Faktanusa.com, KUTAI KARTANEGARA – Kerusakan tanaman akibat gangguan cuaca tidak hanya mengancam produksi pertanian, tetapi juga dapat mengganggu pemenuhan kebutuhan pangan keluarga petani. Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mendorong pelaporan lebih cepat agar warga yang mengalami gagal panen dapat segera teridentifikasi.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kukar, Ananias, mengatakan informasi dari lapangan menjadi dasar penting untuk mengetahui kondisi masyarakat yang terdampak. Karena itu, pemerintah desa, kelurahan, serta penyuluh pertanian diminta aktif menyampaikan laporan apabila menemukan petani yang kehilangan hasil panen.

“Kalau ada masyarakat yang mengalami gagal panen, segera informasikan kepada kami. Jangan sampai kondisi mereka tidak diketahui karena terlambatnya laporan,” ujar Ananias, Jumat (30/10/2026).

Menurutnya, penyampaian informasi tidak harus menunggu proses administrasi formal. Pemerintah desa dan pihak terkait dapat menggunakan saluran komunikasi langsung agar kondisi warga lebih cepat diketahui oleh dinas.

“Bisa disampaikan melalui WhatsApp. Tidak harus menunggu surat resmi terlebih dahulu, yang penting informasi mengenai kondisi masyarakat bisa segera kami terima,” jelasnya.

Ananias menilai kecepatan pelaporan penting karena dampak gagal panen tidak selalu sama di setiap wilayah. Ada petani yang hanya mengalami kerusakan sebagian tanaman, tetapi ada pula yang kehilangan hampir seluruh hasil produksi sehingga memerlukan perhatian lebih lanjut.

“Informasi dari desa dan penyuluh pertanian sangat membantu. Kami perlu mengetahui di mana kejadiannya, bagaimana kondisi petaninya, dan seberapa besar dampak yang ditimbulkan,” katanya.

Setelah menerima laporan, pemerintah dapat memetakan kondisi warga yang membutuhkan penanganan. Pendataan tersebut juga membantu membedakan persoalan kerusakan lahan pertanian dengan kebutuhan pangan rumah tangga yang muncul akibat kehilangan hasil panen.

Melalui pola koordinasi tersebut, Pemkab Kukar berharap penanganan masyarakat terdampak gagal panen tidak hanya bergantung pada laporan yang masuk secara formal. Keterlibatan pemerintah desa, kelurahan, dan penyuluh pertanian menjadi bagian penting untuk memastikan kondisi warga diketahui lebih awal.

“Jangan menunggu sampai persoalannya semakin berat. Kalau memang ada warga yang terdampak, segera sampaikan supaya bisa kami tindak lanjuti sesuai kondisi di lapangan,” tutup Ananias. (Adv)

Loading