Faktanusa.com, KUTAI KARTANEGARA – Pengembangan pelaku seni dan budaya di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) pada tahun 2027 akan sangat dipengaruhi kemampuan fiskal daerah. Pemerintah Kabupaten Kukar ingin memperluas ruang berkarya bagi seniman, namun keberlanjutan program tetap harus disesuaikan dengan kondisi keuangan daerah.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kukar, Heriansyah mengatakan pemerintah memiliki komitmen untuk memberikan ruang lebih besar kepada pelaku seni. Namun, pelaksanaannya tetap membutuhkan dukungan anggaran yang memadai.

“Kita tentu ingin ruang untuk seniman semakin banyak. Tetapi kemampuan keuangan daerah menjadi salah satu faktor yang harus kita perhitungkan dalam menyusun program tahun berikutnya,” kata Heriansyah, Selasa (6/10/2026)

Pemkab Kukar sebelumnya telah mengungkap adanya tekanan terhadap kapasitas fiskal daerah, antara lain terkait kebijakan pengetatan APBN, pencadangan transfer, serta realisasi transfer pusat dan provinsi yang belum sepenuhnya optimal.

Situasi tersebut membuat pengembangan program kebudayaan harus ditempatkan dalam kerangka prioritas pembangunan daerah. Heriansyah mengatakan Disdikbud tetap melihat pengembangan pelaku seni sebagai bagian penting dari agenda kebudayaan Kukar.

Program resmi Kukar Idaman Terbaik sendiri memasukkan penguatan penggiat seni dan budaya daerah sebagai salah satu program dedikasi. Program tersebut mencakup pembinaan sanggar, fasilitasi sarana dan prasarana, promosi pertunjukan, legalitas kelembagaan hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

Menurut Heriansyah, apabila kondisi keuangan daerah membaik, peluang memperluas dukungan terhadap pelaku seni juga akan semakin terbuka. Dukungan itu dapat diwujudkan melalui lebih banyak ruang pertunjukan maupun kegiatan yang memberi kesempatan seniman mendapatkan penghasilan.

“Kita berharap kondisi keuangan daerah tahun depan lebih baik sehingga program untuk pelaku seni juga bisa kita dorong lebih luas,” ujarnya.

Ia mengatakan ruang pertunjukan memiliki arti penting karena seniman membutuhkan kesempatan untuk mempertahankan produktivitas. Tanpa panggung yang cukup, kemampuan yang telah dibangun melalui proses latihan dan pembinaan berisiko tidak berkembang secara optimal.

Karena itu, keberlanjutan program kebudayaan akan tetap diarahkan pada kegiatan yang memiliki manfaat langsung bagi pelaku seni. Heriansyah berharap kondisi fiskal yang lebih baik pada 2027 nantinya tidak hanya mendukung kegiatan seremonial, tetapi juga memperluas ekosistem seni secara keseluruhan.

“Yang kita harapkan semakin banyak ruang bagi seniman untuk berkarya dan mendapatkan penghasilan dari karya mereka,” pungkasnya. (Adv)

Loading