Faktanusa.com, Balikpapan — Manajemen Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan menegaskan komitmennya mendukung upaya pemberantasan peredaran narkotika di wilayah bandara melalui penguatan sinergi bersama aparat penegak hukum dan instansi terkait.

Komitmen tersebut disampaikan General Manager PT Angkasa Pura Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan, Iwan Winaya Mahdar usai pengungkapan kasus penyelundupan narkotika oleh Ditresnarkoba Polda Kaltim bersama Bea Cukai Kalimantan Bagian Timur.

Menurut Iwan, pihak bandara terus membangun koordinasi aktif dengan berbagai instansi, termasuk Bea Cukai, Polda Kaltim, hingga Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) guna memperkuat pengawasan terhadap potensi peredaran barang terlarang melalui jalur penerbangan.

“Kami sangat berkomitmen mendukung program anti-narkoba, khususnya melalui Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan. Salah satunya dengan membangun sinergi dan kolaborasi bersama Bea Cukai, Polda Kaltim, maupun BNNP,” ujarnya.

Ia menjelaskan, tugas utama pengelola bandara pada dasarnya berfokus pada aspek keamanan dan keselamatan penerbangan, terutama dalam pengawasan terhadap prohibited item maupun dangerous goods (DG) yang berpotensi membahayakan operasional penerbangan.

Meski demikian, apabila ditemukan indikasi barang terlarang seperti narkotika dan obat-obatan ilegal, pihak bandara akan segera melakukan koordinasi dengan aparat berwenang untuk penanganan lebih lanjut.

“Ketika ditemukan hal-hal yang berkaitan dengan obat-obatan terlarang, tentu kami langsung melakukan komunikasi dan koordinasi dengan pihak yang memiliki kewenangan,” katanya.

Iwan menambahkan, Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan telah dilengkapi fasilitas pemeriksaan berupa mesin X-ray untuk mendukung proses pengawasan barang bawaan penumpang maupun kargo.

Namun demikian, penggunaan alat tersebut tetap difokuskan pada deteksi barang-barang yang dapat mengganggu keamanan dan keselamatan penerbangan sesuai regulasi yang berlaku di sektor aviasi.

“Kami memiliki X-ray, tetapi fokus utamanya tetap pada keamanan dan keselamatan penerbangan, termasuk mendeteksi barang-barang berbahaya yang dilarang masuk ke pesawat,” jelasnya.

Selain penguatan sistem pengawasan, manajemen bandara juga memastikan seluruh personel yang terlibat dalam pelayanan penerbangan mendukung penuh upaya pencegahan peredaran narkotika di lingkungan bandara.

Menurutnya, seluruh petugas, baik dari unsur Aviation Security (Avsec), maskapai penerbangan, hingga ground handling, terus diingatkan agar lebih peka terhadap aktivitas mencurigakan yang berkaitan dengan barang terlarang.

“Kami memastikan seluruh personel yang melayani penerbangan mendukung program anti-obat terlarang ini. Teman-teman di lapangan juga harus lebih peka dan membantu aparat ketika menemukan indikasi barang terlarang,” tegasnya.

Ia berharap sinergi antara pengelola bandara, aparat keamanan, dan seluruh pemangku kepentingan dapat semakin memperkuat pengawasan terhadap jalur masuk narkotika ke Kalimantan Timur, khususnya melalui Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan.

“Kolaborasi menjadi kunci utama agar peredaran narkoba bisa dicegah sejak awal, terutama di area-area vital seperti bandara,” pungkasnya. (Shin/**)

Loading