
Faktanusa.com, Balikpapan – Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Kalimantan Timur menggelar diskusi refleksi dua tahun masa bakti DPRD Kota Balikpapan dengan tema “Bersama Media Tingkatkan Pengawasan Harmoni Menuju Kota Global”. Kegiatan berlangsung di Rumah Jabatan Ketua DPRD Kota Balikpapan, Sabtu (24/10/2026), dengan menghadirkan dua Wakil Ketua DPRD Kota Balikpapan, Yono Suherman dan Budiono, sebagai narasumber.
Diskusi tersebut menjadi ruang untuk membahas pelaksanaan tugas dan fungsi DPRD selama dua tahun masa bakti, sekaligus memperkuat komunikasi antara lembaga legislatif, insan pers, kalangan akademisi, dan masyarakat dalam mengawal pembangunan daerah.
Kegiatan ini dihadiri mahasiswa dari Universitas Mulia Balikpapan, Universitas Balikpapan, dan Universitas Madani Balikpapan. Sejumlah perwakilan organisasi media dan wartawan juga hadir, di antaranya Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI), Serikat Media Siber Indonesia (SMSI), Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Aliansi Jurnalis Independen (AJI), serta organisasi pers lainnya.

Ketua AMSI Kalimantan Timur, Ahmad Yani, dalam sambutannya menyampaikan bahwa diskusi refleksi tersebut merupakan kesempatan untuk melihat kembali pelaksanaan tugas DPRD Kota Balikpapan selama dua tahun terakhir.
Menurutnya, evaluasi melalui diskusi terbuka diperlukan untuk mengidentifikasi berbagai hal yang telah berjalan serta persoalan yang masih membutuhkan perhatian. Forum tersebut juga diharapkan menjadi ruang pertukaran gagasan yang melibatkan kalangan akademisi, mahasiswa, media, dan masyarakat.
Ahmad Yani menekankan pentingnya menjaga komunikasi dan silaturahmi antarelemen dalam mendukung pembangunan Kota Balikpapan. Sebagai kota yang dikenal nyaman untuk ditinggali, Balikpapan perlu mempertahankan kualitas lingkungannya sekaligus menjawab tantangan pembangunan yang terus berkembang.
Karena itu, sinergi antara DPRD, pemerintah daerah, media, dan masyarakat dinilai penting agar pembangunan kota dapat berjalan dengan baik serta tetap memperhatikan kepentingan warga.
Wakil Ketua DPRD Kota Balikpapan, Yono Suherman, yang menyampaikan sambutan mewakili Ketua DPRD Alwi Al Qadri, mengapresiasi AMSI Kaltim atas penyelenggaraan diskusi tersebut. Alwi Al Qadri berhalangan hadir karena agenda lain.
Yono menilai, forum seperti ini penting untuk memperkuat silaturahmi, membangun komunikasi, dan meningkatkan sinergi antara lembaga legislatif dengan insan pers.
Menurutnya, tema diskusi yang mengangkat pengawasan bersama menuju kota global relevan dengan posisi Balikpapan sebagai salah satu kota penting di Kalimantan Timur sekaligus pintu gerbang dan kota penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).

Perkembangan tersebut menghadirkan peluang sekaligus tantangan bagi Balikpapan untuk terus tumbuh menjadi kota yang maju, modern, nyaman, dan memiliki daya saing global. Namun, pembangunan tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah. Keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk DPRD dan media, dibutuhkan untuk memastikan proses pembangunan berlangsung secara transparan, akuntabel, dan berpihak pada kepentingan masyarakat.
Dalam konteks itu, Yono menyoroti peran strategis media sebagai sarana penyampaian informasi, jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat, serta bagian dari mekanisme kontrol sosial terhadap penyelenggaraan pemerintahan.
Media yang profesional, independen, dan bertanggung jawab dapat membantu masyarakat memahami kebijakan publik. Di sisi lain, media juga berperan menyampaikan aspirasi, kritik, dan masukan masyarakat kepada para pemangku kebijakan.
Peran tersebut semakin penting di tengah perkembangan era digital. Informasi dapat menyebar dalam waktu singkat, tetapi risiko beredarnya informasi keliru dan disinformasi juga menjadi tantangan yang harus dihadapi.
Karena itu, media siber dituntut menjaga akurasi, keberimbangan, dan disiplin verifikasi agar tetap menjadi sumber informasi yang dapat dipercaya masyarakat.
Memasuki dua tahun masa bakti, DPRD Kota Balikpapan dinilai perlu terus membuka ruang evaluasi terhadap pelaksanaan tugas dan tanggung jawabnya sebagai lembaga perwakilan rakyat.
Refleksi tersebut tidak hanya berkaitan dengan capaian yang telah diraih, tetapi juga berbagai pekerjaan rumah yang masih perlu ditangani. Melalui diskusi bersama media dan masyarakat, evaluasi diharapkan dapat memberikan perspektif yang lebih luas mengenai kebutuhan serta harapan warga terhadap lembaga legislatif.
Keterlibatan mahasiswa dan kalangan akademisi turut memberikan ruang bagi generasi muda untuk memahami proses pemerintahan daerah dan fungsi DPRD. Forum semacam ini juga dapat menjadi sarana menyampaikan pandangan secara terbuka dan konstruktif.
Setelah sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab bersama para narasumber. Acara kemudian ditutup dengan penyerahan piagam dan foto bersama.
Melalui kegiatan tersebut, AMSI Kaltim mendorong penguatan sinergi antara media dan DPRD dalam mengawal pembangunan Kota Balikpapan. Pengawasan yang dilakukan secara profesional, terbuka, dan bertanggung jawab diharapkan dapat mendukung tata kelola pemerintahan yang lebih transparan serta pembangunan yang berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Penulis : Shinta Setyana
![]()

