Faktanusa.com, Balikpapan – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Balikpapan mengenalkan dunia pertanian kepada anak usia dini melalui kunjungan edukasi Raudhatul Athfal (RA) Al Ikhlas Balikpapan di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lapas Balikpapan, Senin (19/10/2026).

Kegiatan ini memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk belajar secara langsung mengenai tanaman sayur, buah, dan aktivitas pertanian. Selain menambah pengetahuan, kunjungan tersebut menjadi sarana menanamkan kepedulian terhadap lingkungan serta mengenalkan pentingnya pertanian dan ketahanan pangan sejak dini.

Kegiatan dipandu oleh Kepala Subseksi Sarana Kerja,  Setyo Djatiatmuko  yang memperkenalkan lingkungan SAE serta berbagai aktivitas pembinaan kemandirian warga binaan di bidang pertanian. Anak-anak diajak melihat secara langsung kegiatan produktif yang berlangsung di area tersebut.

Suasana kunjungan berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Anak-anak mengikuti sejumlah aktivitas edukatif, mulai dari memberi makan ikan, belajar memanen buah melon dan jagung pipil, hingga mempraktikkan cara menanam bibit kangkung.

Melalui kegiatan tersebut, anak-anak tidak hanya memperoleh pengetahuan melalui penjelasan, tetapi juga mendapatkan pengalaman belajar secara langsung. Mereka dapat melihat proses pertanian dari dekat sekaligus mencoba aktivitas sederhana yang berkaitan dengan budidaya tanaman.

“Melalui kegiatan edukasi ini, kami ingin mengenalkan dunia pertanian kepada anak-anak sejak usia dini. Mereka dapat belajar secara langsung mengenai tanaman, proses menanam, hingga memanen hasil pertanian. Kami berharap pengalaman ini menambah pengetahuan sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan,” ujar Setyo

Pengenalan pertanian sejak dini diharapkan dapat membangun pemahaman anak-anak mengenai proses penyediaan bahan pangan. Mereka dapat mengetahui bahwa sayuran dan buah-buahan membutuhkan proses penanaman, perawatan, serta ketekunan sebelum akhirnya dapat dipanen dan dikonsumsi.

Selain memberikan pengalaman belajar di luar kelas, kunjungan ini juga memperkenalkan fungsi SAE sebagai sarana pembinaan kemandirian warga binaan. Berbagai kegiatan pertanian yang dilaksanakan di lokasi tersebut menjadi bagian dari upaya mengembangkan keterampilan dan produktivitas warga binaan.

Pelaksanaan kegiatan turut didampingi jajaran Seksi Kegiatan Kerja, peserta magang, serta warga binaan yang sedang menjalani program asimilasi. Keterlibatan warga binaan menjadi bagian dari pelaksanaan pembinaan sekaligus memperlihatkan aktivitas positif yang dikembangkan di lingkungan Lapas.

Melalui kegiatan pertanian, warga binaan memperoleh kesempatan untuk mengembangkan keterampilan praktis yang diharapkan dapat menjadi bekal ketika kembali ke tengah masyarakat. Pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh selama menjalani pembinaan dapat mendukung mereka untuk menjalani kehidupan yang lebih produktif setelah menyelesaikan masa pidana.

Pihak Lapas juga dapat menegaskan pentingnya kegiatan edukasi masyarakat sebagai bagian dari upaya memperkenalkan program pembinaan secara terbuka.

“SAE tidak hanya menjadi tempat untuk mengembangkan keterampilan warga binaan, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai ruang edukasi bagi masyarakat. Kami berharap kegiatan seperti ini memberikan manfaat bagi anak-anak sekaligus memperlihatkan bahwa pembinaan di Lapas diarahkan pada kegiatan yang positif dan produktif,” ujar Setyo.

Kunjungan RA Al Ikhlas Balikpapan diharapkan dapat mempererat hubungan antara Lapas dan masyarakat. Interaksi dalam kegiatan tersebut juga memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk mengenal lingkungan pertanian secara lebih dekat melalui pengalaman yang menyenangkan.

Lapas Kelas IIA Balikpapan terus mengoptimalkan pemanfaatan SAE sebagai sarana pembinaan kemandirian sekaligus ruang edukasi yang memberikan manfaat lebih luas. Dengan kegiatan yang melibatkan masyarakat, hasil pembinaan diharapkan semakin dikenal dan mampu memberikan dampak positif di luar lingkungan pemasyarakatan.

Melalui kunjungan edukasi ini, pengenalan pertanian, penanaman kepedulian terhadap lingkungan, dan pengembangan keterampilan warga binaan dapat berjalan beriringan. Dengan demikian, SAE diharapkan menjadi ruang pembelajaran yang bermanfaat bagi anak-anak, warga binaan, serta masyarakat. (Shin/**)

Loading