
Faktanusa.com, Penajam Paser Utara — Senyum dan kebahagiaan terlihat dari wajah warga Desa Sebakung Jaya, Kecamatan Babulu, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), saat menyambut kunjungan Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Krido Pramono, S.H., M.Si., bersama rombongan pejabat utama dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Selasa (25/8/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan untuk meninjau langsung progres pembangunan Jembatan Garuda Merah Putih yang berada di wilayah Kodim 0913/PPU. Infrastruktur tersebut dinilai memiliki peran strategis dalam mendukung mobilitas masyarakat sekaligus membuka akses yang lebih mudah terhadap berbagai aktivitas ekonomi dan sosial warga.
Jembatan yang telah selesai dibangun itu kini mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Kehadirannya menjadi akses penting bagi warga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, termasuk anak-anak yang berangkat ke sekolah hingga para petani yang membutuhkan jalur distribusi untuk membawa pupuk dan hasil pertanian.
Dalam kesempatan tersebut, Pangdam VI/Mulawarman menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur bagi masyarakat merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah dan bagian dari realisasi program Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.
“Jembatan ini tidak hanya menjadi sarana penghubung secara fisik, tetapi juga menjadi penghubung antara masyarakat dengan pusat perekonomian, pendidikan, pelayanan kesehatan, serta berbagai aktivitas sosial kemasyarakatan,” ujar Pangdam.
Menurutnya, pembangunan jembatan memiliki dampak yang lebih luas dibandingkan sekadar menyediakan akses transportasi. Infrastruktur tersebut diharapkan mampu memperpendek jarak dan waktu tempuh masyarakat, sekaligus meningkatkan konektivitas antarwilayah.
Dengan akses yang semakin baik, masyarakat diharapkan dapat lebih mudah menjalankan aktivitas ekonomi, memperoleh pelayanan publik, serta mengembangkan potensi wilayahnya.
Pangdam juga memaparkan capaian pembangunan jembatan yang dilaksanakan di berbagai wilayah. Hingga saat ini, tercatat 68 titik jembatan telah selesai dibangun 100 persen, sementara 27 titik lainnya masih dalam proses pembangunan.
Program pembangunan tersebut juga akan terus berlanjut. Mulai 1 September mendatang, direncanakan kembali dibangun 41 titik jembatan sebagai bagian dari upaya memperluas akses masyarakat terhadap infrastruktur yang layak.

Tidak hanya pembangunan jembatan, perhatian terhadap kebutuhan dasar masyarakat juga diwujudkan melalui program penyediaan air bersih. Kodam VI/Mulawarman berkomitmen mendukung masyarakat PPU melalui pembangunan 41 titik sumur bor.
Program sumur bor tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat, khususnya di wilayah yang masih menghadapi keterbatasan sumber air.
Di sela kunjungannya, Pangdam juga menyempatkan diri berdialog langsung dengan masyarakat Desa Sebakung Jaya. Dalam dialog tersebut, Pangdam mendengarkan berbagai tanggapan dan aspirasi warga terkait pembangunan maupun kebutuhan masyarakat di wilayah tersebut.
Pangdam mengajak masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan memperkuat semangat gotong royong. Menurutnya, pembangunan yang telah dilakukan tidak akan memberikan manfaat maksimal apabila tidak dirawat dan dijaga bersama.
Karena itu, masyarakat diminta memiliki rasa tanggung jawab untuk menjaga berbagai fasilitas umum yang telah dibangun agar dapat digunakan dalam jangka panjang.
“Yang sudah dibangun ini mari kita jaga bersama. Jangan sampai fasilitas yang diberikan untuk masyarakat justru tidak dirawat,” pesannya.
Selain pembangunan infrastruktur, Pangdam juga mengingatkan masyarakat mengenai pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. Warga yang membuka lahan pertanian diminta tidak menggunakan cara membakar lahan karena dapat menimbulkan dampak luas terhadap lingkungan dan masyarakat.
Pembakaran lahan berpotensi menyebabkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), kabut asap, kerusakan lingkungan, hingga mengganggu aktivitas masyarakat. Pangdam menegaskan bahwa pelanggaran terkait pembakaran lahan dapat dikenakan sanksi sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
“Jangan membuka lahan dengan cara membakar. Dampaknya bisa merugikan banyak pihak dan ada sanksi hukum bagi yang melanggar,” tegasnya.
Kunjungan tersebut juga menjadi ruang bagi pemerintah daerah dan masyarakat untuk menyampaikan aspirasi secara langsung. Wakil Ketua Komisi II DPRD Kabupaten PPU, Sujiati, menyampaikan harapan agar Pangdam turut mengawal pembangunan sektor pertanian, khususnya pembangunan irigasi di Desa Sebakung Jaya.
Menurutnya, keberadaan infrastruktur irigasi sangat penting untuk menjaga produktivitas lahan pertanian sekaligus mendukung program ketahanan pangan di Kabupaten PPU.
Aspirasi tersebut semakin penting di tengah adanya indikasi perubahan fungsi sebagian lahan sawah menjadi perkebunan kelapa sawit. Kondisi itu dikhawatirkan dapat mengurangi luasan lahan pertanian produktif dan berdampak terhadap keberlanjutan program ketahanan pangan di daerah.
Karena itu, pembangunan dan penguatan sistem irigasi dinilai menjadi salah satu kebutuhan yang perlu mendapat perhatian agar lahan pertanian masyarakat tetap produktif.
Rangkaian kunjungan Pangdam VI/Mulawarman kemudian dilanjutkan dengan pengecekan langsung ke lokasi Jembatan Garuda Merah Putih. Pangdam bersama rombongan juga meninjau progres pengatapan Masjid Al Mujahidin yang berada di wilayah tersebut.
Kunjungan ditutup dengan suasana penuh keakraban melalui sesi foto bersama Pangdam, rombongan, tokoh masyarakat, ibu-ibu Persit, serta anak-anak SD 014 Babulu.
Bagi masyarakat Sebakung Jaya, kehadiran Jembatan Garuda Merah Putih bukan sekadar pembangunan fisik. Jembatan tersebut membuka akses baru bagi aktivitas masyarakat dan memberikan harapan terhadap peningkatan konektivitas serta perekonomian desa.
Dengan dukungan pembangunan infrastruktur, penyediaan air bersih, penguatan sektor pertanian, serta kepedulian terhadap lingkungan, masyarakat berharap pembangunan di wilayah PPU dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat yang semakin luas.
Jembatan Garuda Merah Putih kini menjadi simbol konektivitas sekaligus harapan baru bagi masyarakat Desa Sebakung Jaya. Dari akses pendidikan hingga distribusi hasil pertanian, keberadaan jembatan tersebut diharapkan mampu menjadi penggerak aktivitas masyarakat dan membuka peluang baru bagi masa depan desa.
Pendam VI/Mlw.
![]()

