Faktanusa.com, KUTAI KARTANEGARA – Penguatan ketahanan pangan di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus didorong hingga tingkat rumah tangga. Salah satu upaya yang dilakukan Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kukar ialah mengoptimalkan peran Kelompok Wanita Tani (KWT) melalui pemanfaatan lahan pekarangan untuk menanam berbagai komoditas pangan dan hortikultura.

Kepala Distanak Kukar, Moh. Rifani, mengatakan KWT menjadi bagian penting dari kelembagaan petani yang mendapat dukungan program pemerintah daerah. Keberadaan kelompok perempuan tersebut dinilai memiliki potensi besar untuk menggerakkan produksi pangan dari lingkungan tempat tinggal masyarakat.

“Kelompok Wanita Tani ini merupakan bagian dari kelembagaan petani yang menjadi penerima manfaat program Distanak. Kami mendorong agar kelompok yang sudah ada dapat terus berkembang dan memanfaatkan potensi pertanian di lingkungannya,” ujarnya, Rabu (14/10/2026)

Menurut Rifani, keberadaan KWT tersebar luas di Kukar karena kelompok perempuan umumnya turut berperan dalam aktivitas kelompok tani. Dengan cakupan kelompok tani yang mencapai lebih dari 500 kelompok, potensi keterlibatan perempuan dalam mendukung ketersediaan pangan dinilai cukup besar.

Kondisi tersebut menjadi modal untuk memperluas pemanfaatan pekarangan sebagai sumber pangan keluarga. Lahan yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal dapat diarahkan untuk menanam sayuran maupun komoditas hortikultura lain yang dibutuhkan sehari-hari.

“Biasanya kami memberikan dukungan untuk tanaman pekarangan, tanaman hortikultura, dan komoditas lainnya. Harapannya, lahan yang tersedia di sekitar rumah bisa dimanfaatkan secara produktif,” jelasnya.

Dukungan Distanak tidak hanya diarahkan pada pengembangan tanaman, tetapi juga dapat mencakup penyediaan sarana budidaya sesuai kebutuhan kelompok. Salah satunya melalui pembangunan greenhouse untuk menunjang kegiatan pertanian pada kelompok yang memerlukan fasilitas tersebut.

Bagi rumah tangga, pemanfaatan pekarangan berpotensi membantu menyediakan sebagian kebutuhan pangan tanpa sepenuhnya bergantung pada pasokan dari luar. Selain mendukung ketersediaan bahan makanan, kegiatan tersebut juga dapat menjadi sarana bagi keluarga untuk mengenal proses produksi pangan secara langsung.

Rifani menegaskan, dukungan kepada KWT merupakan bagian dari upaya memperkuat kelembagaan petani sekaligus mendorong masyarakat mengoptimalkan sumber daya yang tersedia. Program tersebut juga berkaitan dengan agenda pemerintah daerah dalam meningkatkan pemenuhan pangan bergizi bagi masyarakat.

“Kami mendukung KWT karena kelompok ini juga berhubungan langsung dengan upaya memperkuat ketahanan pangan keluarga. Potensi yang ada di lingkungan masyarakat perlu dimanfaatkan agar bisa memberikan manfaat bagi kebutuhan rumah tangga,” tegasnya.

Rifani berharap, dengan dukungan pembinaan dan sarana yang sesuai, pemanfaatan pekarangan tidak hanya menjadi aktivitas tambahan, tetapi juga berkontribusi terhadap ketersediaan pangan keluarga di Kukar.

“Penguatan peran KWT diharapkan dapat mendorong tumbuhnya kegiatan pertanian berbasis rumah tangga yang berkelanjutan,” pungkas Rifani. (Adv)

Loading