Faktanusa.com, Balikpapan – Perkembangan media sosial yang semakin pesat menjadi perhatian Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo dalam momentum peringatan Hari Kesaktian Pancasila.

Bagus menilai generasi muda perlu mendapatkan bekal yang kuat agar mampu menghadapi derasnya informasi digital tanpa mudah terpengaruh oleh konten maupun narasi yang dapat mengubah pola pikir mereka.

Hal tersebut disampaikan Bagus usai mengikuti upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Balai Kota Balikpapan, Kamis (1/10/2026).

Menurutnya, penguatan nilai Pancasila kepada generasi muda tidak cukup hanya dilakukan melalui kegiatan seremonial. Pendidikan karakter juga harus dilakukan secara berkelanjutan melalui sekolah, keluarga maupun lingkungan masyarakat.
Bagus mengatakan, sekolah memiliki peran penting dalam memberikan pemahaman kepada peserta didik mengenai nilai-nilai Pancasila.

“Di sekolah, terutama ada mata pelajaran yang masuk di dalam pendidikan Pancasila,” kata Bagus.

Namun, di tengah perkembangan teknologi, pendidikan mengenai Pancasila menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Anak-anak dan remaja saat ini dapat mengakses berbagai informasi melalui media sosial dengan sangat mudah.

Informasi tersebut tidak seluruhnya memiliki nilai edukatif. Karena itu, generasi muda perlu memiliki kemampuan untuk menyaring informasi yang mereka terima.

Bagus menilai peran guru, sekolah dan masyarakat menjadi penting untuk memberikan perlindungan sekaligus pemahaman kepada anak-anak agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang beredar di dunia maya.

“Anak-anak sekarang memang mestinya dengan adanya informasi media sosial yang cukup membuat lingkungan dan anak-anak kita, dari pihak sekolah, masyarakat, kemudian dari para guru harus bisa memberikan satu modal kuat untuk proteksi,” ujarnya.

Ia menekankan, perlindungan yang dimaksud bukan berarti membatasi generasi muda dalam menggunakan teknologi. Sebaliknya, anak-anak perlu diberikan kemampuan untuk menggunakan media sosial secara bijak dan bertanggung jawab.

Generasi muda harus mampu membedakan informasi yang benar dan salah, serta tidak mudah mengikuti setiap informasi yang muncul di media sosial.

Bagus mengatakan, kemampuan memilah informasi menjadi salah satu bekal penting bagi generasi muda saat ini.

Menurutnya, anak-anak harus dibiasakan untuk melihat, memilih dan menyaring informasi sebelum mempercayai maupun membagikannya kepada orang lain.

“Anak-anak kita tetap bisa melihat dari media sosial, memilah, memilih dan menyaring,” tuturnya.

Ia mengingatkan, derasnya arus informasi dapat memengaruhi cara berpikir seseorang, terutama anak-anak yang masih berada dalam proses pembentukan karakter.

Karena itu, lingkungan pendidikan dan keluarga harus berjalan bersama dalam memberikan pendampingan.

Guru tidak hanya berperan memberikan pengetahuan akademik, tetapi juga membangun karakter peserta didik.

Sementara orang tua dan lingkungan masyarakat memiliki peran dalam mengawasi sekaligus memberikan contoh penggunaan media sosial yang sehat.

Bagus juga menilai penguatan nilai Pancasila dapat menjadi salah satu fondasi dalam menghadapi tantangan tersebut.

Nilai persatuan, kemanusiaan, musyawarah dan keadilan sosial, kata dia, harus diterjemahkan dalam perilaku generasi muda, termasuk ketika mereka berinteraksi di ruang digital.

Menurutnya, media sosial seharusnya dapat dimanfaatkan sebagai sarana untuk mendapatkan pengetahuan dan memperluas wawasan, bukan menjadi ruang untuk menyebarkan informasi yang memecah persatuan.

Momentum Hari Kesaktian Pancasila pun diharapkan dapat menjadi pengingat bagi seluruh pihak mengenai pentingnya menyiapkan generasi muda yang tidak hanya menguasai teknologi, tetapi juga memiliki karakter dan pemahaman terhadap nilai-nilai kebangsaan.

“Memang mestinya dari pihak sekolah, masyarakat dan para guru harus bisa memberikan satu modal kuat untuk proteksi,” kata Bagus.

Ia berharap kolaborasi antara sekolah, keluarga dan masyarakat terus diperkuat sehingga generasi muda Balikpapan mampu menghadapi perkembangan zaman tanpa kehilangan nilai-nilai Pancasila sebagai dasar kehidupan berbangsa dan bernegara.

Penulis : Shinta Setyana

Loading