
Faktanusa.com, KUTAI KARTANEGARA – Festival Erau yang telah digelar menunjukkan perannya sebagai salah satu penggerak ekonomi daerah di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Selama sekitar delapan hari pelaksanaan, kegiatan budaya tersebut berhasil menarik lebih dari 172 ribu pengunjung dengan perputaran uang yang diperkirakan mencapai hampir Rp13 miliar.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kukar, Awang Agus Darmawan, menyebut capaian tersebut menjadi perkembangan menggembirakan bagi sektor pariwisata daerah. Berdasarkan data yang dihimpun dari penyelenggara kegiatan, jumlah pengunjung Erau menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap agenda budaya tahunan tersebut.
“Kalau bicara Erau kemarin, alhamdulillah grafiknya juga sudah mulai menggembirakan. Jadi dari data yang kami dapat dari event organizer yang menangani kemarin itu, total pengunjung yang datang sudah terhitung 172.000 sekian,” ujarnya, Sabtu (31/10/2026)
Selain wisatawan domestik, Erau juga mulai menarik perhatian pengunjung dari luar negeri. Dispar Kukar mencatat sebanyak 46 wisatawan mancanegara turut menghadiri rangkaian kegiatan tersebut.
“Jumlah pengunjung mancanegaranya itu 46 orang. Ini sudah agak mulai luar biasa,” ungkap Awang.
Dampak penyelenggaraan Erau juga terlihat dari keterlibatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Sebanyak 284 UMKM berpartisipasi dalam kegiatan yang tersebar di lima venue tersebut, memberikan kesempatan bagi pelaku usaha untuk menawarkan produk kepada pengunjung.
“Kalau dari data yang kami dapat ini, ada 284 UMKM terlibat di lima venue yang ada,” jelasnya.
Sektor perhotelan turut merasakan dampak meningkatnya aktivitas wisata selama Erau. Awang menyebut terdapat 16 hotel dan penginapan yang terpantau mengalami peningkatan okupansi, bahkan pada hari terakhir pelaksanaan hampir seluruhnya dipenuhi pengunjung.
“Terus 16 hotel dan penginapan. Dan di hari terakhir itu katanya semua penuh. Semua hampir keluhan pengunjung penuh,” katanya.
Menurut Awang, besarnya perputaran uang selama pelaksanaan Erau menjadi indikator bahwa kegiatan pariwisata memiliki potensi ekonomi yang signifikan bagi daerah.
“Dan lebih luar biasa lagi uang yang beredar selama Erau itu hampir Rp13 miliar, selama kurang lebih delapan hari,” tuturnya.
Ia menilai capaian tersebut menjadi modal penting bagi pemerintah daerah untuk terus memperkuat penyelenggaraan kegiatan pariwisata yang mampu melibatkan berbagai sektor usaha.
“Kalau dengan kondisi ekonomi kita yang seperti sekarang ini, capaian ini tentu menggembirakan,” pungkasnya. (Adv)
![]()

