Faktanusa.com, Balikpapan – Di tengah kabut asap yang masih menyelimuti Kota Balikpapan, ratusan personel gabungan yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) menggelar salat istiska di Lapangan Makodam VI/Mulawarman, Sabtu (29/8/2026) pagi.

Salat istiska yang dilaksanakan sekitar pukul 07.00 WITA tersebut menjadi salah satu ikhtiar bersama untuk memohon turunnya hujan, di tengah kondisi kekeringan dan meningkatnya ancaman kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah Kalimantan.

Wakil Ketua DPRD Kota Balikpapan, Yono Suherman, turut menyampaikan harapannya agar pelaksanaan salat istiska tersebut menjadi momentum untuk bersama-sama memohon pertolongan Allah SWT sekaligus meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kondisi lingkungan.

“Alhamdulillah, hari ini kita melaksanakan salat istiska. Artinya, kita bersama-sama berpartisipasi dalam kegiatan ibadah dengan tujuan memohon hujan kepada Allah SWT,” kata Yono.

Menurutnya, kondisi kekeringan yang masih terjadi perlu menjadi perhatian bersama, khususnya berkaitan dengan ketersediaan air bersih bagi masyarakat Kota Balikpapan.

“Kita masih dilanda kekeringan. Untuk itu, kita berharap hujan segera turun sehingga memberikan dampak positif bagi masyarakat Kota Balikpapan. Jangan sampai kekeringan ini berdampak pada ketersediaan air bersih,” ujarnya.

Selain berikhtiar melalui doa, Yono juga mengingatkan masyarakat agar turut melakukan langkah pencegahan terhadap potensi kebakaran.

Menurutnya, kondisi cuaca yang panas dan kering membuat lingkungan lebih mudah terbakar.

Ia mengimbau masyarakat tidak melakukan pembakaran secara sembarangan, baik terhadap lahan maupun sampah, karena dapat memicu kebakaran yang lebih luas.

“Kami dari DPRD Balikpapan mengimbau seluruh masyarakat untuk melakukan pencegahan. Jangan melakukan pembakaran lahan maupun sampah secara sembarangan. Lebih baik sampah dikelola atau dibuang sesuai dengan ketentuan yang ada,” tegasnya.

Yono menilai, pencegahan kebakaran tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah maupun petugas Satgas Karhutla. Peran masyarakat sangat dibutuhkan untuk mengantisipasi munculnya titik api, terlebih dalam kondisi kekeringan berkepanjangan.
Ia juga meminta seluruh stakeholder di Kota Balikpapan meningkatkan kewaspadaan dan melakukan langkah antisipasi secara bersama-sama.

“Kita harus sama-sama mengantisipasi kondisi ini. Baik masyarakat maupun seluruh stakeholder harus berpartisipasi agar tidak terjadi kebakaran,” tuturnya.

Yono turut mengingatkan masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap berbagai aktivitas yang berpotensi menjadi sumber api. Termasuk penggunaan gas, aktivitas di sekitar lahan kering, hingga kebiasaan membuang puntung rokok sembarangan.

“Situasi sekarang tidak mendukung. Kita harus waspada terhadap hal-hal yang bisa memicu kebakaran. Termasuk ketika merokok, jangan membuang puntung rokok sembarangan karena bisa berdampak pada lingkungan dan memicu kebakaran,” katanya.

Ia berharap kesadaran masyarakat semakin meningkat seiring kondisi cuaca yang masih panas dan kering. Menurutnya, sinergi antara pemerintah, petugas, stakeholder dan masyarakat menjadi kunci dalam mencegah kebakaran meluas.

“Intinya, kami mengimbau seluruh masyarakat untuk waspada. Mari kita bersama-sama melakukan pencegahan agar kebakaran tidak terjadi dan kondisi Kota Balikpapan tetap aman,” pungkasnya.

Penulis : Shinta Setyana

Loading