama industri sistem pembayaran melalui program Sinergi Bersama Mewujudkan Akselerasi QRIS (SEMARAK QRIS) 2026.

Program tersebut difokuskan pada percepatan akuisisi merchant QRIS, peningkatan volume transaksi, serta edukasi kepada masyarakat mengenai manfaat transaksi digital.

Selain itu, Bank Indonesia juga kembali melaksanakan program QRIS Jelajah Indonesia (QJI) 2026 yang melibatkan generasi muda Balikpapan sebagai agen perubahan dalam mempromosikan lebih dari 118 UMKM kuliner yang telah menggunakan QRIS.

Melalui penguatan promosi digital, mulai dari ulasan Google hingga media sosial, BI berharap jangkauan pasar UMKM semakin luas sehingga mampu meningkatkan kunjungan konsumen dan transaksi digital.

“Sinergi digitalisasi pembayaran dan promosi UMKM diharapkan memberikan multiplier effect berupa peningkatan pendapatan pelaku usaha, penguatan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, hingga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” katanya.

Penguatan ekosistem digital juga dilakukan melalui berbagai program edukasi kepada masyarakat, seperti Belajar Rupiah dan Pelindungan Konsumen di Lingkungan Kelurahan (BERLIAN) bersama Tim Penggerak PKK Kota Balikpapan, Edukasi Sinergi (ENERGI) yang melibatkan pemerintah daerah, akademisi dan komunitas, serta Edukasi Keliling (ELING) yang menyasar kalangan generasi muda.

Berbagai program tersebut memberikan edukasi mengenai penggunaan QRIS, gerakan Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah, serta pelindungan konsumen dalam transaksi digital.

Bank Indonesia menegaskan bahwa rangkaian FENTURA Series 2026 juga menjadi bagian dari dukungan terhadap program prioritas pemerintah, seperti Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) dan digitalisasi perlindungan sosial, sehingga transformasi digital tidak hanya meningkatkan efisiensi transaksi, tetapi juga memperkuat kualitas pelayanan publik dan tata kelola pemerintahan.

Melalui penyelenggaraan FENTURUN 2026, Bank Indonesia berharap masyarakat semakin terbiasa menggunakan pembayaran digital, UMKM semakin berkembang, serta ekonomi Balikpapan tumbuh lebih inklusif dan berkelanjutan. (Shin/**)

Loading