
Faktanusa.com, Kutai Timur – Prestasi Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) meraih Juara III Lomba Inovasi Daerah membuka peluang untuk kembali bersaing di tingkat Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).
Kepala Disdukcapil Kutim, Jumeah, mengatakan peserta yang menempati tiga peringkat terbaik pada kompetisi sebelumnya akan kembali diikutsertakan dalam penilaian tingkat provinsi.
“Yang peringkat satu, dua, tiga ini mau diikutkan lagi ke provinsi,” ujar Jumeah, Selasa (1/9/2026).
Menurutnya, hasil penilaian pada tingkat sebelumnya menjadi bahan evaluasi bagi Disdukcapil Kutim untuk menghadapi kompetisi berikutnya. Sejumlah kekurangan yang ditemukan akan diperbaiki agar materi inovasi yang dipresentasikan dapat lebih maksimal.
Meski demikian, Jumeah mengaku tidak ingin memasang target terlalu tinggi. Terlebih, kompetisi tingkat provinsi akan mempertemukan Disdukcapil Kutim dengan peserta dari berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Timur.
“Kalau target, karena ini untuk se-Kalimantan Timur, saya ikut saja. Hasil akhirnya nanti bertarungnya di sana,” katanya.
Disdukcapil Kutim tetap melakukan persiapan secara serius. Tim akan melakukan pembenahan terhadap materi paparan, termasuk melengkapi sejumlah hal yang masih dinilai kurang pada penilaian sebelumnya.
Jumeah menyebut pihaknya diberikan batas waktu hingga 10 September untuk melakukan perbaikan dan penambahan terhadap materi yang akan dibawa ke tingkat provinsi.
“Yang jelas saya dikasih batas untuk dibenahi lagi atau ditambahi yang kurang-kurang sampai tanggal 10,” ungkapnya.
Pembenahan tersebut tidak hanya menyangkut kelengkapan administrasi. Tim juga akan memperkuat cara penyampaian inovasi, terutama dalam menjelaskan manfaat dan penerapannya kepada masyarakat.
Hal itu menjadi penting karena inovasi yang diikutsertakan bukan sekadar program untuk kepentingan kompetisi. Disdukcapil Kutim memastikan inovasi tersebut telah diterapkan dalam pelayanan administrasi kependudukan dan manfaatnya telah dirasakan masyarakat di berbagai wilayah.
“Karena memang manfaatnya sudah jelas dirasakan oleh masyarakat. Intinya seperti itu,” ujar Jumeah.
Menurutnya, manfaat nyata bagi masyarakat menjadi salah satu kekuatan inovasi yang dikembangkan Disdukcapil Kutim.
Penghargaan Juara III yang diperoleh sebelumnya pun tidak dianggap sebagai tujuan akhir. Sebaliknya, capaian tersebut menjadi motivasi untuk terus melakukan evaluasi dan pengembangan agar kualitas pelayanan administrasi kependudukan semakin baik.
“Dengan mendapatkan penghargaan ini, langkah ke depannya kami akan mengevaluasi apa kekurangan dan kelebihannya,” katanya.
Evaluasi dilakukan untuk mengetahui bagian-bagian pelayanan yang masih perlu diperbaiki. Masukan dari pelaksanaan di lapangan nantinya menjadi bahan dalam menyempurnakan inovasi agar semakin sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Jumeah menegaskan, Disdukcapil Kutim akan terus menjaga budaya inovasi di lingkungan kerja. Bahkan, pihaknya telah menyiapkan inovasi lain untuk kembali diikutsertakan dalam kompetisi pada tahun berikutnya.
“Untuk tahun depan pasti ada lagi inovasi yang kami ikutkan,” ungkapnya.
Ia berharap inovasi yang dikembangkan ke depan tidak hanya mampu memperoleh penghargaan dalam kompetisi, tetapi juga memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam memperoleh pelayanan administrasi kependudukan.
Menurut Jumeah, keberhasilan Disdukcapil Kutim meraih Juara III juga tidak terlepas dari kerja kolektif seluruh jajaran. Kekompakan dan kerja sama tim menjadi faktor penting dalam menghasilkan inovasi sekaligus mempertahankan kualitas pelayanan.
“Ini kerja kolektif, bukan perseorangan. Semua harus kompak karena tidak mungkin mendapatkan penilaian terbaik tanpa kerja bersama,” tegasnya.
Sebelumnya, Disdukcapil Kutim tercatat meraih peringkat III Lomba Inovasi Daerah melalui inovasi pelayanan administrasi kependudukan SIAP KAWAL.
Capaian tersebut menjadi pijakan bagi Disdukcapil Kutim untuk kembali menunjukkan kualitas inovasi pelayanan di tingkat yang lebih tinggi.
Bagi Jumeah, persaingan tingkat Provinsi Kaltim bukan semata-mata soal mengejar peringkat. Kesempatan tersebut menjadi ruang untuk menguji sekaligus memperbaiki kualitas inovasi yang telah dijalankan.
Ia berharap proses evaluasi dan persiapan yang dilakukan dapat membuat tim tampil lebih baik saat menghadapi penilaian tingkat provinsi.
Dengan demikian, penghargaan yang diraih tidak berhenti sebagai pencapaian administratif, tetapi menjadi pemicu bagi Disdukcapil Kutim untuk terus menghadirkan inovasi pelayanan publik yang semakin efektif, mudah diakses, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. (Adv/Kominfo)
![]()

