
Faktanusa.com, KUTAI KARTANEGARA – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Aulia Rahman Basri, menekankan pentingnya keberanian mengambil tanggung jawab dalam menjalankan pemerintahan. Menurutnya, jabatan publik menuntut kesiapan menghadapi berbagai konsekuensi, termasuk ketika seseorang dihadapkan pada situasi yang tidak mudah.
Aulia berpandangan, tanggung jawab sebagai pejabat tidak cukup diwujudkan melalui kesediaan menerima jabatan. Komitmen tersebut juga harus tercermin dalam kesanggupan menghadapi persoalan dan menjalankan tugas yang telah dipercayakan, termasuk menyikapi kebijakan fiskal yang mengalami penurunan.
“Kami tidak meratapi atau kami tidak bersedih dengan kondisi hari ini. Kondisi yang kita hadapi hari ini itu adalah given, sesuatu yang sudah terberi,” kata Aulia, Senin (12/10/2026)
Pernyataan tersebut menggambarkan cara Aulia memandang tantangan sebagai bagian dari tanggung jawab yang melekat pada jabatan. Baginya, keadaan yang sudah dihadapi tidak semestinya menjadi alasan untuk menghindari kewajiban atau kehilangan semangat dalam bekerja.
Ia juga menilai keputusan untuk menjadi pejabat publik harus disertai kesiapan mental. Sebab, penyelenggaraan pemerintahan tidak selalu berjalan sesuai harapan dan kerap menuntut kemampuan mengambil keputusan di tengah berbagai persoalan.
“Ya salahnya di kita kok mau jadi pejabatnya. Kalau enggak kuat angkat bendera putih saja lah,” ujarnya.
Sikap tersebut menempatkan tanggung jawab sebagai salah satu prinsip penting dalam kepemimpinan. Seorang pejabat dituntut tidak hanya hadir ketika keadaan mendukung, tetapi juga tetap menjalankan perannya ketika menghadapi tekanan dan ketidakpastian.
Dalam praktik pemerintahan, prinsip tanggung jawab perlu diterjemahkan melalui kerja yang terukur, pengambilan keputusan yang jelas, serta kesediaan mempertanggungjawabkan kebijakan kepada masyarakat. Hal ini penting agar amanah jabatan tidak berhenti sebagai kewenangan administratif, melainkan benar-benar dijalankan untuk kepentingan publik.
Bagi kepala daerah, tanggung jawab tersebut juga berkaitan dengan kemampuan menjaga arah kerja organisasi pemerintahan. Aparatur dan perangkat daerah membutuhkan kepemimpinan yang mampu memberikan kejelasan mengenai tugas, prioritas, serta hasil yang hendak dicapai.
Aulia menegaskan, kesiapan menghadapi kesulitan merupakan bagian dari konsekuensi memilih jalan pengabdian di pemerintahan. Ia mengingatkan bahwa jabatan publik harus dijalankan dengan kesungguhan, sebab tanggung jawab kepada masyarakat tetap melekat dalam berbagai keadaan.
“Resiko menjadi pejabat sudah demikian, pondasi kebijakan penetunya di kepala daerah, harus siap dengan segala keadaan,” pungkasnya. (Adv)
![]()

