
TENGGARONG – PT Jasa Raharja Cabang Samarinda Perwakilan Kutai Kartanegara melaksanakan kegiatan Pengajar Peduli Keselamatan Lalu Lintas (PPKL) di SMAN 2 Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara, Jumat (8/5/2026).
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya meningkatkan pemahaman dan peran aktif tenaga pendidik dalam menanamkan budaya tertib berlalu lintas kepada para pelajar sejak dini.
Program PPKL yang ditujukan kepada para pengajar tersebut bertujuan untuk memperkuat peran tenaga pendidik sebagai agen perubahan dalam membangun kesadaran keselamatan berlalu lintas di lingkungan sekolah. Dalam kegiatan ini, para Pengajar diberikan edukasi mengenai pentingnya keselamatan berkendara, pemahaman terhadap risiko kecelakaan lalu lintas, serta langkah-langkah preventif guna meminimalisir angka kecelakaan di kalangan usia pelajar.
Petugas Jasa Raharja Iqbal Farisyi dan Ikhsan Nur Abadi mengajak para tenaga pendidik untuk turut aktif menyampaikan pesan keselamatan berlalu lintas kepada siswa melalui lingkungan pendidikan. Sinergi antara institusi pendidikan dan stakeholder keselamatan lalu lintas dinilai menjadi langkah penting dalam membentuk karakter generasi muda yang sadar akan pentingnya disiplin dan keselamatan di jalan raya.
Petugas Jasa Raharja, Iqbal Farisyi, menyampaikan peran guru sangat strategis dalam membangun budaya keselamatan di kalangan pelajar.
“Melalui program Pengajar Peduli Keselamatan Lalu Lintas ini, kami berharap para pengajar dapat menjadi perpanjangan tangan dalam memberikan edukasi keselamatan kepada siswa sehingga tercipta generasi muda yang lebih tertib dan peduli terhadap keselamatan berlalu lintas,” ujarnya.
Selain memberikan edukasi kepada tenaga pendidik, kegiatan ini juga menjadi sarana memperkuat kolaborasi antara Jasa Raharja dengan pihak sekolah dalam mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang peduli terhadap keselamatan berlalu lintas.
Melalui kegiatan ini, Jasa Raharja Kalimantan Timur menegaskan komitmennya untuk terus melaksanakan edukasi keselamatan berlalu lintas bersama institusi pendidikan sebagai langkah preventif dalam menekan angka kecelakaan lalu lintas, khususnya di kalangan pelajar. (*)
![]()



