Faktanusa.com, Balikpapan — Kegiatan pembinaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Balikpapan tidak hanya berfokus pada pembinaan mental dan keterampilan. Aspek kesehatan serta kebugaran warga binaan juga menjadi perhatian dalam rangka mempersiapkan mereka kembali ke tengah masyarakat.

Salah satunya diwujudkan melalui kegiatan senam sehat bersama yang rutin digelar setiap Jumat. Kegiatan tersebut diikuti warga binaan bersama jajaran petugas Lapas Kelas IIA Balikpapan.

Kepala Lapas Kelas IIA Balikpapan, Andri Lesmono, mengatakan kegiatan senam sehat merupakan bagian dari upaya menjaga kondisi fisik warga binaan selama menjalani masa pembinaan.

“Setiap hari Jumat kami melaksanakan senam sehat bersama rekan-rekan warga binaan. Tentunya hal itu bertujuan untuk menjaga kesehatan dan kebugaran mereka,” kata Andri saat ditemui usai kegiatan senam bersama warga binaan, Jumat (11/9/2026).

Menurutnya, kesehatan menjadi salah satu aspek penting dalam proses pembinaan di dalam lapas. Kondisi fisik yang baik diharapkan dapat mendukung warga binaan menjalani berbagai program pembinaan yang diberikan selama berada di lingkungan pemasyarakatan.

Lebih jauh, Andri menilai kebugaran juga menjadi bekal penting bagi warga binaan ketika nantinya menyelesaikan masa pidana dan kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat.

“Kami berharap nantinya apabila mereka bebas, mereka juga dalam kondisi yang bagus dan sehat,” ujarnya.

Kegiatan senam tersebut tidak hanya diikuti warga binaan. Jajaran petugas Lapas Kelas IIA Balikpapan turut bergabung dalam kegiatan yang dilaksanakan secara bersama-sama.

Andri menyebut keterlibatan petugas dalam kegiatan olahraga bersama menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi dan menjaga hubungan yang baik dengan warga binaan.

“Hal ini juga untuk menjaga silaturahmi dengan warga binaan dan kekompakan di antara petugas yang ada,” katanya.

Menurut Andri, interaksi yang terbangun melalui kegiatan bersama menjadi salah satu bagian dari suasana pembinaan di lingkungan lapas. Petugas tidak hanya menjalankan fungsi pengamanan, tetapi juga memiliki peran dalam mendukung proses pembinaan warga binaan.

Dengan jumlah penghuni yang hampir mencapai 1.300 orang, pelaksanaan senam tidak memungkinkan dilakukan secara bersamaan oleh seluruh warga binaan.

Karena itu, pihak lapas menerapkan sistem bergiliran berdasarkan blok hunian masing-masing. Dalam satu kali pelaksanaan senam, sekitar 300 hingga 400 warga binaan mengikuti kegiatan tersebut.

“Karena jumlah warga binaan kami saat ini hampir 1.300 orang, jadi pelaksanaannya bergiliran menurut blok mereka masing-masing,” jelas Andri.

Sistem tersebut diterapkan agar kegiatan tetap berjalan tertib sekaligus menyesuaikan dengan kondisi dan kapasitas lingkungan lapas.

“Jadi, dalam setiap kali senam ada sekitar 300 sampai 400 orang warga binaan,” sambungnya.

Andri menegaskan, kegiatan senam sehat akan terus dilaksanakan secara rutin setiap Jumat. Selain menjaga kesehatan fisik, kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi ruang interaksi positif antara petugas dan warga binaan.

Ia menilai pembinaan yang dilakukan di lapas perlu mencakup berbagai aspek. Warga binaan tidak hanya diberikan pembinaan untuk meningkatkan kemampuan dan kepribadian, tetapi juga perlu didukung agar memiliki kondisi fisik yang sehat.

“Kegiatan ini rutin kami laksanakan setiap hari Jumat,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Andri juga menyampaikan apresiasi kepada kalangan media yang selama ini turut membantu mempublikasikan berbagai kegiatan positif di Lapas Kelas IIA Balikpapan.

Menurutnya, pemberitaan mengenai kegiatan pembinaan penting untuk memberikan gambaran kepada masyarakat mengenai berbagai program yang dilakukan di dalam lapas.

“Pertama-tama saya mengucapkan terima kasih kepada rekan-rekan media yang selama ini membantu kami dalam mempublikasikan atau menyiarkan berita-berita positif tentang Lapas Kelas IIA Balikpapan, terutama di bidang pembinaan yang kita laksanakan di sini,” ujar Andri.

Ia berharap kegiatan pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan dapat memberikan manfaat bagi warga binaan, baik selama menjalani masa pidana maupun setelah mereka kembali ke masyarakat.

Melalui kegiatan sederhana seperti senam bersama, Lapas Kelas IIA Balikpapan berupaya membangun kebiasaan hidup sehat sekaligus menciptakan interaksi yang lebih positif antara warga binaan dan petugas.

Bagi warga binaan, kebugaran bukan hanya soal kesehatan selama berada di balik tembok lapas. Kondisi fisik yang terjaga juga menjadi bagian dari kesiapan mereka untuk menjalani kehidupan baru ketika masa pembinaan berakhir. (Shin/**)

Loading