
Faktanusa.com, Balikpapan – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Balikpapan kembali menorehkan prestasi membanggakan melalui program pembinaan kemandirian bagi warga binaan. Setelah sebelumnya sukses meraih penghargaan dalam perlombaan Hari Aksara Internasional tingkat Kota Balikpapan Tahun 2025, kini Lapas Balikpapan kembali mencatat capaian positif dengan meraih Juara II pada ajang KRENOVA (Kreativitas dan Inovasi) Kota Balikpapan Tahun 2026 kategori masyarakat umum.
Penghargaan tersebut diberikan dalam kegiatan yang diselenggarakan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappedalitbang) Kota Balikpapan pada 20 Mei 2026.
Dalam ajang tersebut, Lapas Balikpapan mengusung inovasi paving block ramah lingkungan berbahan limbah FABA (Fly Ash dan Bottom Ash) PLTU yang diproduksi langsung oleh warga binaan melalui program pembinaan kemandirian.
Inovasi tersebut menjadi bentuk nyata komitmen Lapas Balikpapan dalam menghadirkan program pembinaan yang tidak hanya fokus pada pembentukan karakter, tetapi juga pengembangan keterampilan produktif dan kreatif yang memiliki nilai ekonomi serta manfaat lingkungan.
Melalui pemanfaatan limbah FABA menjadi produk paving block bernilai guna, warga binaan dibekali kemampuan kerja sekaligus pemahaman mengenai pentingnya inovasi dan kepedulian terhadap lingkungan.
Kepala Lapas Kelas IIA Balikpapan, Andri Lesmano mengatakan capaian tersebut merupakan hasil kerja keras jajaran pembinaan bersama warga binaan yang selama ini aktif mengikuti berbagai program pelatihan dan keterampilan di dalam lapas.

“Penghargaan ini menjadi bukti bahwa program pembinaan di Lapas tidak hanya berfokus pada pembentukan karakter, tetapi juga mendorong lahirnya kreativitas dan inovasi yang memiliki nilai manfaat bagi masyarakat luas,” ujar Andri Lesmano.
Menurutnya, keberhasilan tersebut menjadi motivasi bagi Lapas Balikpapan untuk terus mengembangkan berbagai inovasi karya warga binaan agar mampu bersaing dan memberikan kontribusi positif di tengah masyarakat.
Ia menjelaskan, program pembinaan kemandirian menjadi salah satu fokus utama dalam mendukung proses reintegrasi sosial warga binaan setelah menyelesaikan masa pidana. Dengan memiliki keterampilan kerja, warga binaan diharapkan lebih siap kembali ke masyarakat dan memiliki peluang untuk hidup mandiri.
“Melalui pembinaan seperti ini, warga binaan tidak hanya belajar keterampilan, tetapi juga membangun rasa percaya diri dan kesiapan menghadapi kehidupan setelah bebas nanti,” kata Andri.
Produk paving block berbahan FABA sendiri sebelumnya juga telah meraih prestasi dalam perlombaan Hari Aksara Internasional tingkat Kota Balikpapan Tahun 2025 dengan menyabet Juara I dan Juara II.
Keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa hasil karya warga binaan memiliki kualitas dan inovasi yang mampu bersaing di tingkat daerah.
Selain memiliki nilai ekonomis, penggunaan limbah FABA juga dinilai mendukung upaya pengurangan limbah industri dan pemanfaatan bahan ramah lingkungan dalam sektor konstruksi.
Program tersebut sekaligus menjadi bentuk kolaborasi pembinaan yang mengedepankan aspek produktivitas, kreativitas, dan keberlanjutan lingkungan.
Lapas Balikpapan berharap capaian pada ajang KRENOVA 2026 dapat menjadi dorongan untuk terus memperluas program pembinaan berbasis keterampilan dan inovasi bagi warga binaan.
Dengan pembinaan yang tepat, warga binaan diharapkan mampu menghasilkan karya yang bermanfaat sekaligus menjadi bekal penting saat kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat.
“Harapannya program pembinaan ini terus berkembang dan menjadi wadah pemberdayaan warga binaan agar memiliki keterampilan yang bermanfaat dan produktif,” pungkasnya. (Shin/**)
![]()



