Faktanusa.com, Balikpapan – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Balikpapan terus mengembangkan inovasi pembinaan kemandirian warga binaan melalui pemanfaatan limbah industri menjadi produk bernilai ekonomis. Salah satunya melalui Pava Block, inovasi pembuatan batako dan paving block berbahan Fly Ash Bottom Ash (FABA).

Keberlanjutan inovasi tersebut mendapat perhatian Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappeda Litbang) Kota Balikpapan melalui kunjungan lapangan untuk melakukan monitoring dan evaluasi, Rabu (14/10/2026).

Kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari Rapat Evaluasi Keberlanjutan Inovasi Krenova yang telah dilaksanakan pada 24 September 2026. Kegiatan tersebut bertujuan melihat perkembangan inovasi setelah evaluasi, mengidentifikasi kendala yang dihadapi, serta menggali dukungan yang diperlukan untuk mendorong pengembangan inovasi daerah secara berkelanjutan.

Dalam kunjungan tersebut, tim Bappeda Litbang meninjau langsung pelaksanaan inovasi Pava Block, mulai dari proses produksi, pemanfaatan bahan baku FABA, hingga potensi pengembangan dan pemasaran produk yang dihasilkan melalui program pembinaan kemandirian warga binaan.

Peninjauan ini menjadi bagian penting untuk melihat sejauh mana inovasi yang dikembangkan Lapas Balikpapan dapat terus berjalan dan memberikan manfaat nyata. Selain aspek produksi, keberlanjutan inovasi juga berkaitan dengan peningkatan kualitas produk, kapasitas produksi, serta peluang pemasaran agar hasil karya warga binaan memiliki daya saing.

Pava Block merupakan salah satu upaya Lapas Balikpapan dalam menghadirkan program pembinaan yang tidak hanya berorientasi pada keterampilan, tetapi juga mendorong produktivitas dan pemanfaatan sumber daya secara optimal.

Melalui pengolahan limbah FABA menjadi bahan konstruksi, inovasi ini membuka peluang pemanfaatan material sisa industri menjadi produk yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi. Inisiatif tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya mendorong pemanfaatan sumber daya secara lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan.

Bagi warga binaan, kegiatan produksi Pava Block juga menjadi sarana untuk memperoleh pengalaman dan keterampilan kerja. Kemampuan yang dikembangkan selama menjalani masa pembinaan diharapkan dapat menjadi bekal ketika mereka kembali ke tengah masyarakat dan mulai membangun kehidupan yang lebih mandiri.

Kepala Lapas Kelas IIA Balikpapan, Andri Lesmano, menyampaikan apresiasi atas kunjungan serta perhatian Bappeda Litbang Kota Balikpapan terhadap keberlanjutan inovasi yang dikembangkan di lingkungan lapas.

Menurutnya, monitoring dan evaluasi tersebut menjadi kesempatan untuk melihat perkembangan inovasi sekaligus mengidentifikasi aspek yang masih perlu diperkuat agar Pava Block dapat terus berkembang.

“Kami menyambut baik kunjungan ini sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan inovasi Pava Block. Kami berharap melalui monitoring dan evaluasi ini, inovasi yang telah dikembangkan dapat terus ditingkatkan, baik dari sisi kualitas produk, kapasitas produksi, maupun pemasaran, sehingga memberikan nilai tambah bagi pembinaan kemandirian warga binaan,” ungkap Andri.

Ia berharap perhatian pemerintah daerah terhadap inovasi tersebut dapat membuka peluang kolaborasi yang lebih luas, terutama dalam pengembangan produk dan perluasan akses pemasaran. Dengan dukungan yang tepat, Pava Block diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan pembinaan di dalam lapas, tetapi juga mampu berkembang menjadi produk yang memiliki potensi ekonomi berkelanjutan.

Sinergi antara Lapas Balikpapan dan pemerintah daerah dinilai penting untuk memastikan inovasi yang telah dirintis dapat terus dikembangkan. Dukungan terhadap aspek produksi, peningkatan kualitas, serta pemasaran menjadi bagian yang perlu diperhatikan agar hasil pembinaan memiliki manfaat jangka panjang.

Melalui kunjungan lapangan ini, Lapas Balikpapan berharap terjalin kerja sama yang semakin kuat dengan Bappeda Litbang Kota Balikpapan dalam mendukung pengembangan inovasi daerah, optimalisasi pemanfaatan limbah FABA, serta perluasan peluang pemasaran produk hasil karya warga binaan.

Lapas Balikpapan menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan program pembinaan yang inovatif, produktif, dan berkelanjutan. Upaya tersebut menjadi bagian dari persiapan warga binaan agar memiliki keterampilan yang bermanfaat, meningkatkan kemandirian, serta mampu beradaptasi dan berkontribusi positif ketika kembali ke lingkungan masyarakat.

Dengan pengembangan inovasi seperti Pava Block, pembinaan kemandirian diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih luas, baik bagi warga binaan, masyarakat, maupun lingkungan melalui pemanfaatan limbah menjadi produk yang bernilai guna. (Shin/**)

Loading