Faktanusa.com, Balikpapan – Warga di kawasan Jl. D.I. Panjaitan RT 31, Kelurahan Sumberejo, Kota Balikpapan dibuat geger dengan peristiwa gantung diri yang terjadi pada Sabtu (9/5/2026) sekitar pukul 12.00 Wita. Seorang pria ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tergantung di dalam sebuah rumah menggunakan tali tambang berwarna biru.

Korban diketahui bernama Alang Primandani (36). Peristiwa tragis tersebut pertama kali diketahui oleh warga sekitar yang curiga karena korban tidak terlihat beraktivitas seperti biasanya. Setelah dilakukan pengecekan, korban ditemukan sudah tidak bernyawa di dalam rumah.

Warga yang panik kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwajib dan relawan bencana di Kota Balikpapan. Tak lama berselang, aparat kepolisian bersama Tim Respons Bencana Batalyon A Pelopor Satbrimob Polda Kaltim tiba di lokasi kejadian untuk melakukan penanganan awal dan membantu proses evakuasi korban.

Kehadiran petugas di lokasi sempat menarik perhatian masyarakat sekitar. Sejumlah warga tampak berkumpul di sekitar tempat kejadian perkara (TKP) guna menyaksikan proses evakuasi yang dilakukan aparat kepolisian bersama personel Brimob. Petugas kemudian memasang garis polisi untuk mengamankan area dan memudahkan proses olah TKP.

Komandan Batalyon A Pelopor Satbrimob Polda Kaltim, Iwan Pamuji mengatakan pihaknya bergerak cepat setelah menerima informasi dari masyarakat dan relawan kebencanaan mengenai adanya warga yang meninggal dunia akibat gantung diri.

“Setelah kami menerima informasi dari masyarakat dan relawan bencana, personel langsung menuju lokasi untuk membantu proses evakuasi korban serta memastikan situasi di sekitar TKP tetap aman dan kondusif,” ujar Kompol Iwan Pamuji kepada awak media.

Ia menjelaskan, sebelum proses evakuasi dilakukan, petugas dari Polresta Balikpapan terlebih dahulu melakukan olah tempat kejadian perkara guna mengumpulkan keterangan dan barang bukti yang ada di lokasi. Setelah proses tersebut selesai, Tim Respons Bencana Brimob membantu mengevakuasi jenazah korban.

“Pihak kami datang ke TKP untuk membantu mengevakuasi jenazah korban usai olah TKP dari Polresta Balikpapan,” jelasnya.

Sekitar pukul 12.30 Wita, jasad korban kemudian dibawa menggunakan ambulans menuju rumah sakit terdekat untuk dilakukan pemeriksaan visum. Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait penyebab pasti peristiwa tersebut.

Kompol Iwan Pamuji menegaskan, kehadiran personel Brimob di lokasi merupakan bagian dari tugas kemanusiaan dan bentuk pelayanan kepada masyarakat. Menurutnya, personel Brimob tidak hanya bertugas dalam penanganan keamanan, tetapi juga selalu siap membantu masyarakat dalam situasi darurat maupun bencana kemanusiaan.
“Saat ini Polresta Balikpapan masih mendalami kasus tersebut, dan kami Batalyon A Pelopor Brimob Polda Kaltim sebagai bentuk bhakti Brimob kepada masyarakat selalu sigap mendatangi lokasi dan membantu masyarakat,” tutupnya.

Peristiwa tersebut meninggalkan duka mendalam bagi warga sekitar. Sejumlah tetangga korban mengaku terkejut atas kejadian itu karena korban dikenal cukup tertutup dan jarang berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Hingga berita ini diturunkan, aparat kepolisian masih meminta keterangan dari sejumlah saksi untuk memastikan kronologi lengkap kejadian.

Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat agar tidak menyebarkan foto maupun video korban di media sosial demi menghormati keluarga yang ditinggalkan. Selain itu, masyarakat diharapkan lebih peduli terhadap kondisi lingkungan sekitar, terutama apabila mengetahui adanya warga yang mengalami tekanan psikologis atau masalah pribadi agar dapat segera diberikan perhatian dan pendampingan. (Shin/**)

Brimob Polda Kaltim

Loading