Faktanusa.com, Balikpapan – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Balikpapan terus mendorong keberlanjutan inovasi PAVABLOCK yang memanfaatkan Fly Ash Bottom Ash (FABA) melalui evaluasi keberlanjutan inovasi pemenang KRENOVA Kota Balikpapan Tahun 2026.

Kegiatan evaluasi tersebut diselenggarakan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappeda Litbang) Kota Balikpapan, Kamis (24/9/2026). Agenda ini diikuti para pemenang KRENOVA Kota Balikpapan Tahun 2026 sebagai bagian dari tindak lanjut terhadap inovasi yang telah dihasilkan.

Lapas Kelas IIA Balikpapan turut ambil bagian dengan mengirimkan perwakilan yang terdiri dari Kepala Urusan Kepegawaian dan Keuangan, Staf Seksi Kegiatan Kerja, serta Tutor PKBM Pengayoman Lapas Balikpapan.

Evaluasi tersebut menjadi ruang untuk melihat sejauh mana inovasi yang telah meraih penghargaan KRENOVA dapat terus diterapkan, dikembangkan, dan memberikan manfaat secara berkelanjutan.

Tidak hanya mengevaluasi penerapan inovasi, kegiatan juga membahas potensi pengembangan, kesiapan hilirisasi, serta berbagai bentuk dukungan dan fasilitasi yang dapat diberikan Pemerintah Kota Balikpapan.

Dalam agenda tersebut, para peserta juga berdiskusi mengenai dampak inovasi yang telah berjalan sekaligus menyusun rencana aksi untuk memastikan inovasi tidak berhenti setelah memperoleh penghargaan.

Lapas Balikpapan dalam kesempatan tersebut menyampaikan perkembangan penerapan PAVABLOCK yang menjadi salah satu inovasi hasil pembinaan dan pengembangan keterampilan di lingkungan pemasyarakatan.

PAVABLOCK dikembangkan dengan mengintegrasikan pemanfaatan FABA sebagai material yang dapat diolah menjadi produk bernilai guna. Inovasi ini sekaligus menjadi bagian dari upaya mengembangkan keterampilan produktif bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).

Melalui evaluasi tersebut, Lapas Balikpapan bersama pemangku kepentingan terkait membahas sejumlah aspek yang diperlukan agar PAVABLOCK dapat terus berkembang. Beberapa di antaranya meliputi peningkatan kualitas produk, kesinambungan proses produksi, pengembangan pasar, hingga peluang hilirisasi.

Pembahasan juga diarahkan pada perluasan pemanfaatan PAVABLOCK sehingga inovasi tersebut tidak hanya berhenti sebagai produk hasil pembinaan, tetapi dapat dikembangkan menjadi bagian dari kegiatan yang memiliki manfaat lebih luas.

Aspek kemitraan turut menjadi perhatian dalam pembahasan. Kolaborasi dengan pemerintah daerah, dunia usaha, mitra pembinaan, maupun pemangku kepentingan lainnya dinilai dapat membuka peluang pengembangan produk sekaligus memperkuat keberlanjutan inovasi.

Bagi Lapas Balikpapan, keberlanjutan PAVABLOCK memiliki keterkaitan erat dengan program pembinaan kemandirian WBP. Melalui kegiatan produksi dan pengembangan inovasi, WBP dapat memperoleh pengalaman serta keterampilan yang aplikatif dan berpotensi dikembangkan setelah kembali ke masyarakat.

Selain aspek pembinaan, pemanfaatan FABA dalam PAVABLOCK juga membawa dimensi lingkungan. Material yang berasal dari aktivitas pembangkit listrik tersebut diarahkan untuk dimanfaatkan menjadi produk yang memiliki nilai guna.

Konsep tersebut menjadi salah satu bagian yang dibahas dalam evaluasi, khususnya terkait peluang pengembangan inovasi agar memberikan manfaat secara berkelanjutan bagi institusi, lingkungan, WBP, dan masyarakat.

Kegiatan evaluasi juga menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi antara Lapas Balikpapan dengan Pemerintah Kota Balikpapan. Sinergi tersebut diharapkan dapat menghasilkan dukungan yang diperlukan dalam proses pengembangan dan replikasi inovasi.

Tidak menutup kemungkinan, PAVABLOCK ke depan dapat dikembangkan melalui pola kemitraan yang lebih luas, baik dalam aspek produksi, pemanfaatan maupun pemasaran. Dengan dukungan lintas sektor, inovasi tersebut diharapkan memiliki ruang untuk berkembang sesuai kebutuhan dan peluang yang tersedia.

Melalui evaluasi keberlanjutan KRENOVA, Lapas Balikpapan juga mendapatkan ruang untuk mengidentifikasi berbagai tantangan yang mungkin muncul dalam pengembangan inovasi. Hal tersebut penting agar setiap rencana pengembangan dapat disusun secara lebih terarah dan realistis.

Pengembangan kualitas produk menjadi salah satu bagian penting karena keberlanjutan inovasi tidak hanya ditentukan oleh keberhasilan menciptakan produk, tetapi juga kemampuan mempertahankan kualitas dan memastikan produk memiliki manfaat bagi pengguna.

Di sisi lain, kesinambungan produksi juga menjadi perhatian agar kegiatan pembinaan WBP melalui PAVABLOCK dapat terus berjalan. Dengan produksi yang berkelanjutan, keterampilan yang diperoleh WBP dapat terus diasah melalui pengalaman praktik.

Lapas Balikpapan berharap sinergi dengan Pemerintah Kota Balikpapan dan berbagai pihak terkait dapat terus diperkuat. Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam membuka peluang pengembangan, hilirisasi, hingga replikasi PAVABLOCK di masa mendatang.

Dengan demikian, PAVABLOCK tidak hanya menjadi inovasi yang meraih apresiasi melalui KRENOVA Kota Balikpapan Tahun 2026, tetapi juga diharapkan berkembang menjadi inovasi yang memberikan dampak nyata.

Melalui pemanfaatan FABA, pembinaan keterampilan WBP, pengembangan produk, serta kolaborasi lintas sektor, PAVABLOCK diharapkan mampu menjadi bagian dari upaya menciptakan inovasi yang memiliki manfaat bagi lingkungan, institusi pemasyarakatan, WBP, dan masyarakat secara lebih luas. (Shin/**)

#kemenimipas
#guardiandguide
#infoimipas
#pemasyarakatankaltim
#lapasbalikpapan

Loading