Faktanusa.com, Kutai Barat – Polres Kutai Barat terus memperkuat langkah pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) melalui edukasi, kesiapsiagaan, serta sinergi bersama TNI, pemerintah daerah dan masyarakat di wilayah Kecamatan Muara Lawa.

Upaya tersebut diwujudkan melalui penyuluhan penanganan Karhutla yang digelar Tim Mabes TNI di Mako Koramil 0912-08/Muara Lawa, Jalan Trans Kaltim, Kampung Muara Lawa, Jumat (4/9/2026).

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 10.00 WITA itu dihadiri Kasat Binmas Polres Kutai Barat IPTU Samsul Hadi yang mewakili Polres Kutai Barat. Turut hadir unsur TNI, pemerintah kecamatan, pemadam kebakaran, Puskesmas, aparat kampung, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta warga setempat.

Dalam penyuluhan tersebut, Polri turut memperkuat pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pencegahan Karhutla. Edukasi juga mencakup kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran serta langkah yang perlu dilakukan apabila ditemukan titik api.

Menurut kepolisian, keterlibatan masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam upaya menekan risiko Karhutla. Masyarakat yang berada paling dekat dengan wilayah rawan kebakaran diharapkan mampu mengenali potensi bahaya sekaligus melakukan pelaporan secara cepat ketika menemukan titik api.

Selain memberikan edukasi, kegiatan tersebut menjadi sarana memperkuat komunikasi antara kepolisian dengan aparat kampung, MPA dan masyarakat. Koordinasi yang terbangun diharapkan dapat mendukung deteksi dini sekaligus mempercepat penanganan apabila terjadi kebakaran.

Kasat Binmas Polres Kutai Barat IPTU Samsul Hadi menekankan bahwa pencegahan Karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

Menurutnya, kepolisian bersama TNI, pemerintah daerah dan unsur terkait perlu terus membangun kesadaran serta kesiapsiagaan secara berkelanjutan, terutama di wilayah yang memiliki potensi kebakaran.

“Pencegahan Karhutla tidak bisa hanya mengandalkan satu pihak. Diperlukan kepedulian dan kesiapsiagaan bersama, mulai dari aparat hingga masyarakat di tingkat kampung,” ujarnya.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan dialog dan sesi tanya jawab. Sejumlah persoalan yang berkaitan dengan pencegahan, kesiapsiagaan, koordinasi hingga penanganan Karhutla di Kecamatan Muara Lawa dibahas bersama peserta.

Dialog tersebut menjadi kesempatan bagi masing-masing unsur untuk menyampaikan kondisi di lapangan sekaligus menyamakan langkah apabila sewaktu-waktu ditemukan titik api.

Polres Kutai Barat memastikan upaya pencegahan akan terus dilakukan melalui berbagai langkah preventif. Di antaranya sambang masyarakat, penyuluhan, pemantauan wilayah serta koordinasi secara rutin dengan instansi terkait dan kelompok masyarakat.

Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan potensi kebakaran dapat diketahui sedini mungkin sehingga penanganan dapat dilakukan sebelum api meluas dan menimbulkan dampak lebih besar.

Sinergi antara Polri, TNI, pemerintah daerah, aparat kampung, MPA dan masyarakat diharapkan semakin kuat dalam menghadapi ancaman Karhutla.

Dengan koordinasi yang berjalan baik dan keterlibatan aktif masyarakat, potensi kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kutai Barat diharapkan dapat ditekan. Di sisi lain, respons terhadap titik api juga dapat dilakukan secara lebih cepat dan terkoordinasi apabila terjadi kebakaran.

Pencegahan sejak dini menjadi kunci utama, mengingat Karhutla tidak hanya berpotensi merusak lingkungan, tetapi juga dapat mengganggu aktivitas masyarakat dan mengancam keselamatan warga di sekitar lokasi kebakaran. (**)

Humas Polda Kaltim

Loading