Faktanusa.com, Kutai Timur – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) bersama Korps Camat Kutai Timur menggelar silaturahmi purna tugas bagi tiga camat yang telah mengakhiri masa pengabdiannya sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN).

Kegiatan yang berlangsung di Cafe Jati, kawasan Pantai Teluk Lingga, Sangatta, Selasa (1/9/2026) siang, tersebut menjadi momentum untuk memberikan apresiasi sekaligus melepas tiga camat yang telah menyelesaikan masa pengabdiannya.

Tiga pejabat yang memasuki masa purna tugas itu yakni mantan Camat Sangatta Selatan Abbas, mantan Camat Kaliorang Rusmono, dan mantan Camat Muara Bengkal Mansur Ady.

Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman turut hadir dalam kegiatan yang berlangsung dalam suasana penuh keakraban tersebut.

Di hadapan rekan-rekan sesama camat, ketiganya menyampaikan pesan dan kesan selama menjalankan tugas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur.

Mantan Camat Kaliorang Rusmono mengenang masa pengabdiannya selama lebih dari tiga tahun. Ia mengaku bersyukur pernah mendapat kepercayaan untuk menjalankan amanah sebagai camat.

“Dalam kesempatan ini saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati yang telah memberikan kepercayaan kepada saya sejak tanggal 27 Januari 2023 sampai 1 Februari 2026. Kurang lebih tiga tahun beliau memberi amanah kepada saya,” ujar Rusmono.

Selain menyampaikan apresiasi, Rusmono juga meminta maaf apabila selama menjalankan tugas terdapat kekurangan maupun kekhilafan.

Namun, suasana menjadi lebih cair ketika ia menceritakan rutinitasnya setelah tidak lagi menjalankan aktivitas sebagai camat.

“Selama kurang lebih tiga tahun tentu banyak kekurangan dan kekhilafan, kami mohon maaf yang sebesar-besarnya. Sebenarnya kami sudah hampir tujuh bulan terbiasa dengan rutinitas habis subuh ke kebun, bawa cangkul, parang, dan tangki semprot, sampai lupa kalau ada acara seperti ini,” katanya.

Pengakuan tersebut disambut suasana akrab dari para tamu yang hadir. Rutinitas di kebun menjadi bagian dari kehidupan baru Rusmono setelah meninggalkan aktivitas pemerintahan.

Sementara itu, mantan Camat Sangatta Selatan Abbas mengungkapkan rasa syukurnya karena tepat pada 1 September 2026 dirinya telah genap satu tahun menjalani masa pensiun.

Abbas menyampaikan apresiasi kepada Korps Camat Kutai Timur yang telah menginisiasi kegiatan silaturahmi tersebut.

“Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT, siang menjelang sore hari ini kita masih diberikan kesehatan untuk bersilaturahmi. Saya mengucapkan terima kasih kepada Ketua Korps Camat yang sudah menginisiasi kegiatan hari ini, karena saya tepat hari ini sudah satu tahun masuk pensiun,” ujar Abbas.

Menurutnya, silaturahmi tersebut menjadi kesempatan berharga untuk tetap menjaga hubungan baik dengan para mantan rekan kerja setelah tidak lagi menjalankan tugas sebagai ASN.

Abbas juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh rekan kerja apabila selama menjalankan tugas terdapat sikap maupun tindakan yang kurang berkenan.

“Jika selama bertugas ada hal-hal yang kurang berkenan, baik disengaja maupun tidak, saya minta dimaafkan,” katanya.

Cerita berbeda disampaikan mantan Camat Muara Bengkal Mansur Ady. Ia mengaku memiliki pengalaman yang cukup unik karena dilantik sebagai camat pada 2026 dan pada tahun yang sama pula mengakhiri masa tugasnya.

“Saya di sini sebenarnya camat yang paling unik, dilantik tahun 2026 dan pensiunnya juga tahun 2026, jadi alhamdulillah saya bertugas selama delapan bulan,” kata Mansur Ady.

Dengan nada berseloroh, Mansur menyebut masa pensiun sebagai sesuatu yang pada akhirnya akan dialami setiap orang.

“Pensiun ini kan ada dua macam, dipensiunkan oleh Allah dan dipensiunkan oleh negara. Alhamdulillah tepat tanggal 1 September 2026 saya dipensiunkan oleh negara dalam keadaan sehat,” ujarnya.

Mansur juga menyampaikan terima kasih kepada Bupati Kutai Timur atas kepercayaan yang diberikan kepadanya selama menjalankan tugas.

Ia tidak lupa memberikan apresiasi kepada para senior yang selama ini memberikan arahan dan pengalaman selama dirinya menjalankan tugas pemerintahan.

Meski telah memasuki masa purna tugas, Mansur menegaskan hubungan silaturahmi dengan rekan-rekan pemerintahan tetap terbuka.

“Terima kasih kepada Bapak Bupati yang telah mempercayai kami, serta senior yang telah mengajari kami. Walaupun sudah tidak bertugas lagi, kalau misalnya ke Muara Bengkal silakan mampir ke rumah kami, kami terima 24 jam,” ujarnya.

Kegiatan silaturahmi tersebut tidak sekadar menjadi acara pelepasan, tetapi juga menjadi ruang untuk mengenang perjalanan pengabdian sekaligus mempererat hubungan antarsesama aparatur.

Masa purna tugas menandai berakhirnya kewajiban kedinasan sebagai ASN, tetapi tidak serta-merta mengakhiri hubungan persaudaraan yang telah terjalin selama bertahun-tahun.

Ketiga mantan camat tersebut pun menerima kenang-kenangan sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian mereka selama menjalankan tugas pemerintahan di Kutai Timur.

Acara kemudian ditutup dengan foto bersama dan ramah tamah. Suasana kekeluargaan terlihat sepanjang kegiatan, menjadi penanda bahwa masa pensiun bukan akhir dari silaturahmi, melainkan awal dari fase baru setelah menyelesaikan pengabdian di pemerintahan. (Adv/Kominfo)

Loading