Faktanusa.com, Balikpapan – Ikatan Alumni SMP Negeri 2 Balikpapan (IKAM Brotherhood) menggelar kegiatan IKAM GASS LAH atau Learning And Healing, Minggu (27/9/2026). Kegiatan yang dikemas dengan agenda berkendara bersama tersebut tidak hanya menjadi ajang mempererat silaturahmi alumni, tetapi juga diisi dengan edukasi mengenai pengelolaan sampah di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Manggar.

Rangkaian kegiatan dimulai dari titik kumpul di KPFM Jalan Soedirman, kawasan Markoni, yang juga menjadi Sekretariat IKAM. Para peserta kemudian mendapat pengarahan terkait keselamatan berkendara dan rute perjalanan sebelum memulai perjalanan menuju TPA Manggar.

Setibanya di TPA Manggar, rombongan alumni mendapat penjelasan langsung mengenai aktivitas pengelolaan sampah dari Kepala UPTD TPAS Manggar, Muhammad Haryanto, yang mewakili Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan Sudirman yang berhalangan hadir karena kondisi kesehatan.

Ketua Umum IKAM SMP Negeri 2 Balikpapan, Sigit Wibowo, mengatakan kunjungan tersebut menjadi pengalaman tersendiri bagi dirinya maupun para alumni karena sebagian peserta baru pertama kali melihat secara langsung aktivitas di TPA Manggar.

“Pada hari ini kita melaksanakan kegiatan sanmori. Kita kunjungan ke TPA Manggar. Saya sendiri kebetulan pertama kali datang ke TPA Manggar dan ingin mengetahui bagaimana pengelolaan sampah di sini,” ujar Sigit.

Menurutnya, kunjungan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap persoalan sampah sekaligus memberikan pemahaman bahwa pengelolaan sampah membutuhkan keterlibatan semua pihak.

Sigit juga mengapresiasi pengelolaan sampah yang dilakukan Pemkot Balikpapan melalui DLH. Ia berharap sistem yang diterapkan dapat menjadi pembelajaran bagi daerah lain di Kalimantan Timur.

“Mudah-mudahan ini menjadi percontohan untuk Kalimantan Timur dan tentu saja untuk kota dan kabupaten yang lain,” katanya.

Sementara itu, Muhammad Haryanto menjelaskan TPA Manggar setiap harinya menerima sekitar 400 ton sampah dari wilayah Kota Balikpapan. Aktivitas penerimaan sampah bahkan telah dimulai sejak sekitar pukul 01.00 WITA dan berlangsung hingga sore hari dengan sistem kerja dua shift bagi operator.

TPA Manggar memiliki luas sekitar 40 hektare. Namun, area yang digunakan sebagai lokasi penimbunan sampah sekitar 17 hektare yang terbagi dalam tujuh zona.

“TPA Manggar ini kurang lebih luasnya 40 hektare. Tapi tidak semuanya kita jadikan tempat penampungan atau penimbunan sampah. Hanya sekitar 17 hektare yang kami bagi ke dalam tujuh zona,” jelas Haryanto.

Ia mengungkapkan, sejak mulai dioperasikan pada 2002 hingga 2026, jumlah sampah yang telah masuk ke TPA Manggar berdasarkan data timbangan mencapai sekitar 2,8 juta ton.

Menurut Haryanto, TPA Manggar merupakan bagian hilir dari sistem pengelolaan sampah Kota Balikpapan. Sampah yang masuk ditimbang terlebih dahulu sebelum dibawa menuju zona landfill aktif untuk diturunkan, ditata dan dikelola menggunakan alat berat.

Setelah ditimbun, sampah kemudian ditutup menggunakan tanah. Penutupan tersebut dilakukan untuk mengurangi bau sekaligus membantu proses pengelolaan area yang sudah tidak aktif.

Selain penimbunan, pengelola juga melakukan pengolahan air lindi yang dihasilkan dari proses pembusukan sampah organik. Air lindi dialirkan melalui sistem perpipaan menuju Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) agar tidak mencemari lingkungan.

TPA Manggar juga mengembangkan pengolahan sampah organik melalui budidaya maggot. Sementara gas metana yang dihasilkan dari proses pembusukan sampah dimanfaatkan melalui sistem pembakaran pada fasilitas flare.

Haryanto menjelaskan, pengelola saat ini berupaya memaksimalkan zona-zona lama yang masih dapat digunakan kembali. Langkah tersebut dilakukan karena zona terakhir yang belum digunakan memiliki kapasitas terbatas.

“Zona tujuh luasnya kurang lebih 3,2 hektare. Kalau kita gunakan dengan sampah sekitar 400 ton setiap hari, mungkin tiga tahun setengah sudah penuh,” ujarnya.

Karena itu, pengelola berupaya memperpanjang usia operasional TPA dengan mengoptimalkan zona yang masih memungkinkan digunakan kembali.

Ke depan, Pemkot Balikpapan juga mengusulkan skema pengolahan sampah menjadi energi listrik. Haryanto menyebut teknologi tersebut dapat menjadi salah satu alternatif untuk mengurangi ketergantungan terhadap metode penimbunan sampah.

“Jadi sampah-sampah itu nanti tidak ditimbun, tetapi dimasukkan ke satu alat. Panasnya kemudian bisa kita pakai untuk pembangkit listrik. Sampahnya habis dan kita bisa mendapatkan listrik,” jelasnya.

Usai mengikuti edukasi dan melihat aktivitas pengelolaan sampah di TPA Manggar, rombongan IKAM Brotherhood melanjutkan perjalanan menuju destinasi wisata Bukit Kebo.

Di lokasi tersebut, para alumni menikmati suasana alam berupa hamparan padang rumput sekaligus mengabadikan momen melalui foto bersama. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan perjalanan menuju Grand City melalui Jalan Soekarno-Hatta Kilometer 8.

Rangkaian IKAM GASS LAH ditutup dengan agenda kuliner dan foto bersama di Food Court Grand City sekitar pukul 11.00 WITA.

Kegiatan tersebut menjadi perpaduan antara silaturahmi alumni, edukasi lingkungan dan rekreasi, dengan harapan hubungan antarsesama alumni SMP Negeri 2 Balikpapan semakin erat sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan Kota Balikpapan.

Penulis : Shinta Setyana

Loading