Faktanusa.com, Balikpapan – PT PLN (Persero) terus mempercepat pemulihan sistem kelistrikan Kalimantan melalui penambahan kapasitas pembangkit sewa, pemulihan pembangkit eksisting, hingga perbaikan infrastruktur transmisi.

Hingga Jumat (30/10/2026), kapasitas pembangkit sewa yang telah beroperasi meningkat dari sebelumnya 45 megawatt (MW) menjadi 53 MW. Di sisi lain, pembangunan infrastruktur transmisi darurat di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, juga menunjukkan perkembangan dengan berhasil didirikannya dua tower darurat.

Penambahan pasokan sebesar 53 MW tersebut berasal dari pembangkit sewa di Trisakti sebesar 20 MW dan Batulicin sebesar 33 MW.

Pengoperasian tambahan kapasitas ini merupakan bagian dari program penguatan Sistem Interkoneksi Kalimantan melalui penambahan pembangkit sewa dengan total kapasitas yang direncanakan mencapai 278 MW.

General Manager PLN Unit Induk Distribusi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (UID Kaltimra), Muchamad Chaliq Fadli, mengatakan berbagai langkah pemulihan terus dilakukan secara paralel untuk meningkatkan kemampuan pasok sekaligus mengembalikan keandalan sistem kelistrikan.

“Penambahan kapasitas pembangkit sewa dari 45 MW menjadi 53 MW merupakan salah satu progres nyata dalam upaya penguatan pasokan listrik Kalimantan. Secara bersamaan, kami terus mendorong percepatan pemulihan pembangkit yang mengalami gangguan maupun pemeliharaan, sehingga kemampuan pasok dapat semakin meningkat dan kebutuhan listrik masyarakat dapat terlayani dengan lebih baik,” ujar Chaliq.

Secara keseluruhan, program penambahan pembangkit sewa sebesar 278 MW dilaksanakan melalui dua tahapan. Tahap pertama memiliki kapasitas 158 MW, sedangkan tahap kedua sebesar 120 MW.

Pengoperasian pembangkit tersebut dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan masing-masing unit. Prosesnya meliputi mobilisasi, instalasi, hingga pengujian teknis dan keselamatan sebelum pembangkit dinyatakan siap beroperasi.

Selain penambahan pembangkit sewa, PLN bersama pengelola pembangkit juga mempercepat pemulihan sejumlah pembangkit eksisting yang belum beroperasi secara optimal.

Beberapa unit yang menjadi perhatian di antaranya PLTGU Senipah, PLTU Indoeka, dan PLTU Asam Asam. PLN juga melakukan koordinasi untuk mempercepat penyelesaian pemeliharaan PLTU GPK berkapasitas 100 MW agar dapat kembali menyuplai listrik ke sistem.

Penanganan setiap pembangkit dilakukan berdasarkan kondisi teknis masing-masing unit, mulai dari pemeriksaan dan perbaikan peralatan, penyelesaian pekerjaan pemeliharaan, hingga pengujian kesiapan operasi.

Koordinasi lintas entitas dan pengelola pembangkit terus diperkuat agar proses pemulihan berjalan optimal dengan tetap mengutamakan keselamatan dan keandalan operasi.

Sementara itu, upaya pemulihan infrastruktur transmisi juga dikebut di Kabupaten Berau. Gangguan pada jaringan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kilovolt (kV) Maloy–Talisayan akibat pohon tumbang pada 25 Oktober 2026 berdampak terhadap penyaluran listrik menuju wilayah Berau dan sekitarnya.

Untuk mempercepat penanganan, PLN mengerahkan lebih dari 100 personel gabungan dari berbagai unit dalam pembangunan Emergency Restoration System (ERS) atau sistem pemulihan darurat jaringan transmisi.

Hingga 30 Oktober, dua tower darurat telah berhasil didirikan. Pekerjaan kini berlanjut pada pemasangan instalasi dan perlengkapan pendukung sebelum jaringan dapat kembali dioperasikan.

Chaliq mengatakan, seluruh personel terus bekerja untuk mempercepat pemulihan jaringan transmisi dengan memperhatikan kesiapan teknis dan keselamatan kerja.

“Di Berau, lebih dari 100 personel gabungan terus bekerja untuk mempercepat pemulihan jaringan transmisi. Dua tower darurat kini telah berdiri dan pekerjaan memasuki tahapan lanjutan. Seluruh proses terus kami percepat dengan tetap memastikan kesiapan teknis dan keselamatan kerja agar jaringan dapat segera kembali berfungsi,” jelasnya.

Ia menegaskan, penambahan kapasitas pembangkit sewa, pemulihan pembangkit eksisting, dan perbaikan jaringan transmisi merupakan tiga langkah yang dijalankan secara bersamaan untuk memperkuat sistem kelistrikan Kalimantan.

Meski sejumlah perkembangan telah dicapai, PLN mengakui kondisi pasokan listrik di beberapa wilayah masih belum sepenuhnya optimal.

Karena itu, pengaturan operasi kelistrikan secara terukur masih diperlukan dengan mempertimbangkan keseimbangan antara ketersediaan daya dan kebutuhan pelanggan, terutama pada periode beban puncak.

Chaliq memahami kondisi tersebut masih berdampak terhadap aktivitas masyarakat, pelayanan publik, hingga kegiatan usaha.

“Kami memahami bahwa kondisi kelistrikan saat ini masih memengaruhi aktivitas masyarakat, pelayanan publik, dan kegiatan usaha. Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan pelanggan. Seluruh tim terus bekerja keras dan berkoordinasi untuk mempercepat pemulihan agar masyarakat dapat kembali menikmati layanan listrik yang optimal,” tambah Chaliq.

PLN berkomitmen melanjutkan seluruh tahapan pemulihan dengan mengutamakan keselamatan, keamanan sistem, dan kepentingan pelanggan.

Perkembangan kondisi kelistrikan akan terus dievaluasi dan disampaikan kepada masyarakat melalui kanal komunikasi resmi PLN. Penambahan pasokan pembangkit dan percepatan perbaikan infrastruktur diharapkan menjadi bagian penting dalam mengembalikan keandalan sistem kelistrikan serta mendukung aktivitas ekonomi dan kehidupan masyarakat di Kalimantan.


Narahubung
Zailla Mairofiah
Manager Komunikasi dan TJSL
PLN UID Kaltimra
zailla.mairofiah@pln.co.id

Loading