
Faktanusa.com, Balikpapan — Polresta Balikpapan menggelar Apel Sabuk Kamtibmas Tahun 2026 dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat, pemerintah, TNI-Polri, organisasi masyarakat, komunitas ojek online hingga Pramuka, Kamis (13/8/2026).
Wakapolresta Balikpapan AKBP Fauzan mengatakan, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Kota Balikpapan.
Menurutnya, Apel Sabuk Kamtibmas 2026 mengusung tema “Guyub Rukun, Banua Etam Bersatu”. Tema tersebut mencerminkan pentingnya persatuan dan kolaborasi masyarakat dalam menciptakan situasi kota yang aman dan nyaman.
“Pada hari ini kami bersama-sama seluruh komponen masyarakat, dari pemerintah, TNI-Polri, seluruh ormas maupun adik-adik Pramuka, melaksanakan kegiatan Apel Sabuk Kamtibmas Tahun 2026 Polresta Balikpapan,” kata Fauzan.
Ia menyebut keterlibatan berbagai komunitas menjadi salah satu gambaran kuatnya semangat kebersamaan masyarakat Balikpapan. Bahkan, komunitas ojek online turut hadir dalam kegiatan tersebut sebagai bagian dari elemen masyarakat yang memiliki peran dalam menjaga keamanan lingkungan.
“Kalau kita lihat langsung tadi, rekan-rekan dari komunitas ojek online juga hadir untuk menyemarakkan kegiatan kita pada kesempatan hari ini,” ujarnya.

Selain apel, kegiatan tersebut juga ditutup dengan penandatanganan deklarasi atau ikrar bersama. Deklarasi tersebut menjadi bentuk komitmen seluruh peserta untuk menjaga Kota Balikpapan agar tetap menjadi daerah yang bersih, aman dan nyaman.
“Sekaligus juga tadi kita tutup dengan melaksanakan kegiatan penandatanganan deklarasi ataupun ikrar bersama untuk menjaga Kota Balikpapan kita yang beriman ini, yaitu bersih, aman dan nyaman,” tutur Fauzan.
Menurut Fauzan, antusiasme berbagai elemen masyarakat yang hadir menunjukkan bahwa semangat kebersamaan di Balikpapan masih sangat kuat. Kondisi tersebut menjadi modal penting dalam menjaga stabilitas keamanan di tengah berbagai aktivitas masyarakat.
Ia menegaskan, keamanan tidak dapat hanya dibebankan kepada aparat penegak hukum. Pemerintah, TNI-Polri, organisasi masyarakat, komunitas hingga masyarakat di tingkat lingkungan memiliki peran masing-masing dalam menciptakan situasi yang kondusif.
“Hal ini juga menunjukkan luar biasanya, begitu guyubnya masyarakat di Kota Balikpapan,” katanya.
Fauzan menekankan bahwa jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) bersama seluruh komponen pemerintah memiliki keyakinan bahwa pengelolaan keamanan membutuhkan keterlibatan semua pihak.
“Karena kami yakin, jajaran Forkopimda dan seluruh komponen pemerintah sangat yakin bahwa keamanan tidak bisa dikelola sendiri,” tegasnya.
Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dalam menjaga lingkungan masing-masing. Menurutnya, keamanan dan kenyamanan kota tidak hanya ditentukan oleh patroli maupun kegiatan kepolisian, tetapi juga oleh kepedulian masyarakat terhadap kondisi lingkungan sekitar.
“Keamanan adalah tanggung jawab bersama. Kemudian juga wajib kita untuk sadar diri menjaga lingkungan masing-masing, termasuk juga menjaga keamanan, kenyamanan dan kegiatan-kegiatan masyarakat yang berlangsung dengan aman di Kota Balikpapan,” pungkasnya.
Melalui Apel Sabuk Kamtibmas 2026, Polresta Balikpapan berharap semangat Guyub Rukun, Banua Etam Bersatu dapat terus diwujudkan dalam kehidupan masyarakat. Kolaborasi antara aparat dan masyarakat diharapkan mampu memperkuat sistem keamanan berbasis partisipasi sekaligus menjaga Balikpapan tetap kondusif bagi seluruh warga dan berbagai aktivitas yang berlangsung di kota tersebut. (Shin/**)
![]()

