Faktanusa.com, Sangatta – Upaya meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai program keluarga berencana (KB) terus dilakukan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Di tengah luasnya wilayah dan jarak antardesa yang cukup jauh, kegiatan penyuluhan tidak hanya dilakukan secara tatap muka, tetapi juga mulai diperkuat melalui pemanfaatan platform digital.

Kepala Bidang Penyuluhan DPPKB Kutim, Yunie, mengatakan teknologi menjadi salah satu sarana yang dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan penyuluhan sekaligus meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) tenaga penyuluh.

Salah satunya dilakukan melalui pertemuan daring menggunakan aplikasi Zoom, terutama untuk kegiatan pembekalan dan peningkatan kemampuan para penyuluh.

“Untuk penyuluhan lewat digital sudah beberapa kali. Terutama untuk peningkatan SDM, kita mengikuti melalui Zoom,” kata Yunie.

Menurutnya, pemanfaatan teknologi digital membantu proses pembekalan tenaga penyuluh sebelum mereka menjalankan tugas di lapangan. Termasuk tenaga pendamping lokal yang direkrut DPPKB Kutim, mereka mendapatkan pembekalan agar memiliki kemampuan dalam menyampaikan informasi dan memberikan edukasi kepada masyarakat.

Namun, Yunie menegaskan penyuluhan secara langsung tetap menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program KB. Pasalnya, karakteristik masyarakat serta kondisi akses di setiap wilayah Kutim berbeda-beda.

Dengan kondisi tersebut, penyuluh tetap dituntut mampu turun langsung ke masyarakat dan menjangkau wilayah hingga tingkat desa. Kehadiran penyuluh di lapangan diperlukan untuk membangun komunikasi sekaligus memberikan pemahaman sesuai kondisi masyarakat setempat.

“Harapan kami, terutama bagaimana caranya memberikan edukasi kepada masyarakat supaya mereka tertarik dan berminat mengikuti program kita,” ujarnya.

Selain melalui penyuluh, edukasi KB juga dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak. DPPKB menjalin kolaborasi dengan fasilitas kesehatan, pemerintah kecamatan, Kantor Urusan Agama (KUA), hingga lingkungan sekolah.

Pendekatan tersebut dilakukan untuk memperluas pemahaman masyarakat, khususnya pasangan usia subur, mengenai pentingnya perencanaan keluarga. Edukasi juga dapat diberikan sejak sebelum pasangan memasuki kehidupan berumah tangga melalui pembekalan di lingkungan sekolah maupun kegiatan pranikah.

Penyuluhan program KB juga tidak berdiri sendiri. Edukasi yang diberikan diarahkan untuk mendukung program kependudukan dan pembangunan keluarga, termasuk upaya pemerintah daerah dalam menekan stunting serta persoalan keluarga berisiko lainnya.

Pemanfaatan teknologi digital diharapkan dapat menjadi pelengkap bagi penyuluhan secara langsung. Dengan kombinasi kedua metode tersebut, DPPKB Kutim berupaya memperluas jangkauan informasi sekaligus meningkatkan kapasitas tenaga penyuluh agar mampu menjalankan tugas secara lebih optimal.

DPPKB Kutim berharap penguatan penyuluhan melalui ruang digital dan kegiatan lapangan dapat membuat informasi mengenai program KB semakin mudah diterima masyarakat. Pada akhirnya, edukasi tersebut diharapkan mendukung terbentuknya keluarga yang lebih terencana, sehat, dan berkualitas.  (Adv/Kominfo)

Loading