Faktanusa.com, Paser – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terjadi di lima desa di Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, Selasa (15/9/2026). Total area yang terbakar diperkirakan mencapai 13 hektare.

Personel Kompi 2 Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Kaltim yang diperbantukan atau BKO ke Polres Paser melalui Operasi Aman Nusa II langsung bergerak melakukan penanganan di sejumlah lokasi.

Penanggulangan tanggap darurat tersebut berlangsung mulai pukul 19.00 hingga 21.00 WITA dan dipimpin Aiptu Gunawan.

Lima lokasi yang menjadi sasaran penanganan meliputi Desa Suliliran RT 12, Kecamatan Paser Belengkong; Desa Petangis, Kecamatan Batu Engau; Desa Pepara RT 01, Kecamatan Tanah Grogot; Desa Modang RT 02; serta Desa Muser, Kecamatan Muara Samu.

Berdasarkan pendataan petugas di lapangan, total lahan yang terdampak kebakaran mencapai kurang lebih 13 hektare. Area yang terbakar terdiri atas perkebunan kelapa sawit milik warga dan lahan semak belukar.

Personel langsung melakukan pemadaman dan penyisiran di masing-masing lokasi untuk memastikan kobaran api tidak menjalar ke area lain. Upaya tersebut membuahkan hasil setelah seluruh titik api di lima lokasi berhasil dipadamkan.

Komandan Satuan Brimob Polda Kaltim, Kombes Pol. Ronny Suseno, S.I.K., M.H., mengatakan kesiapsiagaan personel di sejumlah wilayah rawan Karhutla menjadi bagian dari upaya memberikan perlindungan kepada masyarakat.

“Aksi tanggap darurat yang dilaksanakan oleh personel Operasi Aman Nusa II Batalyon C Pelopor di lima desa wilayah Kabupaten Paser ini merupakan wujud nyata bakti Brimob untuk masyarakat. Kehadiran tim yang responsif di lapangan sangat penting untuk menyelamatkan perkebunan warga serta memutus rantai penyebaran Karhutla,” tegas Ronny.

Ia menekankan, respons cepat diperlukan untuk mengendalikan api sebelum merembet dan menyebabkan dampak yang lebih luas terhadap lahan maupun aktivitas masyarakat.

Sementara itu, Kabag Ops Satbrimob Polda Kaltim AKP Nugroho Widihyanto, S.H., M.H., mengatakan personel tetap melakukan antisipasi setelah proses pemadaman selesai.

“Meskipun seluruh lokasi TKK sudah berhasil dipadamkan, personel tetap mengantisipasi potensi munculnya sisa titik asap. Kami mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan perkebunan secara sembarangan dan segera melaporkan ke posko kepolisian jika melihat tanda-tanda timbulnya titik api,” ujarnya.

Dengan padamnya seluruh titik api, kondisi di lima lokasi tersebut dilaporkan aman dan terkendali. Pemantauan tetap dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan munculnya kembali bara atau asap di area bekas kebakaran. (**)

Loading