Faktanusa.com, KUTAI KARTANEGARA – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mempercepat pemenuhan kebutuhan pengembangan kompetensi aparatur sipil negara (ASN) melalui berbagai program pelatihan berbasis teknologi informasi. Langkah ini dilakukan untuk mengejar standar minimal 20 jam pengembangan kompetensi bagi setiap ASN dalam satu tahun.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar, Sunggono, mengatakan pemenuhan kebutuhan pelatihan tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah daerah. Jumlah ASN yang cukup besar membuat pelaksanaan pendidikan dan pelatihan secara konvensional membutuhkan waktu serta sumber daya yang tidak sedikit.

Menurutnya, pengembangan kompetensi merupakan bagian penting dalam meningkatkan kualitas aparatur. Karena itu, pemerintah daerah perlu memastikan setiap pegawai memperoleh kesempatan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan sesuai dengan kebutuhan pekerjaannya.

“Kalau kebutuhan pengembangan kompetensi ASN itu paling sedikit 20 jam per tahun. Karena jumlah pegawai kita banyak, pemenuhan kebutuhan itu menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah daerah,” ujar Sunggono, Rabu (4/11/2026)

Ia menjelaskan, pada tahun sebelumnya Pemkab Kukar belum dapat memenuhi seluruh kebutuhan jam pengembangan kompetensi tersebut. Kondisi itu kemudian menjadi bahan evaluasi untuk mempercepat pelaksanaan berbagai kegiatan peningkatan kapasitas aparatur.

Salah satu langkah yang ditempuh adalah menggelar program percepatan atau crash program sejak 2026. Melalui program tersebut, pemerintah daerah memperluas akses pelatihan dengan memanfaatkan teknologi informasi sehingga ASN dapat mengikuti kegiatan tanpa harus selalu hadir dalam pembelajaran klasikal.

“Sejak tahun ini kita adakan crash program. Kita percepat melalui webinar, Zoom Meeting, dan pelatihan-pelatihan peningkatan kapasitas berbasis IT,” jelasnya.

Pemanfaatan teknologi dinilai menjadi solusi untuk menjangkau ASN dalam jumlah besar. Selain lebih fleksibel, metode tersebut memungkinkan kegiatan pengembangan kompetensi dilaksanakan secara lebih luas tanpa terlalu bergantung pada ketersediaan ruang pelatihan maupun jadwal pembelajaran tatap muka.

Sunggono menegaskan, pelatihan berbasis teknologi tetap diarahkan untuk memenuhi kebutuhan peningkatan kemampuan aparatur. Materi yang diberikan diharapkan dapat mendukung pelaksanaan tugas ASN sekaligus menyesuaikan perkembangan kebutuhan organisasi pemerintahan.

“Jadi, pelaksanaannya tidak harus secara klasikal. Kita manfaatkan teknologi agar teman-teman ASN bisa mengikuti kegiatan peningkatan kompetensi dengan lebih mudah,” katanya.

Pemkab Kukar berharap upaya percepatan tersebut dapat meningkatkan capaian pemenuhan jam pengembangan kompetensi dibandingkan tahun sebelumnya. Dengan semakin banyak ASN yang memperoleh kesempatan mengikuti pelatihan, kualitas sumber daya aparatur diharapkan turut meningkat.

Sunggono menyebut pelaksanaan program tersebut mulai menunjukkan perkembangan positif. Pemerintah daerah akan terus mendorong kegiatan peningkatan kapasitas agar kebutuhan pengembangan kompetensi ASN dapat dipenuhi secara lebih optimal.

“Alhamdulillah, melalui program percepatan ini, pengembangan kompetensi ASN kita sudah banyak meningkat. Kita berharap upaya ini terus berjalan sehingga kebutuhan pelatihan minimal 20 jam per tahun bisa terpenuhi,” pungkasnya. (Adv)

Loading