
Faktanusa.com, Balikpapan – Menjelang peringatan Hari Bhayangkara ke-80 pada 1 Juli 2026, Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Kalimantan Timur menerima apresiasi langsung dari keluarga salah satu tahanan yang tengah menjalani proses hukum. Apresiasi tersebut menjadi bukti bahwa pendekatan humanis dalam penegakan hukum mampu menghadirkan kepercayaan dan rasa kemanusiaan, tanpa mengurangi ketegasan terhadap pelaku tindak pidana narkotika.
Apresiasi itu datang dari istri WF, seorang warga negara Belanda yang saat ini menjalani masa penahanan di Ditresnarkoba Polda Kaltim. Perempuan tersebut secara khusus mendatangi Markas Polda Kaltim untuk menyampaikan rasa terima kasih kepada institusi Polri atas perlakuan yang diterima suaminya selama berada di rumah tahanan.
Kunjungan tersebut menjadi momentum yang berkesan bagi jajaran Ditresnarkoba Polda Kaltim. Di tengah berbagai tantangan dalam penanganan kasus narkotika, penghargaan yang datang langsung dari keluarga tahanan menunjukkan bahwa pendekatan kemanusiaan tetap memiliki tempat penting dalam proses penegakan hukum.
Direktur Reserse Narkoba Polda Kaltim, Kombes Pol. Romylus Tamtelahitu, menjelaskan bahwa apresiasi tersebut merupakan buah dari penerapan program Beyond The Prisoners, sebuah inisiatif yang digagas langsung olehnya sejak empat bulan terakhir.
“Prinsip Beyond The Prisoners yang sudah kami jalankan selama empat bulan terakhir mendapatkan apresiasi langsung dari salah satu keluarga tahanan. Pagi ini istri dari saudara Willem Friedrich datang secara khusus ke Polda untuk menyampaikan rasa terima kasih kepada institusi Polri karena telah memperlakukan suaminya dengan sangat baik selama berada di tahanan,” ujar Romylus, Rabu (24/6/2026).
Menurutnya, program tersebut lahir dari keyakinan bahwa setiap tahanan tetaplah manusia yang memiliki martabat, hak dasar, keluarga, serta harapan untuk memperbaiki diri. Karena itu, proses penegakan hukum harus berjalan beriringan dengan penghormatan terhadap nilai-nilai kemanusiaan.
“Kepedulian, empati, jiwa mengasihi, dan pelayanan tanpa syarat yang dilakukan para penyidik menjadi alasan keluarga tahanan menyampaikan rasa syukur dan terima kasih. Ini menjadi sesuatu yang sangat spesial bagi kami menjelang Hari Bhayangkara ke-80,” katanya.
Romylus menegaskan bahwa program Beyond The Prisoners tidak hanya menjadi slogan, tetapi telah diterapkan dalam berbagai kegiatan nyata yang dilakukan setiap hari oleh personel Ditresnarkoba Polda Kaltim.
Program tersebut dilaksanakan secara kolaboratif oleh piket harian Ditresnarkoba Polda Kaltim, penyidik yang bertanggung jawab terhadap masing-masing tahanan, personel Direktorat Perawatan Tahanan dan Barang Bukti (Dittahti) Polda Kaltim, Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Kaltim, serta Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kaltim.
Salah satu kegiatan yang rutin dilakukan adalah kunjungan langsung Direktur Reserse Narkoba ke ruang tahanan setiap akhir pekan. Dalam kegiatan tersebut, Romylus menyapa dan berdialog secara tatap muka dengan seluruh tahanan yang berada di sel tahanan Polda Kaltim.
“Setiap akhir pekan atau hari Minggu saya berusaha menyempatkan diri untuk turun langsung ke sel tahanan. Saya menyapa mereka, berdialog, mendengarkan keluhan, serta memastikan kondisi mereka baik selama menjalani proses hukum,” ungkapnya.
Selain itu, piket harian Ditresnarkoba juga melakukan pendataan kondisi tahanan secara berkala setiap hari. Pendataan tersebut meliputi kondisi kesehatan, kebutuhan pengobatan rutin, status kepesertaan BPJS Kesehatan, hingga kebutuhan pelayanan medis lainnya.
“Kami ingin memastikan seluruh tahanan mendapatkan hak-hak dasarnya, terutama yang berkaitan dengan kesehatan. Karena itu setiap hari dilakukan pemantauan, siapa yang sakit dan membutuhkan perawatan rutin, siapa yang kartu BPJS-nya tidak aktif atau tidak memiliki BPJS, serta siapa yang membutuhkan pelayanan kesehatan lainnya,” jelas Romylus.
Ia menambahkan bahwa pelayanan kemanusiaan yang diberikan kepada para tahanan sama sekali tidak mengurangi proses penegakan hukum yang sedang berjalan.
“Tahanan tetap menjalani proses hukum sesuai aturan yang berlaku. Namun hak-hak kemanusiaan mereka juga harus dihormati. Kami percaya pelayanan tanpa syarat, kepedulian, dan empati tidak akan mengurangi ketegasan hukum. Justru hal itu memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri,” tegasnya.
Keberhasilan penerapan program tersebut di tingkat Polda kini mulai diperluas ke seluruh satuan reserse narkoba di wilayah Kalimantan Timur. Ditresnarkoba Polda Kaltim mendorong seluruh Satresnarkoba jajaran untuk menerapkan prinsip yang sama dalam memperlakukan tahanan.
Romylus juga menyampaikan pesan kepada seluruh personel yang tergabung dalam keluarga besar “Baladewa Narkoba” Kalimantan Timur agar mulai menggeser paradigma lama dalam memperlakukan tahanan menuju paradigma baru yang lebih humanis.
“Saya mengimbau seluruh keluarga besar Baladewa Narkoba Kalimantan Timur untuk mulai menggeser paradigma lama menuju paradigma baru, yaitu Beyond The Prisoners. Dalam menjalankan tugas penegakan hukum, kita tidak hanya melihat seseorang dari statusnya sebagai tahanan, tetapi juga sebagai manusia dan ciptaan Tuhan yang memiliki martabat, rasa sakit, harapan, serta kesempatan untuk berubah menjadi lebih baik,” ujarnya.
Menurut Romylus, pendekatan humanis harus menjadi bagian dari kehormatan pengabdian seorang anggota Polri. Ketegasan tetap diperlukan dalam menindak kejahatan narkotika, namun nilai kemanusiaan tidak boleh hilang dalam setiap proses penegakan hukum.
“Ketegasan tetap dijalankan, tetapi nilai kemanusiaan tidak boleh hilang dari hati setiap anggota Polri. Karena hukum yang terutama adalah mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri. Jadikan empati, kepedulian, dan pendekatan humanis sebagai bagian dari kehormatan pengabdian kita dalam melayani masyarakat, menegakkan hukum, dan menjaga nilai-nilai kemanusiaan,” pungkasnya.
Apresiasi yang diberikan keluarga tahanan tersebut menjadi cerminan bahwa penegakan hukum yang tegas dapat berjalan berdampingan dengan pelayanan yang mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan. Menjelang Hari Bhayangkara ke-80, program Beyond The Prisoners menjadi salah satu wajah pelayanan humanis yang terus dikembangkan Ditresnarkoba Polda Kaltim dalam menjalankan tugas dan pengabdiannya kepada masyarakat. (**)
![]()



