
Faktanusa.com, Kutai Timur – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mulai melakukan pembenahan terhadap materi inovasi yang akan dibawa dalam kompetisi tingkat Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).
Evaluasi dilakukan setelah jajaran Disdukcapil Kutim mengidentifikasi sejumlah kekurangan dalam materi paparan saat mengikuti penilaian sebelumnya. Salah satu yang menjadi perhatian utama adalah minimnya dokumentasi pendukung, baik berupa foto maupun video.
Kepala Disdukcapil Kutim, Jumeah, mengakui materi yang disampaikan saat penilaian sebelumnya masih belum maksimal. Kondisi tersebut menjadi bahan evaluasi untuk menghadapi tahapan kompetisi berikutnya di tingkat provinsi.
“Memang yang masuk kemarin waktu penilaian, paparan kami akui sangat minim,” ujar Jumeah.
Menurutnya, dokumentasi menjadi salah satu aspek yang perlu diperkuat karena dapat membantu tim penilai melihat secara lebih jelas bagaimana inovasi tersebut diterapkan di lapangan.
Jumeah menyebutkan, foto-foto kegiatan yang ditampilkan sebelumnya masih terbatas. Begitu pula dengan video yang sebenarnya dapat memberikan gambaran lebih konkret mengenai pelaksanaan inovasi sekaligus manfaatnya bagi masyarakat.
“Foto-fotonya juga kurang terlalu banyak, bahkan video-video juga tidak ditampilkan,” katanya.
Berangkat dari hasil evaluasi tersebut, Disdukcapil Kutim berencana melengkapi materi visual sebelum mengikuti penilaian di tingkat Provinsi Kaltim. Penambahan foto dan video diharapkan dapat memperkuat paparan serta memberikan gambaran yang lebih utuh mengenai inovasi yang telah dijalankan.
“Nanti untuk yang diikutkan ke provinsi kami benahi lagi dan kami tambahkan foto-foto bahkan video-videonya,” tegas Jumeah.
Selain memperbanyak dokumentasi, pembenahan juga dilakukan terhadap materi presentasi secara keseluruhan. Tim akan menyusun kembali paparan agar lebih sistematis, mudah dipahami, serta mampu menjelaskan proses pelaksanaan dan manfaat inovasi secara lebih konkret.
Langkah tersebut dinilai penting mengingat kompetisi di tingkat provinsi akan mempertemukan berbagai inovasi dari kabupaten dan kota se-Kalimantan Timur. Karena itu, Disdukcapil Kutim tidak ingin mengulang kekurangan yang ditemukan dalam penilaian sebelumnya.
Jumeah menegaskan, evaluasi bukan semata-mata dilakukan untuk mengejar peringkat dalam kompetisi. Menurutnya, proses tersebut menjadi momentum bagi jajaran Disdukcapil untuk melihat kembali sejauh mana inovasi yang dikembangkan benar-benar berjalan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Pembenahan materi juga diharapkan mampu menggambarkan kerja kolektif seluruh jajaran Disdukcapil Kutim dalam menjalankan inovasi pelayanan publik. Dokumentasi yang lebih lengkap dinilai dapat memperlihatkan proses, pelaksanaan, hingga dampak inovasi secara lebih nyata.
Dengan persiapan yang lebih matang, Disdukcapil Kutim optimistis mampu menghadirkan paparan yang lebih kuat saat mengikuti kompetisi tingkat Provinsi Kaltim.
Hasil evaluasi dari penilaian sebelumnya kini menjadi bekal untuk memperbaiki kekurangan sekaligus memperkuat materi yang akan dipresentasikan. Bagi Disdukcapil Kutim, kompetisi tersebut tidak hanya menjadi ajang meraih prestasi, tetapi juga kesempatan untuk mengukur dan terus meningkatkan kualitas inovasi pelayanan kepada masyarakat. (Adv/Kominfo)
![]()

