
Faktanusa.com, Balikpapan – Direktur Reserse Narkoba (Dirresnarkoba) Polda Kalimantan Timur (Kaltim), Kombes Pol Romylus Tamtelahitu, mengajak masyarakat berperan aktif menjaga keamanan lingkungan dan membantu kepolisian mencegah peredaran gelap narkotika. Warga diharapkan tidak takut menyampaikan informasi apabila mengetahui adanya dugaan tindak kejahatan di sekitarnya.
Ajakan tersebut disampaikan Romylus saat melaksanakan kegiatan Minggu Kasih dan menyampaikan pesan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Gereja GPIB Jemaat Bukit Sion Balikpapan, Minggu (26/10/2026).
Di hadapan jemaat, Romylus menekankan pentingnya membangun hubungan yang semakin dekat antara kepolisian dan masyarakat. Menurutnya, menjaga keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab polisi, tetapi juga membutuhkan kepedulian dan partisipasi masyarakat.
Melalui filosofi Polisi Bersama Masyarakat, kepolisian diharapkan hadir tidak sekadar melakukan pengawasan dan penegakan hukum, tetapi juga membangun komunikasi, mendengarkan persoalan warga, serta bersama-sama mencari solusi atas berbagai gangguan keamanan.
“Polisi Bersama Masyarakat merupakan filosofi yang menekankan pentingnya kedekatan antara polisi dan masyarakat. Kami ingin membangun hubungan yang baik agar masyarakat tidak ragu menyampaikan informasi terkait persoalan keamanan di lingkungannya,” ujar Romylus.
Ia juga mengajak masyarakat berperan aktif membantu kepolisian menjaga keamanan dan ketertiban.
“Masyarakat harus ikut menjadi sensor sosial bagi kepolisian. Artinya, apabila mengetahui adanya potensi gangguan keamanan atau dugaan tindak kejahatan, jangan takut untuk menyampaikan informasi kepada kami,” pesannya.
Dalam kegiatan tersebut, Romylus mengajak jemaat untuk memperhatikan kondisi lingkungan masing-masing dan tidak ragu menyampaikan informasi kepada kepolisian apabila menemukan indikasi tindak kejahatan.
Masyarakat dapat berperan membantu aparat melalui informasi yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan. Informasi tersebut selanjutnya dapat diverifikasi dan ditindaklanjuti sesuai prosedur yang berlaku.
Upaya mengajak masyarakat terlibat aktif dalam menjaga keamanan lingkungan sejalan dengan komitmen Kapolda Kaltim Irjen Pol Endar Priantoro dalam mendukung pencegahan dan pemberantasan narkotika di Kalimantan Timur.
Pemberantasan narkoba membutuhkan kerja sama antara kepolisian dan masyarakat. Selain penindakan terhadap dugaan tindak pidana, langkah pencegahan melalui edukasi dan peningkatan kepedulian warga juga menjadi bagian penting dalam melindungi masyarakat dari ancaman narkotika.
Dukungan tersebut menjadi konteks penting bagi pelaksanaan kegiatan yang mendekatkan kepolisian dengan masyarakat. Melalui komunikasi yang terbuka, warga diharapkan semakin memahami pentingnya menyampaikan informasi terkait dugaan penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkoba.
Masyarakat juga diharapkan tidak membiarkan persoalan narkotika berkembang di lingkungan tempat tinggalnya. Kepedulian terhadap perubahan kondisi lingkungan dan keberanian melapor melalui saluran yang tersedia dapat membantu aparat memperoleh informasi awal untuk ditindaklanjuti.
Meski demikian, setiap informasi tetap harus diperiksa dan diverifikasi. Penanganan dugaan tindak pidana harus mengedepankan bukti serta proses hukum, sehingga tidak menimbulkan prasangka atau merugikan pihak yang belum terbukti melakukan pelanggaran.
Upaya pencegahan dan pemberantasan narkotika yang dilakukan jajaran kepolisian juga sejalan dengan penekanan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo mengenai pentingnya pemberantasan narkoba dan penguatan penegakan hukum.
Dalam pelaksanaannya, pemberantasan narkotika memerlukan langkah yang menyeluruh, mulai dari pencegahan, pengungkapan kasus, penindakan terhadap pelaku berdasarkan bukti, hingga pelibatan masyarakat dalam menjaga lingkungan.
Pendekatan tersebut juga mendukung agenda Astacita Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, khususnya dalam memperkuat reformasi hukum serta upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba.

Melalui sinergi antara aparat penegak hukum dan masyarakat, upaya pemberantasan narkotika diharapkan berjalan lebih efektif. Masyarakat bukan hanya menjadi pihak yang dilindungi, tetapi juga mitra dalam membangun lingkungan yang aman dan bebas dari ancaman penyalahgunaan narkoba.
Dalam konteks tersebut, kegiatan Minggu Kasih menjadi ruang untuk menyampaikan pesan pencegahan sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap kepolisian.
Romylus turut mendorong masyarakat agar memanfaatkan saluran komunikasi yang tersedia untuk menyampaikan informasi terkait gangguan kamtibmas, termasuk dugaan peredaran gelap narkotika.
Informasi dapat disampaikan melalui Bhabinkamtibmas setempat maupun langsung kepada Direktorat Reserse Narkoba Polda Kaltim.
Peran masyarakat sebagai sensor sosial dinilai penting karena kepolisian memiliki keterbatasan personel dalam menjangkau seluruh wilayah dan aktivitas warga. Dengan komunikasi yang baik, informasi mengenai potensi gangguan keamanan dapat diketahui lebih awal.
Karena itu, masyarakat diharapkan tidak takut melapor selama informasi disampaikan dengan itikad baik dan berdasarkan hal yang diketahui. Kepolisian selanjutnya bertugas melakukan pemeriksaan dan menentukan langkah penanganan sesuai ketentuan hukum.
Pencegahan narkoba juga perlu dimulai dari lingkungan keluarga. Orang tua, komunitas sosial, dan lingkungan keagamaan memiliki peran dalam memberikan edukasi mengenai bahaya narkotika serta membangun kepedulian terhadap masa depan generasi muda.
Keterlibatan berbagai elemen masyarakat diharapkan mampu memperkuat upaya pencegahan sekaligus menciptakan lingkungan yang mendukung kehidupan sosial yang sehat dan aman.
Kegiatan Minggu Kasih berlangsung di Gereja GPIB Jemaat Bukit Sion Balikpapan pada pukul 18.00 hingga 20.00 WITA. Selain menyampaikan pesan kamtibmas, kegiatan tersebut menjadi sarana mempererat silaturahmi antara jajaran Polda Kaltim dan jemaat gereja.
Program Polisi Bersama Masyarakat menekankan pentingnya kehadiran polisi sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. Kedekatan tersebut diharapkan tidak hanya terlihat ketika terjadi persoalan, tetapi juga melalui upaya pencegahan dan komunikasi yang berlangsung secara berkelanjutan.
Polisi diharapkan bersikap tegas terhadap kejahatan sekaligus humanis dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Kepercayaan publik perlu dibangun melalui tindakan nyata, keterbukaan komunikasi, serta penanganan laporan secara profesional.
Kegiatan tersebut dihadiri Dirresnarkoba Polda Kaltim Kombes Pol Romylus Tamtelahitu, pendeta sekaligus pelayan gereja Maxi Royke Manke, pengurus gereja Rudy Mandolang, Ipda Erik Franco, Bhabinkamtibmas Kelurahan Klandasan Ilir Aiptu Bayu, sejumlah personel kepolisian, serta jemaat Gereja GPIB Bukit Sion Balikpapan.
Melalui kegiatan ini, Polda Kaltim berharap hubungan antara kepolisian dan masyarakat semakin erat. Partisipasi warga dalam memberikan informasi, menjaga toleransi, serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan diharapkan dapat membantu mewujudkan situasi kamtibmas yang aman, damai, dan kondusif di Kota Balikpapan.
Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif.
Penulis : Shinta Setyana
![]()

