
Faktanusa.com, MALINAU – Wakil Komandan Komando Pembina Doktrin, Pendidikan dan Latihan Angkatan Darat (Wadan Kodiklatad), Mayjen TNI Windiyatno, melaksanakan peninjauan langsung pelaksanaan Latihan Pos Komando (Latposko)-I Latihan Antar Kecabangan (Latancab) YTP Yonif 614/Raja Pandhita (RJP) Kodam VI/Mulawarman di Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara.
Peninjauan tersebut berlangsung selama pelaksanaan latihan yang digelar mulai Selasa hingga Kamis, 29 September sampai dengan 1 Oktober 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari pengawasan dan evaluasi untuk memastikan seluruh rangkaian latihan berjalan sesuai rencana serta mencapai sasaran yang telah ditetapkan.
Dalam kegiatan tersebut, Wadan Kodiklatad didampingi Komandan Pusat Simulasi Tempur (Danpussinpur), Kolonel Inf Djarot Suharso. Keduanya meninjau secara langsung berbagai aspek pelaksanaan latihan, termasuk kesiapan posko, koordinasi antarkecabangan, serta kemampuan para pelaku dalam menjalankan tugas sesuai skenario yang telah disusun.
Selama peninjauan, Windiyatno mendatangi posko-posko latihan dari setiap kecabangan dan fungsi TNI Angkatan Darat. Ia juga berinteraksi langsung dengan para pelaku latihan untuk mengetahui sejauh mana pemahaman personel terhadap tugas dan tanggung jawab masing-masing dalam mendukung pelaksanaan Latancab YTP.
Interaksi tersebut menjadi bagian penting dalam melihat kesiapan prajurit, terutama dalam memahami peran dan fungsi satuan di tengah dinamika latihan. Melalui pertanyaan yang disampaikan secara langsung, Wadan Kodiklatad dapat melihat kemampuan para perwira dalam menjelaskan tugas, mengambil keputusan, serta memberikan respons sesuai bidang kecabangan masing-masing.
Para perwira yang terlibat dalam latihan berasal dari berbagai kecabangan dan fungsi di lingkungan TNI AD, khususnya satuan-satuan di bawah Kodam VI/Mulawarman. Mereka menunjukkan pemahaman terhadap tugas masing-masing dengan memberikan jawaban atas pertanyaan yang diajukan selama kegiatan peninjauan.
Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam kegiatan tersebut adalah pelaksanaan fungsi penerangan atau Pendam dalam mendukung keberhasilan latihan. Fungsi ini memiliki peran dalam pengelolaan informasi, penyampaian pesan, serta membangun pemahaman masyarakat terhadap kegiatan dan tugas TNI.
Hal tersebut dijelaskan Katim Pendam, Kapten Cke Margino, ketika mendapat pertanyaan mengenai peran penerangan dalam skenario latihan.
Dalam penjelasannya, Margino menyampaikan bahwa fungsi penerangan menjalankan kegiatan yang berkaitan dengan serangan kognitif, peperangan kognitif, pertahanan terhadap propaganda negatif, serta penyampaian berita untuk membangun kondisi psikologis masyarakat agar tetap mencintai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Dalam pelaksanaan latihan ini, fungsi penerangan memiliki peran melaksanakan cognitive attack dan cognitive warfare, termasuk menangkal propaganda negatif serta merilis berita terkait penguatan psikologis masyarakat agar tetap mencintai NKRI,” ujar Kapten Cke Margino.
Penjelasan tersebut menggambarkan bagaimana fungsi penerangan menjadi salah satu unsur pendukung dalam pelaksanaan latihan antar kecabangan. Tidak hanya berfokus pada kemampuan teknis dan taktis di lapangan, latihan juga melibatkan aspek komunikasi dan pengelolaan informasi sebagai bagian dari pelaksanaan tugas satuan.
Latposko-I sendiri menjadi salah satu tahapan dalam rangkaian Latancab YTP yang bertujuan menguji kemampuan unsur komando dan staf dalam merencanakan, mengoordinasikan, serta mengendalikan pelaksanaan operasi berdasarkan skenario latihan.
Melalui latihan posko, setiap unsur diharapkan mampu memahami mekanisme kerja dalam sistem komando, termasuk hubungan koordinasi antara satuan dan kecabangan yang terlibat. Kesamaan pemahaman terhadap tugas dan fungsi masing-masing menjadi faktor penting dalam mendukung kelancaran pelaksanaan latihan.
Peninjauan langsung oleh Wadan Kodiklatad juga menjadi kesempatan untuk melihat penerapan materi latihan dalam situasi yang telah disimulasikan. Dengan demikian, proses pengawasan tidak hanya dilakukan melalui laporan, tetapi juga melalui pengamatan langsung terhadap aktivitas para pelaku di setiap posko.

Selain memastikan kesesuaian pelaksanaan latihan dengan rencana, kegiatan tersebut sekaligus menjadi sarana untuk mengidentifikasi berbagai aspek yang masih perlu ditingkatkan. Hasil pengamatan dan interaksi dengan para pelaku dapat menjadi bahan evaluasi bagi penyelenggara dalam menyempurnakan metode latihan berikutnya.
Kehadiran Danpussinpur Kolonel Inf Djarot Suharso turut memperkuat proses pengawasan, khususnya dalam melihat penerapan sistem simulasi tempur yang digunakan selama kegiatan. Penyelenggaraan latihan yang terencana dan terukur diharapkan mampu memberikan pengalaman bagi prajurit dalam menghadapi berbagai kemungkinan situasi tugas.
Adapun para pelaku latihan berasal dari satuan-satuan di bawah Kodam VI/Mulawarman yang tergabung dalam pelaksanaan Latancab YTP Yonif 614/RJP. Keterlibatan berbagai kecabangan tersebut menjadi bagian dari upaya menguji kemampuan kerja sama dan koordinasi dalam satu kesatuan sistem komando.
Melalui kegiatan peninjauan ini, diharapkan diperoleh gambaran menyeluruh mengenai kualitas pelaksanaan Latposko-I Latancab YTP, mulai dari kesiapan personel, pemahaman tugas, hingga koordinasi antarfungsi.
Pengawasan dan evaluasi tersebut juga menjadi bagian dari pembinaan kemampuan prajurit agar semakin profesional, adaptif, dan siap menghadapi tuntutan tugas yang terus berkembang.
Dengan demikian, pelaksanaan Latposko-I Latancab YTP Yonif 614/RJP tidak hanya menjadi sarana menguji kemampuan satuan, tetapi juga menjadi momentum meningkatkan kualitas perencanaan, koordinasi, serta pengendalian dalam pelaksanaan tugas TNI AD.
(Pendam VI/Mulawarman)
![]()

