
Faktanusa.com, Balikpapan – Satuan Brimob Polda Kalimantan Timur terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan. Melalui Personel Kompi 1 Batalyon C Pelopor, Satbrimob Polda Kaltim menggelar sosialisasi pengenalan lingkungan sekolah tanpa kekerasan di SMPIT Mutiara Rahmah Balikpapan, Rabu (22/7/2026).
Kegiatan yang dipimpin Pasimin Kompi 1 Batalyon C Pelopor, Ipda Rifa’i Yusni, dimulai pukul 09.00 Wita dan diikuti para siswa baru, guru, serta tenaga pendidik. Sosialisasi tersebut menjadi bagian dari rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang bertujuan membangun budaya sekolah yang aman, ramah, dan terbebas dari segala bentuk perundungan maupun tindakan kekerasan.
Dalam penyampaian materi, personel Brimob memberikan edukasi mengenai pentingnya menumbuhkan sikap saling menghormati, toleransi, kedisiplinan, serta menyelesaikan setiap persoalan melalui komunikasi yang baik tanpa menggunakan kekerasan.
Para siswa juga diajak memahami pentingnya mematuhi tata tertib sekolah, menjauhi perilaku bullying, serta membangun kebersamaan sebagai bekal dalam menciptakan lingkungan belajar yang positif dan kondusif.
Komandan Satuan Brimob Polda Kalimantan Timur, Kombes Pol. Ronny Suseno, S.I.K., M.H., mengatakan keterlibatan Polri dalam kegiatan MPLS merupakan bentuk kepedulian terhadap pembentukan karakter generasi muda sejak dini.
“Sekolah harus menjadi tempat yang memberikan rasa aman, nyaman, dan menyenangkan bagi setiap siswa untuk belajar dan berkembang. Melalui sosialisasi ini kami berharap para pelajar mampu memahami pentingnya saling menghargai, menjauhi segala bentuk kekerasan maupun perundungan, serta menjadi generasi yang berkarakter, disiplin, dan bertanggung jawab,” ujar Ronny.

Menurutnya, pencegahan kekerasan di lingkungan pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi juga membutuhkan kolaborasi seluruh pihak, termasuk aparat kepolisian, orang tua, dan masyarakat.
Ronny menegaskan bahwa pembentukan karakter yang kuat sejak masa sekolah akan menjadi fondasi penting dalam menciptakan generasi muda yang berkualitas, berintegritas, serta mampu menghadapi tantangan di masa depan.
“Pendidikan karakter merupakan investasi jangka panjang bagi bangsa. Karena itu kami mengajak seluruh elemen pendidikan, orang tua, dan masyarakat untuk bersama-sama menciptakan lingkungan sekolah yang harmonis, sehingga anak-anak dapat tumbuh menjadi generasi yang unggul dan berakhlak baik,” katanya.
Selama kegiatan berlangsung, para siswa tampak antusias mengikuti materi yang disampaikan personel Brimob. Selain mendapatkan pemahaman mengenai bahaya bullying, mereka juga diberikan motivasi untuk membangun rasa percaya diri, menghormati perbedaan, serta berani melaporkan apabila mengalami atau menyaksikan tindakan perundungan di lingkungan sekolah.
Melalui kegiatan ini, Satbrimob Polda Kaltim berharap nilai-nilai kedisiplinan, toleransi, dan saling menghormati dapat tertanam sejak awal para siswa memasuki lingkungan sekolah yang baru.
Program edukasi tersebut juga menjadi bagian dari implementasi Polri Presisi yang tidak hanya berfokus pada aspek penegakan hukum, tetapi juga mengedepankan langkah preventif melalui pembinaan dan penyuluhan kepada masyarakat, khususnya generasi muda.
Dengan sinergi antara kepolisian, sekolah, orang tua, dan masyarakat, diharapkan seluruh satuan pendidikan di Kalimantan Timur dapat menjadi ruang belajar yang aman, inklusif, serta bebas dari segala bentuk kekerasan maupun perundungan. (**)
Brimob Polda Kaltim
![]()



