
Faktanusa.com, Samarinda – Atmosfer persaingan sengit menyelimuti Stadion Segiri, Kota Samarinda, saat digelarnya laga lanjutan BRI Super League musim 2025/2026 yang mempertemukan tuan rumah Borneo FC melawan Persib Bandung pada Minggu (15/03/2026).
Mengingat status pertandingan ini sebagai salah satu laga paling dinanti dengan tensi tinggi, Satuan Brimob Polda Kaltim mengerahkan satu Satuan Setingkat Peleton (SST) personel Batalyon B Pelopor Samarinda. Pasukan ini dipimpin danki 4 AKP Elan suherlan dibekali dengan kemampuan khusus anti-anarkis serta didukung oleh satu unit kendaraan taktis (Rantis) guna menjamin keamanan seluruh elemen pertandingan, mulai dari pemain hingga ribuan suporter yang memadati stadion.
Kesiapsiagaan personel baret biru ini difokuskan pada pengamanan berlapis di titik-titik rawan, termasuk pintu masuk tribun dan area ring satu lapangan. Kehadiran unit Rantis di lokasi strategis berfungsi sebagai langkah deteksi dini dan respons cepat jika terjadi gangguan kamtibmas yang dapat mengganggu jalannya pertandingan. Personel di lapangan bertugas memastikan bahwa antusiasme tinggi dari para suporter tetap berada dalam koridor ketertiban, sehingga sportivitas yang ditunjukkan oleh kedua tim di lapangan hijau dapat dinikmati oleh para pecinta sepak bola di Kalimantan Timur dengan aman dan nyaman.
Komandan Satuan (Dansat) Brimob Polda Kaltim, Kombes Pol. Andy Rifai, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa pengerahan pasukan dengan kualifikasi anti-anarkis ini merupakan implementasi nyata dari filosofi “Bakti Brimob untuk Masyarakat”. Beliau menekankan bahwa prioritas utama Polri adalah memastikan keselamatan publik dalam setiap ajang olahraga besar.
“Kami hadir untuk memberikan jaminan keamanan total. Pertandingan besar seperti Borneo FC melawan Persib memerlukan pengawasan ekstra agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Kami ingin stadion menjadi tempat yang ramah bagi keluarga dan para pendukung setia sepak bola Indonesia,” tegas Kombes Pol. Andy Rifai.
Andy Rifai juga mengajak para pendukung kedua kesebelasan untuk menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas. Beliau berpesan bahwa rivalitas hanya berlangsung selama 90 menit di atas lapangan, sementara persaudaraan sebagai sesama anak bangsa harus tetap abadi.
“Mari kita tunjukkan bahwa suporter di Kalimantan Timur adalah suporter yang cerdas dan cinta damai. Jadikan pertandingan ini sebagai sarana pemersatu, bukan pemicu perpecahan. Teruslah mendukung tim kebanggaan dengan tertib. Jiwa Ragaku Demi Kemanusiaan,” pungkasnya.
Brimob Polda Kaltim
![]()



